Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘uneg-uneg’ Category

pertama, mari kita cerahkan dulu apa yang sebenarnya dibicarakan.

ini rekaman dari RCTI:

ini rekaman dari metroTV:

sayang yang dari metrotv tidak lengkap rekamannya (ada yang bisa menyediakan rekaman lengkapnya?). tapi jelas terlihat bahwa ruby menunjukkan bagian ATM mana saja yang perlu diwaspadai, seperti mulut ATM dan kemungkinan peletakan spycam. dari sudut pandang saya, yang ruby lakukan adalah peningkatan kewaspadaan publik tentang kemungkinan sebuah ATM dipasangi oleh alat skimmer.

sayang saya sebenarnya sudah malas nonton TV, jadi tidak tahu apakah ada lagi acara lain yang menayangkan lebih jauh atau lebih detil lagi.

cuma dulu di waktu saya kebetulan lagi di depan TV, saya pernah melihat sebuah acara investigasi pemalsuan minyak kayu putih. di acara tersebut diperlihatkan langsung para pelakunya (dengan muka disamarkan tentunya). modus operandinya dibeberkan mulai dari pengumpulan botol bekas, cara mengoplos minyak kayu putih, cara menyegel kembali botol plastiknya, dan lengkap sampai bagaimana mereka mendistribusikan ke warung-warung kecil di pinggiran kota dan pedesaan. akhir acara diperlihatkan efek dari penggunaan minyak kayu putih palsu ini: kulit akan mengalami reaksi seperti alergi, memerah dan gatal-gatal. juga dijelaskan salah satu cara mendeteksi sebelum mengoleskannya adalah dengan mengocok botol dengan keras; jika busa yang timbul lama hilangnya, kemungkinan besar itu minyak kayu putih yang palsu. saya pernah mengobrolkan hal ini di koperasi kantor, dan ternyata ibu penunggu koperasi pernah mengalaminya sendiri, mengoleskan minyak kayu putih ke anaknya, tapi malah kulit anaknya jadi merah dan gatal-gatal.

cerita di atas tentu bisa dipandang sebagai:

  1. mengedukasi masyarakat umum agar berhati-hati terhadap minyak kayu putih yang harganya terlalu murah, menimbulkan gatal-gatal jika dioles, atau jika dikocok busanya sukar hilang, ATAU;
  2. acara tersebut merupakan pendidikan gratis tentang bagaimana cara menghasilkan uang dengan cara mengoplos minyak kayu putih.

 
saya sih cenderung ke no 1 ya.

namun sayangnya, merujuk ke Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) & Standar Program Siaran (SPS):

Bagian Kelima
Pelarangan Pemberitaan Kekerasan dan Kejahatan
Pasal 29

Pemberitaan kekerasan dan kejahatan dilarang sebagai berikut:

a. menyajikan rekonstruksi yang memperlihatkan secara rinci modus dan cara-cara pembuatan alat kejahatan atau langkah-langkah operasional aksi kejahatan;

memang sebenarnya acara yang menayangkan proses pemalsuan minyak kayu putih tersebut melanggar aturan di atas. cuma, untuk kasus ruby, bisa diperdebatkan di masalah apakah rinci atau tidak, namun bagi saya, memandang kasus ruby atau bahkan minyak kayu putih tadi adalah untuk mendidik para penjahat (howto buat penjahat) adalah pandangan yang salah, seperti beda pandangan antara half empty vs half full.

cuma ada yang pernah bilang, melihat sebuah persoalan itu jangan hanya sebagian, sekarang mari kita coba lihat secara keseluruhan.

kasus ini diawali oleh tindakan roy suryo mengirimkan SMS baik ke wartawan maupun ke polisi. bisa kita lihat RS punya vested interest di sini; di berbagai sidang pengadilan yang memanggil baik RS maupun ruby sebagai saksi ahli, kesaksian RS (yang memang lebih penuh nuansa pendapat pribadi ketimbang penjelasan teknis) sering dibantah secara teknis oleh ruby. di sini bisa dilihat dengan jelas bahwa RS punya motif untuk menjelekkan ruby. bahkan dalam SMS-nya, RS berani bilang dia tidak tahu apakah ruby itu ahli atau tidak, sementara mereka berdua sudah berulang kali dipanggil dalam persidangan.

