Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘windows’ Category

hari ini saya diminta tolong oleh rekan kerja saya untuk melakukan konversi berkas rekaman CCTV yang menggunakan berkas DV4. setelah saya coba cari menggunakan google serta mencoba-coba sendiri, tampaknya ffmpeg (sekarang diubah namanya menjadi avconv) maupun handbrake tidak mampu melakukan konversi/transcoding, padahal berkas yang sama bisa dimainkan dengan media player classic di windows.

hasil dari mediainfo menyatakan bahwa berkas tersebut menggunakan format AVC:

mediainfo DV4

percobaan transcoding menggunakan ffmpeg maupun handbrake menghasilkan berkas yang terlalu kecil. hasil pencarian google juga tidak menunjukkan hal yang jelas, dan karena sudah menjelang pulang kantor, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan aplikasi windows (gratis) yang bernama Super®.

super

tujuan saya menggunakan Super® adalah melakukan konversi berkas DV4 ke dalam format yang lebih mudah ditangani, dalam hal ini saya memilih MP4. dengan memilih Output Container MP4 lalu centang Stream Copy agak tidak perlu melakukan transcoding atas format yang pada dasarnya sudah AVC, Super® menghasilkan berkas MP4 yang lebih mudah saya kelola dengan default framerate 25 FPS.

Screen Shot 2013-05-31 at 5.31.55 PM

sekarang saya bisa langsung menggunakan ffmpeg/avconv untuk memotong-motong video (misalnya mulai dari menit 12 detik 49 selama 3 menit: ffmpeg -i input.mp4 -ss 00:12:49 -t 00:03:00 output.mp4), dan menggunakan mmg dari paket mkvtoolnix untuk melakukan penggabungan video sekaligus mengubah framerate sesuai dengan hasil rekaman asli CCTV tadi, setelah saya coba-coba angka yang cocok adalah 10 FPS.

Screen Shot 2013-05-31 at 5.44.45 PM

dari hasil penggabungan itu didapatkan berkas mkv (matroska), yang kemudian saya konversi kembali ke mp4: ffmpeg -i input.mkv -vcodec copy output.mp4. voila! berkas DV4 berhasil saya ubah ke MP4 tanpa sekalipun melakukan transcoding yang memakan waktu, sehingga semua proses di atas bisa dilakukan dengan cepat, dan semuanya menggunakan aplikasi non komersial alias tidak berbayar. anyway, di bawah adalah hasil videonya, rekaman pasangan maling yang menyaru seolah-olah calon penyewa apartemen rekan kantor namun lalu mencuri isi apartemen seperti TV, tabung gas, peralatan makan dan lain-lain.

Iklan

Read Full Post »

artikel tahun 2008 saya tentang triple boot di macbook ternyata tidak berlaku untuk macbook air 13″ (MBA) yang baru saya beli. problem utamanya adalah jika sudah ada partisi bootable selain Mac OS X pada media penyimpan internal, dalam hal ini SSD MBA, walaupun di layar rEFIt sudah memilih USB installer OS yang lain, MBA akan selalu boot ke partisi bootable internal tadi. ini menyebabkan jika saya sudah install Windows 7 misalnya ke MBA, maka saya tidak bisa install Linux; demikian juga sebaliknya, jika saya sudah install Linux, maka saya tidak bisa install Windows.

solusi yang saya temukan setelah googling juga kebanyakan menyarankan untuk menggunakan USB superdrive yang dijual Apple khusus untuk MBA, namun setelah 5 hari mengutak-utik, akhirnya saya menemukan ide untuk melakukan chainloading. awalnya saya mencoba chainloading dari instalasi ubuntu yang sudah ter-install ke USB installer windows, hasilnya adalah USB installer windows bisa berjalan, windows bisa terinstall, namun setelah itu tidak bisa boot baik ke windows maupun linux.

setelah prosesnya dibalik, install windows terlebih dahulu, pasang chainloading ke USB installer ubuntu dengan bantuan easyBCD, akhirnya saya bisa membuat MBA 2010 saya bisa triple boot tanpa perlu mempergunakan USB superdrive. langkah-langkah selengkapnya sudah saya tulis di blog yangcanggih.com.

