Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘review’ Category

snowpiercer

awalnya saya cuma iseng mengecek daftar film yang diputar di Blitzmegaplex. saya melihat film Snowpiercer sedang dipromosikan, dan cek ke IMDB, rupanya mendapatkan skor lumayan, 7.6. saya konfirmasi ke Shinta Setiawan dan Indavanetta, keduanya merekomendasikan film ini.

snowpiercer cast

saya benar-benar tidak tahu apa-apa tentang film ini, kecuali bintangnya adalah Chris Evans, sang Captain America, dan satu pemeran pendukungnya adalah Tilda Swinton, artis favorit saya. saat masuk bioskop, saya baru tahu kalau ternyata ini film Korea yang disutradari oleh Bong Joon-ho. which it could fooled me, karena sampai sekitar seperempat awal film sama sekali tidak ada aktor Korea yang muncul di layar, yang didominasi oleh aktor barat, kecuali kondektur kereta yang tampaknya orang Asia (entah Jepang atau Korea).

film dimulai dengan narasi awal mula mengapa bumi menjadi dunia es distopian: para pemimpin dunia mulai mencemaskan pemanasan global, dan para ilmuwan menciptakan sebuah zat yang jika disebarkan ke atmosfir, akan menurunkan suhu bumi. eksperimen berjalan terlalu bagus: suhu bumi turun dengan cepat dan membuat bumi memasuki iklim jaman es. seluruh kehidupan di permukaan bumi punah, kecuali beberapa gelintir ribuan manusia yang naik kereta yang bergerak mengelilingi bumi yang namanya menjadi judul film ini: Snowpiercer.

setelah belasan tahun berhasil mempertahankan hidup, sisa manusia yang tinggal di kereta itu terbagi menjadi dua kelas: kelas atas yang tinggal di bagian depan kereta dan membentuk sistem tirani untuk mengendalikan kelas bawah yang miskin dan tinggal di bagian belakang kereta. dan inilah yang menjadi benang merah film: pemberontakan kelas bawah atas tirani kelas atas.

sepintas plotnya terlihat sederhana, kelas bawah melawan kelas atas. dan memang sampai dua pertiga film saya masih meyakini plot ini, ditambah misteri tentang sang pemilik kereta Wilford yang tak pernah tampak ataupun terdengar berbicara namun begitu dipuja dan didewakan oleh kelompok kelas atas. namun apa yang benar-benar terjadi tidak sesederhana itu, dan di sepanjang film ada berbagai petunjuk kecil bagi yang awas yang sangat menjelaskan kesimpulan akhir film yang sangat mengejutkan saya.

saat menonton saya merasakan adegan-adegan di film ini seperti adegan komik. dan baru belakangan saya tahu bahwa memang sumber cerita film ini adalah graphic novel Le Transperceneige. bahkan ada adegan yang mengingatkan saya pada video game Bioshock, yang memang memiliki plot device yang mirip: sebuah lingkungan artifisial yang terlepas dan mandiri dari lingkungan sekitarnya. ok, begitu saya menuliskan artifisial, maka tidak salah kalau film ini juga sedikit mengingatkan pada The Matrix.

Indavanetta sendiri mengatakan film ini penuh dengan metafora, dan saya setuju. manusia berada di ujung kepunahan, dan punya sedikit pilihan: apakah meneruskan lingkungan represif yang sudah terbukti bisa membuat mereka bertahan hidup, ataukah ada pilihan lain yang bisa meruntuhkan sistem tirani tadi tapi dengan resiko punahnya seluruh umat manusia?

akhir kata, saya sangat merekomendasikan untuk menonton film ini. sepanjang tahun 2013, jarang ada film yang bisa meramu aksi dengan sebuah cerita yang tidak dangkal, dan Snowpiercer adalah salah satu film yang berhasil meramu dua hal ini.