berikutnya, rekam jejak dari RS sendiri di berbagai media bahkan lebih vulgar ketimbang ruby: memperlihatkan foto-foto cabul, mempermalukan orang lain karena kesimpulan foto cabulnya yang salah (ingat kasus foto topless artika yang ternyata itu adalah foto kontes bencong thailand)? yup, RS menyatakan itu foto asli artika. jadi apa yang dikeluhkan oleh RS tentang perbuatan ruby yang baru sekali melakukannya, sudah dilakukan berulang-kali oleh RS sendiri. apalagi itu jelas dilarang dalam Pedoman Perilaku Penyiaran sendiri di Pasal 29 ayat d:

d. menyajikan materi pemberitaan yang dalam proses produksinya diketahui mengandung muatan rekayasa yang mencemarkan nama baik dan membahayakan objek pemberitaan;

saya sendiri langsung melihat ini hanyalah daya upaya dari RS untuk menjatuhkan citra ruby. dan sayangnya seorang kadiv humas polri, edward aritonang malah mendukung upaya RS ini dengan melaporkan ruby ke KPI, diiringi ancaman halus kalau memang dari KPI terbukti tayangan tersebut melanggar Pedoman Penyiaran, polisi bisa menindak-lanjuti ke kasus pidana. di siaran radio elshinta yang saya dengarkan pagi ini, edward menyatakan bahwa tayangan ruby membuat para penjahat segera mencabut alat skimmer-nya dari ATM untuk menghilangkan barang bukti. saya tidak tahu apakah ini murni pernyataan pribadi dari edward, ataukan pernyataan yang mewakili mabes polri selaku kapasitasnya sebagai kadiv humas, karena modus operandi para skimmer ATM itu adalah memasang alat skimmer-nya hanya dalam hitungan jam, untuk menghindari alat tersebut dipergoki oleh petugas yang hendak mengisi uang tunai ke mesin ATM misalnya. jadi tidak masuk akal mengajukan alasan tayangan ruby ini akan membuat penjahat menghilangkan barang bukti dari ATM.

edward sendiri menambahkan bahwa edukasi ke publik memang diperlukan, namun harus menjaga bagian-bagian yang detail tidak perlu ditayangkan. beliau memberi contoh himbauan dari polri: ketika masuk ke ATM agar waspada dan memperhatikan adanya benda yang mencurigakan di ATM. apakah himbauan ini cukup membantu? saya pribadi jelas-jelas menyatakan tidak. bagaimana kita tahu apa yang mencurigakan di ATM jika kita tidak diberitahu apa yang harus diperhatikan, seperti yang sudah ditunjukkan caranya oleh ruby?

belum lagi kenyataan bahwa pihak nasabah sebenarnya dalam posisi yang lemah ketika berhadapan dengan bank. belum ada UU dan peraturan yang melindungi proses transfer dana, jadi nasabah benar-benar tergantung pada belas kasihan dari pihak bank. namun karena ternyata banyak nasabah yang menjadi korban, dari berita radio hari jumat kemarin saya dengar kerugian telah mencapai 5 milyar rupiah dari 200 nasabah dari 1 bank, bank tentu saja memilih solusi yang paling murah: menggantikan uang nasabah yang hilang, ketimbang harus mengalami bank rush karena kehilangan kepercayaan dari nasabah yang lain, atau mengganti sistem kartu magnetik ATM ke sistem smart card, yang tentunya akan menelan biaya yang jauh lebih besar lagi. salah satu alasan yang diajukan oleh pihak bank dalam siaran radio hari jumat itu adalah di negara lain masih banyak yang menerapkan sistem kartu magnetik, sehingga dikhawatirkan sistemnya tidak akan kompatibel.

lalu siapa sebenarnya yang harus bertanggung-jawab? seperti di tulisan sebelumnya, seharusnya pihak bank yang melakukan edukasi terhadap nasabah, untuk menjaga kemungkinan pencurian data dan PIN dari ATM yang sudah terpasang alat skimmer. namun kenyataannya, justru ruby yang tampil dan mengedukasi masyarakat umum mengenai hal ini. dan seperti kata erlangga masdiana, kriminolog dari universitas indonesia, justru pihak polri dan perbankan yang seharusnya berterima kasih kepada ruby atas tayangan mengenai skimmer ATM, dan bukannya malah melakukan tindakan kontra-produktif seperti mempermasalahkan tayangan ini dan malah melaporkannya ke KPI.