Read Full Post »

di milis id-mac hari ini muncul sebuah pertanyaan:

Mau nanya, saya ada buat bootcamp dengan alokasi untuk bootcampnya jadi 32GB. Ternyata setelah di install jendela dan bbrp sw yg khusus jendela, spacenya kurang. Apa partisinya bisa di tambah? Kalau bisa caranya bagaimana ya? Atau harus di partisi ulang, yg berarti harus install jendela semua dari awal?
Tolong pencerahannya dan terima kasih sebelumnya.

pertama, disclaimer. cara yang akan saya tuliskan di bawah ini menuntut pengetahuan pemakaian terminal, dan juga familiarity dengan linux ubuntu. jadi kalau tidak pernah main-main dengan terminal, lebih baik berhenti membaca.

kalau ternyata tulisan saya masih dibaca, disclaimer sekali lagi: saya tidak bertanggung-jawab atas kerusakan/kehilangan data yang mungkin terjadi. akan sangat lebih baik anda backup dulu semua data anda (baik mac maupun windows).

hal-hal yang dibutuhkan:

  • sebuah livecd ubuntu, yang dipakai dalam tutorial ini adalah versi 9.04 alias ubuntu jaunty
  • aplikasi refit, untuk memunculkan boot menu

yang pertama perlu dilakukan adalah memperkecil partisi mac. ini dicapai dengan cara:

  1. boot ke mac
  2. buka terminal
  3. ketik perintah “diskutil list“. ini contohnya di macbook saya:
    $ diskutil list
    /dev/disk0
      #:                       TYPE NAME                    SIZE       IDENTIFIER
      0:      GUID_partition_scheme                        *232.9 Gi   disk0
      1:                        EFI                         200.0 Mi   disk0s1
      2:                  Apple_HFS Scorpio                 190.0 Gi   disk0s2
      3:       Microsoft Basic Data WinBook                 33.4 Gi    disk0s3
  4. yang perlu dicatat adalah nama device tempat partisi “Apple_HFS” berada. pada contoh di atas, berarti ada pada “/dev/disk0s2
  5. langkah berikutnya adalah mencari tahu batasan seberapa besar partisi tersebut bisa di-resize, dengan mengetikkan perintah “diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 limits“. ganti “/dev/disk0s2” sesuai dengan catatan di #4. hasilnya kira-kira seperti ini:
    $ diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 limits
    For device disk0s2 Scorpio:
           Current size:   204010946560 bytes
           Minimum size:   153055330304 bytes
           Maximum size:   204010946560 bytes
  6. dari hasil #5, bisa dilihat partisi mac masih bisa diperkecil sampai dengan kira-kira 150-an GB (tapi ini sangat tergantung pada kondisi fragmentasi hdd anda). misalnya saat ini partisi mac anda adalah seperti di atas, dan anda ingin menambahkan sekitar 20 GB untuk partisi windows, maka anda butuh menciutkan partisi mac sebesar 20 GB, dengan perintah seperti ini: “diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 180G“, sesuaikan nama partisi dan besar partisi yang diinginkan dengan kebutuhan anda
  7. jika #6 berhasil dilakukan sampai selesai, silakan restart mac anda, lalu skip ke #9. lama proses tergantung pada besar data yang dipindahkan, saya pernah menciutkan partisi sebesar 60 GB memakan waktu sekitar 5 jam
  8. jika gagal, berarti partisi mac anda mengalami fragmentasi dan ada file-file yang terletak di ujung luar partisi yang tidak bisa dipindahkan oleh diskutil. saya tidak akan membahas ini, yang bisa saya bantu hanyalah gunakan aplikasi defrag seperti iDefrag untuk melakukan defragmentasi (harus boot pakai cd iDefrag), atau coba lakukan resizing volume ini melalui dvd installer leopard
  9. jika proses resize telah berhasil, saya sarankan untuk menginstall aplikasi refit, agar saat boot kita bisa memilih mau boot ke partisi mana (refit bahkan bisa dipergunakan untuk boot ke external device)

demikian langkah untuk memperkecil besar partisi mac. langkah berikutnya adalah memperbesar partisi windows dengan memanfaatkan ruang kosong yang tersedia akibat proses penciutan partisi mac tadi:

  1. masukkan livecd ubuntu ke dalam mac anda. reboot, dan saat refit muncul, pilih boot dari cd ubuntu tersebut. jika anda menggunakan macbook/mbp, disarankan untuk memasang USB mouse, karena trackpad mac di ubuntu terasa aneh pemakaiannya (terlalu sensitif, gampang terjadi salah klik)
  2. setelah masuk ke desktop ubuntu, klik menu System – Administration – Partition Editor
  3. cari partisi windows anda. biasanya ditandai dengan dengan label/bingkai (frame) warna hijau dan pada kolom “File System” tertulis “ntfs“. kalau langkah-langkah sebelumnya dijalankan dengan benar, seharusnya di sebelah kiri blok partisi windows tersebut ada “ruang kosong”, hasil penciutan partisi mac anda. klik kanan partisi windows ini, klik “Resize/Move“, lalu perbesar partisi ini sesuai dengan ruang kosong yang ada tadi, lalu klik tombol “Resize/Move“. klik tombol “Apply” yang ada di atas. tunggu proses resize selesai

voila, partisi windows anda sudah bertambah besar! sekarang shutdown desktop livecd ubuntu anda, lalu coba boot ke mac atau ke windows.