Iklan

Read Full Post »

rekor

rekor

akibat huruhara kontes SEO, trafik blog saya melonjak drastis, dalam satu hari kemarin ada 1551 hits. sebuah rekor untuk blog saya, yang paling tingginya paling cuma 400-an hits sewaktu heboh maxgain.

namun seperti kata pepatah, makin tinggi pohon, makin banyak angin yang menerpa.

saya dicap sebagai seorang blogger senior, yang memaksakan tirani di blogosfer indonesia, bersikap arogan dan sangat inklusif (red: mungkin maksudnya eksklusif kali ya, maklum lagi emosi), dan anggota dari sebuah konspirasi perkoncoan yang membela komunitasnya, hanya karena punya pendapat yang sama.

tapi sudahlah. saya lebih tertarik mencari tahu awal mula huru-hara ini. sewaktu memasuki forum adsense-id, ternyata wadehel menjadi korban ulah salah satu anggota mereka. padahal yang dilakukan wadehel cuma ini:

Benar, hanya itu yang saya lakukan. Menganggap 2 trekbek dari Biho dan blog satu lagi (mungkin itu punya ajemanis) sebagai spam, pending sampai saya tahu manfaatnya, atau terhapus otomatis setelah 30 hari.

kemudian yang dilakukan nenda adalah ini:

Lalu, saya mengambil keputusan untuk melaporkan 2 peserta lomba tersebut pada hari sabtu itu. Ternyata kedua blog tersebut disuspend beserta blog-blog lainnya yang entah mendapat laporan dari mana.

ini tulisan dari ajemanis:

yang jadi masalah adalah, benar menurut beberapa jawaban yang udah ditulis beberapa teman saya sebelumnya, bahwa kenapa blog anda yang jadi target? karena andalah yang pertama kali men-spamkan ‘kami’. dan 1 jam setelah saya membaca komentar anda yang men-spamkan kami, saya langusng buat postingan baru loh di blog yang telah tersuspend itu, bahwa blog saya -itu- telah anda masukkan ke askimet dan anda ngga tau akan imbasnya apa?

baik wadehel maupun calupict sama-sama hanya melaporkan 2 blog. itu pun wadehel cuma melakukan pending.

sekarang kita lihat apa yang ditulis oleh priyadi:

Kolom komentar blog ini juga tidak jarang menjadi tujuan para kontestan yang bertopi hitam ini. Sejak beberapa hari yang lalu, secara bertubi-tubi blog saya ini menerima spam ngadutrafik. Tentunya hal tersebut langsung saya laporkan sebagai spam ke Akismet.

Oh ya, perlu diingatkan bahwa kolom komentar saya dilengkapi dengan pelindung nofollow. Dalam Bahasa Indonesia, artinya URL pada kolom komentar tidak akan diperhitungkan dalam menentukan peringkat mesin pencari. Bagi anda yang melalukan spam komentar sejak minggu lalu, anda boleh berhenti sekarang :). Tapi nofollow atau tidak, semua komentar dari situs peserta ‘ngadutrafik 2007′ akan saya hapus.

perhatikan yang saya cetak tebal. tulisan priyadi bertanggalkan 24 april 2007, sementara kontes dimulai setelah tanggal 19 april 2007. kalau para oknum adsense-id-ers itu melampiaskan kekesalan mereka ke wadehel dan calupict hanya karena mereka menuliskan tindakan mereka lebih dulu ketimbang priyadi, mereka salah alamat. saya yakin banyak yang berusaha memasukkan komentar dan atau trackback ke blog priyadi, yang semuanya dimasukkan ke akismet oleh priyadi. jadi kalau memang para adsense-id-ers itu merasa mereka terkena suspend dikarenakan ada yang memasukkan blog mereka ke akismet, mereka melihat ke arah yang salah.

tentu saja saya sudah berusaha mengemukakan fakta ini ke forum mereka. jawaban pertama adalah ini:

Bagaimana dengan ini ? Anda menulis diblog.. dengan informasi yang tidak upto date.. ini sangat berbahaya…

Mohon jangan ada yang terpancing dengan teknik adu domba ryosaeba itu..hanya teknik yang dilakukan penjajah pada negri kita…

Memang sudah semestinya kita akhiri ribut-ribut ini.. tinggal ngurusi yang sudah jadi korban agar dapat hidup kembali…

cape de
cape deh.