Read Full Post »

selama ini dalam diskusi di milis, jika ada yang menanyakan bagaimana membuat sebuah jaringan nirkabel (wireless network) tanpa router, saya selalu googling sebentar dan memberikan hasil temuannya.

wireless-ad-hoc

namun kemarin malam saya baru menyadari bahwa hit yang paling atas, URL yang mengacu ke situs microsoft dan yang biasa saya informasikan ke orang lain, ternyata sudah tidak ada. fasilitas pencarian yang disediakan oleh microsoft sendiri juga tidak banyak membantu.

cannot-be-found

untungnya artikel tersebut masih tersimpan di google cache, tertanggal 14 november 2008 kemarin. berhubung tulisan yang menghilang dari situs microsoft ini merupakan informasi yang berguna untuk umum, dan ada kemungkinan tidak ada terus disimpan di google cache, saya putuskan untuk menyalin artikel tersebut di sini.


Set up a wireless network without a router

Published: August 15, 2006

Wireless networks are helpful because they let you use your computer and connect to the Internet anywhere in your home or office. However, most wireless networks use a wireless router, which can be expensive. If you have more than one computer, you can set up a wireless network without buying a wireless router and save yourself some money.

In a traditional wireless network, a wireless router acts as a base station, much like the base station for cordless phones. All wireless communications go through the wireless router, allowing nearby computers to connect to the Internet or to each other.

Diagram showing a traditional wireless network

Ad hoc wireless networks work more like walkie-talkies, because the computers communicate directly with each other. By enabling Internet Connection Sharing on one of the computers, you can share Internet access.

Diagram showing an ad hoc wireless network

Ad hoc networking might seem like a much smarter alternative to using a wireless router, but it does have a couple of disadvantages:

  • If the computer connected to the Internet is shut down, all computers that are part of the ad hoc network lose their Internet access.
  • To connect to the Internet, one computer always needs a wired network connection.

To connect your computers to the Internet using an ad hoc wireless network, follow these high-level steps (described in more detail later in this article):

  1. Enable Internet Connection Sharing on the Internet-connected computer. You can skip this step if you don’t need to access the Web.
  2. Set up the ad hoc wireless network on the Internet-connected computer.
  3. Add your other computers to the wireless network.

How to enable Internet Connection Sharing

On networks with wireless routers, the router has the important job of forwarding communications from the computers on your home network to the Internet. On ad hoc networks, you must designate one computer to serve this role. The computer you choose must have a wired connection to the Internet, and it should be left on whenever you want to be able to use your other computers.

How to set up the first computer

To set up an ad hoc wireless network that allows computers to share an Internet connection without a router

  1. If necessary, install a wireless network adapter
  2. Click Start, and then click Control Panel.

    68588-click-control-panel

  3. Under Pick a category, click Network and Internet Connections.

    Control Panel with Network and Internet Connections selected

  4. Under or pick a Control Panel icon, click Network Connections.

    Or pick a Control Panel icon page with Network Connections selected

  5. Right-click your wireless network connection, and then click Properties.

    Wireless Network Connection options menu with pointer on Properties

  6. In the Wireless Network Connection Properties dialog box, click the Wireless Networks tab.

    Wireless Networks tab in Wireless Network Connection Properties dialog box

  7. On the Wireless Networks tab, under Preferred networks, click Add.

    Wireless Networks tab in Wireless Network Connection Properties dialog box with pointer on Add button

  8. In the Wireless network properties dialog box, on the Association tab, type the name of your ad hoc wireless network in Network name (SSID) box (shown in step 10). For example, you could name your wireless network MyHomeNetwork.
  9. Clear the The key is provided for me automatically check box and select the This is a computer-to-computer (ad hoc) network check box.
  10. Create a 13-digit password and type it in both the Network key and Confirm network key boxes. For the best security, include letters, numbers, and punctuation. Then click OK.

    Association tab in Wireless network properties dialog box

  11. Click OK again to save your changes.

    Wireless Networks tab in Wireless Network Connection Properties dialog box

How to set up additional computers

If the computer you want to add to your network does not have built-in wireless network support, install a wireless network adapter.

Windows XP automatically detects the new adapter and notifies you that it found a wireless network.

Wireless networks detected notification

Now connect your computer to your wireless network

Note: These steps apply only if you’re using Windows XP Service Pack 2 (SP2). If you haven’t installed SP2, visit Microsoft Update to install it before connecting to the ad hoc network.