Read Full Post »

indonesiaku…

tenggelammasih terngiang peristiwa tenggelamnya kapal senopati nusantara dan lavina I, ketika rekan saya dedhi menunjukkan sebuah berita di detik:

Jakarta – 15 Kapal roll on roll off (roro) di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni kembali beroperasi setelah sempat di-grounded. Lalu lintas di pelabuhan itu pun kembali lancar.

Tidak tampak lagi penumpukan kendaraan yang ingin menyeberang. “Sekarang sudah beroperasi semua. Sudah ada 15 kapal yang beroperasi,” kata Dirjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, Harijogi, di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (10/4/2007).

Kapal-kapal roro itu dilarang beroperasi sejak 5 April 2007 karena tidak memenuhi kelaiklautan kapal. Namun setelah diperbaiki, semua kapal kembali diperbolehkan berlayar. “Pekan ini semua sudah beroperasi,” katanya.

Menurut Harijogi, penumpukan kendaraan tidak hanya disebabkan karena penghentian operasi kapal roro tapi juga karena libur panjang selama 3 hari.

Untuk antisipasi ke depan, Dephub akan mengoperasikan kapal roro cadangan.(ken/nrl)

ada beberapa fakta yang saya tebalkan dalam berita di atas:

  • ada 15 kapal yang di-grounded.
  • kapal grounded sejak tanggal 5 april 2007.
  • ada libur panjang selama 3 hari.
  • sekarang tanggal 10 april 2007.

semoga saja saya yang salah berhitung, dari fakta di atas berarti hanya dibutuhkan 1 hari untuk memperbaiki 15 kapal yang tidak laik laut.

Read Full Post »

abonemen
ada dua milis yang kerap menggunakan istilah abodemen alih-alih abonemen, yaitu indocell dan gadtorade. bagi orang lain mungkin ini adalah hal biasa, namun buat saya hal ini cukup annoying, mirip seperti melihat orang lain menuliskan worthed (worth it), no hurt feeling (no hard feeling), bandwitch (bandwidth), bounching (bouncing), speachless™ (speechless), replay (reply) dan seterusnya.

baru saja tadi pagi saya melemparkan topik abonemen vs abodemen di milis id-gmail, hanya untuk menemukan di sore harinya bahwa saya sudah pernah melemparkan topik yang sama 2 tahun yang lalu. mengingat dalam jarak waktu 2 tahun ini ternyata masih tetap banyak orang menggunakan istilah abodemen, tampaknya istilah ini masih lama akan tetap eksis dan melekat di dalam berbagai percakapan di milis.

apakah anda termasuk yang tidak tahu mana yang benar? coba cari ini di google:

abonemen site:wiktionary.org

hasilnya adalah 8 hit untuk kata abonemen ini. sekarang coba abodemen:

abodemen site:wiktionary.org

hasilnya? silakan coba sendiri.

Read Full Post »

generasi instan

mie instansaya pertama kali kenal dunia maya ketika saya kuliah dulu, sekitar tahun 1994. sebelum kenal dengan internet, sebelumnya saya berkenalan dengan dunia BBS, bulletin board system. di sini saya belajar untuk pertama kali apa itu netiket, dengan cara yang agak memalukan, yaitu ditegur oleh sysop (system operator) ketika saya menulis mail dengan signature ASCII art kapal enterprise NCC-1701D. namun pengalaman adalah guru terbaik, dan dari sini saya mulai mempelajari apa itu netiket.

salah satu netiket yang saya pegang teguh sampai sekarang adalah jika masuk ke sebuah komunitas yang baru, pelajari dulu apa yang berlaku di sana. yang paling jelas adalah membaca aturan yang tertulis, seperti baru masuk milis atau sebuah forum, namun yang tidak kalah penting adalah mempelajari suasana, tulisan apa yang disukai dan tidak disukai, siapa yang berpengaruh di sana dan lain sebagainya, yang tidak bisa ditemukan pada aturan tertulis. cara paling ampuh untuk mempelajari hal ini adalah dengan melakukan lurking, atau diam saja tanpa menulis / posting sesuatu selain perkenalan diri. saya biasanya melakukan lurking ini selama paling tidak dua minggu untuk mempelajari suasana sebuah komunitas yang baru saya masuki.