  1. Right-click the Wireless Network icon in the lower right corner of your screen, and then click View Available Wireless Networks.

    Wireless Network icon shortcut menu with View Available Wireless Networks selected

    Note:
    If you run into any problems, consult the documentation that came with your network adapter. Don’t be afraid to call the manufacturer’s technical support department for help.

  2. The Wireless Network Connection window appears and displays your wireless network listed with the SSID you chose. If you don’t see your network, click Refresh Network List in the upper left corner. Click your network, and then click Connect in the lower right corner.

    Wireless Network Connection window Choose a wireless network page, with pointer on Connect

  3. Windows XP prompts you to enter a key. Type your encryption key in both the Network key and Confirm network key boxes, and then click Connect.

    Wireless Network Connection window, Network key prompt, with pointer on Connect

Windows XP shows its progress as it connects to your network. After you’re connected, you can close the Wireless Network Connection window.

Repeat these three steps on each computer that you want to connect to your ad hoc wireless network.

Now you’re ready to browse the Web wirelessly, from any computer you add to your home network.


UPDATE

pagi ini, tanggal 19 november 2008, artikel yang membahas cara membuat wireless network ad-hoc di situs microsoft ternyata sudah tersedia kembali. saya tidak tahu apakah pihak microsoft akan merasa berkeberatan dengan salinan yang saya buat ini, tapi jika memang berkeberatan, saya bisa menghapus blog post ini.

Read Full Post »

triple boot macbook

update

saya sudah menulis petunjuk triple boot terbaru khusus untuk macbook air keluaran akhir tahun 2010. petunjuk di bawah ini tidak berlaku untuk MBA 2010, karena masalah rEFIt yang kurang kompatibel dengan MBA generasi terbaru.

komputer mac generasi sekarang sudah menggunakan prosesor intel x86, sehingga banyak yang menamakannya sebagai macintel. macintel ini karena pada dasarnya menggunakan kode instruksi x86, bisa menjalankan secara native sistem operasi windows. saya akan menjelaskan cara agar sebuah macbook bisa melakukan triple boot ke sistem operasi mac os x, linux dan windows. seharusnya petunjuk ini juga bisa digunakan untuk komputer macintel selain macbook.

persiapan

syarat nomer 1: sebuah mac yang sudah berprosesor intel. syarat berikutnya: mengerti sistem operasi windows dan linux, dan berani membuka terminal untuk mengetikkan perintah command line. syarat esensial lainnya adalah mempunyai cd/dvd boot mac ataupun eksternal bootable harddisk, atau lebih bagus lagi punya lebih dari satu mac, untuk berjaga-jaga jika oleh suatu sebab mac gagal boot. langkah berikutnya tergantung pada kondisi mac target.

jika mac dalam kondisi baru

ini paling mudah, karena kondisi harddisk masih kosong dan semua file terletak secara fisik di awal partisi. buka terminal, lalu ketik perintah “diskutil list“. hasilnya kira-kira seperti ini (pada harddisk 250 GB):

$ diskutil list
/dev/disk0
   #:                       TYPE NAME                    SIZE       IDENTIFIER
   0:      GUID_partition_scheme                        *232.9 Gi   disk0
   1:                        EFI                         200.0 Mi   disk0s1
   2:                  Apple_HFS Scorpio                 232.7 Gi   disk0s2

perhatikan bahwa partisi HFS ada di /dev/disk0s2.

langkah berikutnya adalah menentukan batas besar partisi:

$ diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 limits
For device disk0s2 Scorpio:
	Current size:	204010946560 bytes
	Minimum size:	80508096512 bytes
	Maximum size:	204010946560 bytes

terlihat bahwa besar partisi minimum untuk Mac adalah sekitar 80 GB.

jika anda menggunakan Tiger, perintah di bawah ini bisa dipergunakan (membagi partisi menjadi 190 GB untuk Mac, 22 GB untuk Linux, dan 20 GB untuk Windows; angka-angka ini boleh anda ganti sesuka anda selama total jumlahnya tidak melebihi besar harddisk anda):

diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 190G Linux Linux 22G "MS-DOS FAT32" Windows 20G

namun jika anda menggunakan Leopard, partisi “Linux” sudah tidak didukung lagi. pilihan yang tepat untuk kebutuhan ini adalah UFS:

diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 190G UFS Linux 22G "MS-DOS FAT32" Windows 20G

yang perlu diperhatikan adalah limit banyaknya partisi fisik yang bisa dibuat dalam 1 harddisk adalah 4 buah. satu partisi sudah diambil untuk EFI, satu untuk mac os x, jadi tinggal sisa dua partisi yang bisa dibuat. lalu, jika ingin memasang windows, partisi khusus untuk windows harus dibuat sebagai partisi paling terakhir.

jika pada proses resize partisi ini mendadak OS froze (mouse tidak bisa bergerak, tidak ada tanda kehidupan di layar), maka proses ini bisa dipastikan sudah gagal. anda harus boot dari dvd installer mac dan melakukan repair disk untuk memperbaiki terlebih dahulu kegagalan proses resize tadi. dan sewaktu masih dalam kondisi boot dari dvd, buka terminal dan ulangi lagi perintah membagi partisi di atas (sesuaikan dengan dvd yang dipergunakan, apakah tiger atau leopard).

jika proses berjalan mulus, maka perintah diskutil tadi akan memberikan pesan berhasil. namun jika perintah diskutil tadi gagal dan memberikan pesan seperti ini:
Resizing encountered error No space left on device (28) on disk
berarti harddisk anda tidak dalam kondisi “bersih”, ada file yang tersimpan di tengah atau dekat ujung belakang partisi. ini bisa terjadi karena mac os x dengan HFS-nya menghindari menyimpan file pada ruang bekas file yang sudah terhapus, untuk menghindari fragmentasi pada harddisk. kalau anda mengalami hal ini, maka sudah saatnya lanjut ke langkah berikutnya.

jika mac sudah lama dipakai

definisi sudah lama dipakai ini sangat luas, dari pernah menyimpan file sebesar 4 giga misalnya di dalam harddisk, sampai pernah membuat dual boot ke windows dengan menggunakan bootcamp. intinya, mac bukan dalam kondisi baru dibuka dari dusnya. atau anda sampai di sini karena mengalami error “no space left” di atas.

tujuan kita sekarang ini adalah membuat partisi tunggal mac dan melakukan pemampatan alokasi file, sehingga semua file bisa diletakkan di awal partisi. jadi, jika kondisi mac anda sekarang ini adalah dual boot menggunakan bootcamp, silakan pergunakan bootcamp untuk menghapus partisi windows dan digabungkan lagi menjadi satu partisi besar mac.

untuk memampatkan partisi ini, saya menggunakan iDefrag. jika anda bisa menemukan aplikasi pemampat lain yang bersifat gratis, silakan informasikan di komentar di bawah. yang menjadi masalah adalah agar bisa melaksanakan pemampatan ini, harddisk yang ingin dimampatkan tidak boleh online, atau dengan kata lain, harus unmounted. ada banyak cara untuk bisa melakukan hal ini, antara lain:

  • menggunakan bootable USB flashdisk yang sudah dilengkapi dengan aplikasi iDefrag tadi. aplikasi dasboot seharusnya bisa membuat sebuah USB flashdisk ataupun sebuah ipod menjadi bootable device (untuk ipod, dasboot bisa membuat sistem operasi ipod-nya tetap aktif sekaligus juga menjadi bootable ipod). sayangnya di sistem saya yang menggunakan leopard, dasboot tidak bisa berfungsi dengan baik. baik dvd installer maupun cd bootable diskwarrior yang saya punya tidak bisa dikenali. walaupun begitu, saya tetap menuliskan cara menggunakan dasboot ini, karena mungkin saja dasboot masih bisa dipergunakan di tiger.
  • menggunakan cd bootable iDefrag itu sendiri. saya tidak menempuh jalur ini karena saya memang tidak punya cd bootable iDefrag.
  • boot mac ke mode target disk, caranya dengan menekan tombol T saat boot. setelah itu tancapkan via firewire ke mac yang lain, lalu jalankan iDefrag. tentu saja cara ini mempersyaratkan anda punya lebih dari satu mac.
  • gunakan bootable eksternal harddisk. saya menempuh cara ini, karena saya masih punya harddisk lama saya yang berkapasitas 80 GB dan bersistem operasi tiger. untuk mac baru yang sudah berprosesor intel, bisa melakukan boot baik dari firewire maupun dari USB. jalankan iDefrag dari external harddisk ini.

terus terang saya butuh 3 hari sampai akhirnya menemukan solusi di atas. saya menuliskan pengalaman saya ini agar orang lain tidak perlu mumet memikirkan hal ini sampai 3 hari. 🙂

instalasi windows

setelah selesai melakukan partisi ulang, unduh dan instalasi refit. refit akan berfungsi sebagai boot manager yang dinamis, dia bisa mengenali partisi bootable baik dari harddisk maupun dari keping cd/dvd dan external media yang tersambung melalui USB dan firewire.