namun dengan semakin meluasnya akses internet, semakin banyak tipe manusia yang terpapar ke internet, dan ada satu tipe yang saya sebut sebagai generasi instan. generasi instan ini sangat kuat egonya, segala hal adalah saya, saya dan saya, sehingga ketika mereka baru masuk ke sebuah komunitas, mereka menuntut pengakuan atas eksistensi mereka secara instan, tanpa mempelajari komunitas itu terlebih dahulu. akibatnya mudah ditebak, terjadi riak-riak keributan dari ego generasi instan yang tidak menerima bahwa mereka tidak dipedulikan, dan terjadi reaksi resiprokal dari penghuni lama sebuah komunitas karena merasa generasi instan ini tidak menghormati tata krama yang berlaku di komunitas tersebut.

hasil akhir dari proses ini umumnya cuma dua: sang generasi instan itu terpinggirkan oleh komunitas dan terusir keluar dari komunitas tersebut, atau sang generasi instan ini belajar the hard way bahwa apa yang dia lakukan itu kurang elegan. contoh kasus yang mirip antara lain blogger yang menutup blog-nya akibat tidak dikomentari oleh seleb blog, yang dikomentari oleh risiyanto bahwa bayi pun tidak bisa langsung berlari ketika baru lahir.

*ditulis ketika terjebak hujan di mega kuningan*

Read Full Post »

motivasi

belakangan ini santer kampanye untuk tidak meninggalkan komentar di (the so called) seleb blog. ada banyak yang ikut serta dalam kampanye ini, yang menurut saya pribadi lebih merupakan sentilan atas tindakan seorang blogger yang menutup blog-nya karena kecewa tulisannya tidak dikomentari oleh sang selebritis blog.

bagi saya, tindakan blogger yang menutup blog-nya di atas membuat saya mempertanyakan apa yang sebenarnya yang memotivasi mantan blogger tersebut untuk memulai blog-nya. kalau memang motivasi dia menulis blog adalah agar dikomentari orang lain, terutama oleh “seleb blog”, komentar dari saya adalah sukurlah blog tersebut ditutup, karena memang tujuan menulis blog tersebut tidak tercapai.

motivasi saya sendiri untuk menulis dalam blog ini (dan blog saya yang lain) adalah untuk meninggalkan jejak di dunia ini. sebuah pemikiran tidak akan pernah ikut mati, kecuali jika pemikiran tersebut tidak pernah tertulis atau hanya merupakan perbincangan dengan orang lain, yang belum tentu bisa menerima pemikiran tersebut dalam cara pandang yang sama. dengan meninggalkan tulisan di dalam blog, saya berharap pemikiran saya bisa hidup jauh lebih panjang walaupun saya sudah tiada nanti. jadi, saya tidak terlalu peduli apakah ada yang akan mengomentari tulisan saya atau tidak, itu bukan tujuan utama saya.

hal lain yang membuat saya tergelitik menulis tema motivasi ini adalah soal kepemilikan kartu kredit. di sebuah milis sempat didiskusikan bagaimana cara memilih kartu kredit yang akan dimiliki, dan ada yang mengunggulkan kartu kredit bank tertentu yang bunganya kecil. bagi saya, bunga yang kecil bukanlah sebuah keunggulan, karena motivasi saya memiliki sebuah kartu kredit itu bukan untuk berhutang, namun mencari kepraktisan seperti tidak perlu membawa uang tunai yang banyak di dalam dompet, dan juga memperlancar urusan transaksi di internet.

lalu hal terakhir yang sepertinya merupakan sebuah blunder lagi dari pemerintah, yaitu apa motivasi pemerintah di balik nota kesepahaman dengan microsoft senilai 370 milyar rupiah. tidak adanya studi yang menjelaskan mengapa microsoft yang dipilih hanya akan membuat orang bertanya-tanya, apakah memang ada udang di balik bakwan atau memang memperlihatkan kemalasan pemerintah yang sudah telanjur terbuai mempergunakan perangkat lunak bajakan, atau mungkin kedua-keduanya.

Read Full Post »

hari ini saya iseng membaca sebuah mailing list yang sudah jarang saya baca, dan menemukan lagi signaturebahasa menunjukkan kasta” ternyata masih dipergunakan oleh seseorang di sana.

kalau mau diberikan contoh tentang “bahasa menunjukkan kasta” ini, sebenarnya saya melihat dengan mata kepala sendiri “bahasa” yang dipergunakan oleh sebagian kecil pengendara harley ini. kejadiannya malam hari tanggal 6 agustus 2006, ketika itu saya sedang pulang dari kegiatan bermain skirmish airsoft di parung, bogor. saya waktu itu mengendarai mobil ke arah jakarta di jalan raya parung, dan terjebak dalam kemacetan menjelang sebuah pasar.

dalam kemacetan itu dari arah belakang ada suara sirine meraung-raung, lengkap dengan lampu rotator berwarna merah. karena kejadiannya malam hari, saya tidak bisa melihat dengan jelas kendaraan apa yang menyalakan sirine itu, namun saya tetap berusaha meminggirkan mobil agar kendaraan tersebut bisa lewat.

ternyata yang menyalakan sirine itu adalah sebuah voorijder yang membuka jalan untuk sebuah konvoi harley. sampai saat itu saya masih bisa memaklumi bahwa mereka ingin segera cepat melewati kemacetan pasar (saya pribadi juga inginnya tidak terjebak kemacetan), dan mereka memanfaatkan voorijder itu untuk membuka jalan.

namun selang beberapa saat setelah voorijder menjauh meninggalkan kemacetan, konvoi tersebut ternyata masih panjang, atau mungkin ada beberapa pengendara harley yang tertinggal. di depan saya ada seorang kenek truk yang berusaha memandu truk untuk keluar dari pasar dan masuk ke jalan raya. di saat kenek tersebut sudah berhasil memandu truk itu hingga sepertiga bagian dari truk bisa memasuki jalan, muncul rombongan harley yang agak terpisah dari konvoi. pada saat itu, bisa dilihat dengan jelas dan gamblang “bahasa tubuh” para pengendara harley tersebut. sedikitnya ada tiga pengendara yang saya lihat berzig-zag menghindari truk sambil BERUSAHA MENENDANG kenek truk tersebut dengan kaki kirinya.

jadi, memang benar ternyata, bahasa menunjukkan kasta. satu-satunya yang saya sesali dari kejadian itu adalah saya tidak sempat merekam video kejadian tersebut dengan kamera saya.

tentu saja, saya tidak terlalu menyalahkan pemilik signature tersebut. di sini kata kuncinya mungkin adalah conviction, atau keyakinan atas suatu hal. hal yang dimaksud di sini adalah keyakinan bahwa sebagai pengendara harley dia memang tidak pernah melakukan hal seperti itu, dan karena kasus orang lain yang menyatakan kekesalannya dengan bahasa yang menurut beliau “lebih rendah” (penuh dengan kata-kata kasar), maka muncul reaksi pembelaan diri “bahasa menunjukkan kasta” tersebut, yang sebetulnya cuma menghindari pokok masalah, bukan ke masalah itu sendiri, yang walaupun diri sendiri tidak pernah melakukan, namun bukan berarti semua pengendara harley yang lain tidak juga melakukannya.

ambil contoh saya sendiri yang sekarang sedang sangat tergila-gila dengan airsoft. bisa dibilang memegang sebuah airsoft membutuhkan sebuah kedisiplinan diri agar tidak menyalah-gunakan mainan yang bentuknya sangat menyerupai senjata api ini. saya dan tim saya, STARS, mungkin sudah memegang teguh bahwa permainan airsoft adalah sebuah olahraga yang membutuhkan kedisiplinan relatif tinggi untuk menjaga keselamatan baik diri sendiri maupun lingkungan sekitar, namun kita juga tidak bisa menutup mata bahwa masih bermunculan penggunaan negatif dari airsoft ini, seperti para demonstran kedutaan AS di Indonesia yang mengacung-ngacungkan replika AK-47 dan bahkan ada yang menembakkan airsoft tersebut ke arah kendaraan kedutaan. walaupun hal ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab, dampaknya juga akan sangat dirasakan oleh yang lainnya, yang telah berusaha mempergunakan airsoft ini secara bertanggung-jawab. salah satu contoh dampaknya yang mungkin sangat ekstrim adalah airsoft dianggap sebagai barang terlarang oleh pemerintah. dan kalau sampai dilarang, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang sudah ada contoh jelas penyalah-gunaannya oleh para demonstran itu.

Read Full Post »

Older Posts »