baru langkah berikutnya adalah instalasi windows. untuk kepentingan triple boot ini, windows driver cd dari bootcamp (dvd installer leopard juga menjadi dvd driver windows) belum diperlukan, yang penting adalah instalasi windows beres terlebih dahulu, masalah driver bisa belakangan. masukkan cd instalasi windows xp sp2 (atau vista) ke dalam cd/dvd drive, dan jika sebelumnya anda sudah memasang refit, saat boot akan muncul pilihan boot dari partisi mac atau dari keping cd/dvd instalasi windows. jika karena sesuatu hal menu pilihan boot ini tidak muncul, atau anda tidak menggunakan refit, saat boot tahan tombol C untuk boot melalui cd/dvd.

lakukan instalasi windows seperti biasa, dengan memilih partisi paling terakhir / paling bawah, yang sudah kita namakan “Windows” dan bertipe FAT32. jika partisi paling akhir bukan FAT32, berarti anda telah melakukan kesalahan pada langkah sebelumnya, silakan diulangi kembali. untuk instalasi windows ini, kita bisa memilih tetap menggunakan FAT32 atau dikonversi menjadi NTFS. saya pribadi memilih untuk dikonversi ke NTFS.

setelah instalasi selesai, biarkan saja kondisi windows seperti apa adanya, instalasi driver bisa kita lakukan belakangan setelah instalasi linux.

instalasi linux

untuk sistem operasi yang ketiga dan juga yang terakhir, saya memilih linux ubuntu hardy heron. jika anda memilih distribusi linux lainnya juga silakan, yang penting adalah ketika ditanyakan soal partisi untuk instalasi, pilih mode manual, lalu pilih partisi yang dinamakan “Linux” tadi (di tiger akan bertipe “Linux”, di leopard akan bertipe “UFS”), pilih tipenya ext3, dan mount di /. jangan buat partisi swap, ini akan kita buat belakangan. kita tidak bisa membuat partisi swap saat ini karena total partisi fisik sudah berjumlah 4, sehingga kita tidak bisa lagi menambah sebuah partisi fisik yang baru. setelah instalasi selesai, grub akan mengenali partisi windows dan menambahkannya dalam daftar sistem operasi yang bisa dipilih saat boot.

sudo tidak bisa dijalankan

ketika boot ke partisi windows, windows akan memperlakukan hardware time sebagai local time, bukan sebagai universal time. akibatnya ketika berpindah dari sistem operasi windows ke linux atau mac os x, jam akan selalu berubah. ini sebenarnya bukan masalah besar, karena tiap sistem operasi bisa melakukan sinkronisasi waktu dengan menggunakan ntp, namun jika oleh suatu hal saat boot ke linux tidak ada akses network, dan sistem operasi yang aktif sebelumnya adalah windows, maka jam akan maju 7 jam ke depan (jika menggunakan WIT, western indonesia time yang lebih cepat 7 jam ketimbang UTC/GMT). dalam kondisi ini jika kita menggunakan perintah sudo, akan muncul pesan kesalahan sudo:timestamp too far in the future. saya menemukan solusinya dengan mengetikkan perintah sudo -K.

membuat swap file

jalankan perintah ini di linux (gunakan sudo jika diperlukan):

dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1024 count=2048000
mkswap /swapfile
swapon /swapfile

tambahkan entri berikut ini di /etc/fstab:

 /swapfile               swap                    swap    defaults        0 0

jika semua berjalan lancar, maka pada reboot berikutnya akan muncul layar refit seperti ini:

anehnya, walaupun partisi windows jelas dikenali oleh refit, jika kita memilih boot dari partisi windows, akan masuk dulu ke grub dan kita harus memilih lagi secara manual agar bisa boot ke windows.

jika memang memilih untuk tidak memasang refit, maka untuk memilih boot dari partisi mana bisa dilakukan dengan menahan tombol option saat reboot.

linux driver

driver mac untuk linux bisa dibaca di artikel How to install Ubuntu on a MacBook. khusus untuk macbook saya (generasi pertama yang masih menggunakan prosesor intel core duo), jalur headphone masih tidak bisa mengeluarkan suara, lalu isight baru bisa menyala setelah cold reboot. setting trackpad juga masih belum menemukan yang perilakunya sama seperti setting trackpad yang biasa saya pergunakan di mac os x, sehingga saya lebih suka menggunakan mouse bluetooth. petunjuk menggunakan mouse bluetooth di linux bisa dibaca dalam artikel HOWTO: Bluetooth Keyboard and Mouse. yang menarik adalah compiz (pada hardy heron) langsung bisa aktif di macbook, yang menggunakan 3D accelerator intel GMA 950.

windows driver

bagi yang masih menggunakan tiger, dan pernah menggunakan bootcamp beta, bisa menggunakan windows driver yang sempat dibuat. namun jika harus membuat cd driver lagi, bootcamp assistant sudah tidak bisa dijalankan lagi, karena sudah expired. tapi ini bukan masalah, salinan dari cd driver windows masih bisa ditemukan di:

/Application/Utilities/Boot Camp Assistant.app/Contents/Resources/diskimage.dmg

salin file ini ke tempat lain, dan gunakan Disk Utility untuk membuat cd driver dari file ini.

bagi yang masih memakai tiger dan belum pernah menggunakan bootcamp, bootcamp beta sudah expired dan tidak bisa diunduh lagi dari apple. silakan anda cari sendiri bootcamp beta khusus untuk tiger, atau unduh bootcamp 2.1 (yang sepertinya cuma update driver, dan anehnya tidak bisa dijalankan di instalasi windows xp saya), pilih sesuai dengan jenis windows yang akan dipasang (windows xp, vista 32 bit, atau vista 64 bit; sayangnya tidak ada pilihan untuk xp x64).

bagi pemakai leopard, dvd installer leopard juga berfungsi sebagai dvd driver windows, silakan langsung digunakan.

kondisi saat saya membuat triple boot ini:

  • macbook black 2.0 GHz generasi pertama, masih intel core duo, 2 GB RAM, dan 250 GB hdd, yang sudah terpakai sekitar 90 GB.
  • harddisk internal menggunakan sistem operasi leopard 10.5.2 (sekarang sudah ada update ke 10.5.3).
  • menggunakan bootable harddisk eksternal 80 GB yang berisi sistem operasi tiger, memanfaatkan iDefrag untuk memampatkan harddisk internal 250 GB.
  • menggunakan perintah diskutil resizeVolume dari tiger, dengan pembagian 190 GB mac, 22 GB linux dan 20 GB windows.
  • menggunakan refit sebagai boot manager, dan menggunakan driver windows yang berasal dari bootcamp beta di tiger.

interoperabilitas: masalah jam yang berubah-ubah

dalam keadaan standar, windows memperlakukan hardware time sebagai local time, sementara baik mac os x maupun linux dalam keadaan standar memperlakukan hardware time sebagai universal time (UTC/GMT). maka dari itu setiap kali berpindah sistem operasi dari windows ke linux/mac dan sebaliknya, jam sistem akan selalu berubah.

untuk memperbaiki berubah-ubahnya jam, saya menemukan solusinya di UbuntuTime, yaitu dengan memaksa windows memperlakukan waktu hardware sebagai waktu UTC. caranya adalah dengan membuat file teks fixtimeutc.reg, dan isikan dengan teks sebagai berikut:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\TimeZoneInformation]
     "RealTimeIsUniversal"=dword:00000001

simpan lalu dobel klik file fixtimeutc.reg tadi.

interoperabilitas: akses file dari linux ke hfs/plus dan ntfs

di linux ubuntu hardy heron, fuse dan ntfs-3g sudah merupakan paket standar instalasi. untuk melakukan proses baca tulis ke partisi NTFS semudah memilih menu Places lalu klik volume partisi NTFS, partisi tersebut akan terpasang di /media/[nama volume].

untuk mencari partisi hfs/hfs+ ada di mana, gunakan parted dan perintah print:

$ sudo parted
GNU Parted 1.7.1
Using /dev/sda
Welcome to GNU Parted! Type 'help' to view a list of commands.
(parted) print                                                            

Disk /dev/sda: 250GB
Sector size (logical/physical): 512B/512B
Partition Table: gpt

Number  Start   End    Size    File system  Name                     Flags
 1      20.5kB  210MB  210MB   fat32        EFI System Partition     boot 
 2      210MB   204GB  204GB   hfs+         Untitled                      
 3      204GB   228GB  23.6GB  ext3         Linux Native_Untitled_2       
 4      228GB   250GB  22.1GB  ntfs         DOS_FAT_32_Untitled_3         
                                                          
(parted) quit                                                             
Information: Don't forget to update /etc/fstab, if necessary.

untuk membaca partisi hfs/hfs+ bisa menggunakan perintah mount seperti ini:

sudo mount -t hfsplus /dev/sda2 /mnt

menurut HOWTO hfsplus, partisi hfs+ hanya bisa ditulis jika fitur journalling-nya dimatikan.

interoperabilitas: akses file dari windows ke hfs/hfs+ dan ext3

agar windows dapat mengakses partisi mac, bisa digunakan aplikasi macdrive.

untuk partisi ext3, akses baca tulis bisa dilakukan dengan menggunakan Ext2 IFS for Windows. untuk alternatif lainnya, bisa dibaca di Ext3 in windows, walaupun kebanyakan hanya menawarkan read only.

interoperabilitas: akses file dari mac os x ke ext3 dan ntfs

mac os x secara default bisa membaca partisi ntfs, walaupun belum bisa menulisinya. untuk bisa menulis ke partisi ntfs, bisa dipergunakan aplikasi paragon ntfs, atau alternatif gratisnya adalah kombinasi macfuse dan ntfs-3g.

sementara untuk membuat mac bisa baca/tulis ext3, sebenarnya ada petunjuk di artikel How to mount ext3 partition on Mac OS X Leopard startup ?, namun saya belum sempat mencobanya sendiri.

referensi

Read Full Post »

sewaktu saya melakukan pembaruan komputer kemarin, saya memasang 4 GB memori. namun ternyata hanya 3.25 GB yang bisa dimanfaatkan oleh windows XP, walaupun saya sudah menambahkan opsi /3GB di boot.ini. opsi /3GB rupanya hanya memindahkan pengalamatan yang direservasi oleh sistem operasi ke bagian atas dari 3 GB, dan bukan berarti bisa memanfatkan secara keseluruhan 4 GB memori. karena keterbatasan sistem operasi 32 bit, pengalamatan maksimum adalah 4 GB. setelah dikurangi alamat yang sudah direservasi oleh sistem operasi, maksimal memori yang bisa dimanfaatkan dari 4 GB hanyalah 3.25 GB, ada 750 MB memori yang tidak bisa dipergunakan sama sekali.

karena alasan 750 MB memori yang tak bisa dipergunakan ini akhirnya saya coba untuk mencoba sistem operasi 64 bit. awalnya saya mencoba hardy heron 64 bit, namun sayangnya selalu gagal sewaktu mencoba loading kernel. lalu saya mencoba windows XP x64 SP2, instalasi berhasil namun perangkat pengendali audio mengalami kegagalan, terjadi masalah servis audio windows selalu gagal diakses. akhirnya dicoba sekali lagi fresh install windows XP x64 SP2, kali ini dengan berusaha memasang driver-nya satu persatu, kali ini perangkat audio (realtek HDA) bisa berjalan dengan mulus. hanya ada satu perangkat yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu linksys WMP54GS. perangkat dikenali oleh windows XP x64, namun tidak berhasil melakukan koneksi ke access point yang menggunakan WPA-Personal. tidak terlalu masalah sih, karena akses internet masih bisa dilakukan dengan menumpang jalur LAN kabel memanfaatkan komputer lain sebagai gateway.

windows XP x64 bisa menggunakan seluruh 4 GB memori yang ada. dan berhubung ada isu akan ada kenaikan harga memori, ditambah harga BBM yang kemungkinan besar akan naik (dan kalau BBM naik sepertinya harga-harga barang lain akan ikut naik), saya memutuskan untuk menambah lagi jumlah memori sampai dengan 8 GB. sekarang komputer saya yang baru ini saya pakai lagi untuk memainkan game yang cukup tua umurnya, yaitu oblivion. terasa sekali bedanya dibandingkan sewaktu menggunakan komputer yang lama, tidak ada jeda atau lag sewaktu dalam permainan, walaupun saya lebih yakin ini disebabkan oleh kartu grafis yang baru, bukan oleh jumlah memori yang mencapai 8 GB, lagipula oblivion masih merupakan aplikasi 32 bit.

situs yang sangat informatif dan berguna bagi yang baru beralih ke sistem operasi 64 bit adalah start64.com, saya menemukan banyak driver dan aplikasi 64 bit dari sana. situs ini membahas linux maupun windows 64 bit. lalu jika melakukan instalasi aplikasi 64 bit, dan punya kebiasaan menggunakan total commander sebagai file manager seperti saya, harus mengubah kebiasaan sedikit: jangan gunakan total commander sebagai launcher setup aplikasi 64 bit, karena beberapa instalasi akan nyasar dianggap sebagai aplikasi 32 bit. gunakan windows explorer untuk menjalankan setup.

Read Full Post »

setelah menghadiri acara pertemuan dengan menkominfo kemarin malam, di rumah saya dihadapkan dengan masalah baru sewaktu mencoba melakukan koneksi remote desktop:

dari hasil googling, ternyata hal ini merupakan fenomena yang terjadi serentak di tanggal 7 april 2008, dan semuanya ternyata menimpa instalasi windows xp SP3 RC versi lama. solusi satu-satunya adalah dengan membatalkan instalasi SP3 (uninstall), dan kalau masih ingin tetap pakai SP3, lakukan instalasi ulang SP3 RC2 versi refresh. versi refresh ini juga menyelesaikan problem high definition audio tidak dikenali di SP3.

[ UPDATE ]

barusan saya coba di rumah, ternyata SP3 RC2 refresh ini bisa di-install langsung menimpa SP3 versi lama, jadi tidak perlu proses uninstall terlebih dulu.

Read Full Post »

Older Posts »