Read Full Post »

Oppo Digital adalah sebuah perusahaan manufaktur elektronik dari Dongguan, Guangdong, Cina. Produk flagship-nya adalah Oppo Find 5, yang saat dirilis bulan Februari 2013 meraih berbagai pencapaian pertama:

  • ponsel pintar Android pertama dengan layar 5″ IPS resolusi Full HD 1080p alias 1080 x 1920 piksel dengan 16 juta warna
  • ponsel pintar pertama yang menggunakan teknologi hardware HDR (high dynamic range)
  • ponsel pintar pertama dengan PPI (pixel per inch) tertinggi, 441 ppi, jauh meninggalkan retina display yang cuma 326 ppi

kotak Oppo Find 5

Dimensi ponsel pintar ini adalah 141.8 x 68.8 x 8.86 mm dengan berat 165 gram. Anehnya ketika dibandingkan dengan Samsung Galaxy Note II yang berukuran lebih besar, Find 5 ini terasa sekilas lebih berat, dan ternyata ini tidak benar, seharusnya Note II lebih berat di 183 gram. Kemungkinan dimensi Note II yang berukuran 5.5″ serta terbuat dari plastik membuatnya seolah lebih ringan ketimbang Find 5.

membuka kotak

Find 5 ini ditenagai oleh CPU Quad-core 1.5 GHz Krait dengan chipset Qualcomm APQ8064 Snapdragon, dan untuk grafis menggunakan GPU Adreno 320. RAM 2 GB membuat sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean berjalan dengan mulus, dan tersedia pilihan 16 GB atau 32 GB untuk media penyimpanan internal. Sensor yang tersedia antara lain accelerometer, gyro, kompas elektronik, proximity sensor sehingga bisa menjawab panggilan masuk dengan hanya mendekatkan ponsel ke telinga. Untuk menentukan lokasi dengan presisi Find 5 dilengkapi dengan A-GPS, sayangnya belum mendukung GLONASS. Seorang member milis id-android, Indra D. Kusuma, menginformasikan seharusnya chipset Qualcomm yang dipakai sudah mendukung GLONASS, dan ternyata setelah saya uji dengan aplikasi GPS Test, memang benar satelit GLONASS terdeteksi.

  1. Oppo Find 5
  2. Desain
  3. Kerapatan Layar
  4. Pemakaian Sehari-hari
  5. Benchmark
  6. Foto & Video
  7. Kesimpulan
  8. Galeri

Read Full Post »

Review Nexian 8Mini

Sudah seminggu ini saya mendapatkan sebuah tablet Android Nexian 8Mini, atau dikenal juga sebagai Nexian Mi820. Saat ini Nexian 8Mini hanya bisa didapatkan dari Lazada, dengan harga Rp. 1.499.000.

Unboxing

Kotak 8Mini

Kotak 8Mini

Datang dalam warna putih, sepintas terlihat mirip iPad Mini. Dan memang ketika saya bawa ke tempat kerja, beberapa rekan kerja mengira saya menggunakan iPad Mini.

Nexian 8Mini Indosat Superwifi & Jelly Bean

Nexian 8Mini Indosat Superwifi & Jelly Bean

Nexian 8Mini ini juga dibundel dengan Indosat Super WiFi, serta sudah bersistem operasi Android Jelly Bean 4.1.1.

Spesifikasi

Spesifikasi

Spesifikasi seperti yang tercetak pada kotak maupun buku manualnya adalah:

  • Layar 8 inci kapasitif (1024 x 768)
  • Dimensi 199.5 x 151.5 x 9.5 mm
  • Berat 427 gr
  • Prosesor ARM Cortex A9 Dual Core 1.5 GHz
  • GPU Mali400 Quad Core
  • RAM 1 GB dan media penyimpan 8 GB
  • Wi-Fi (Single Band 2.4 GHz)
  • HDMI Output
  • 3.5 mm audio jack
  • MicroSD slot (sampai dengan 32 GB)
  • Batere 4000 mAH
  • Garansi 12 bulan
Opening the box

Opening the box

Kotak dilindungi oleh dua buah segel, dan ketika dibuka, tablet masih diberi pelindung layar dan sebuah kartu ucapan selamat.

Congratulation

Congratulation

Kartu ucapan selamat dari CEO Lazada, Harijadi (@harijadiP).

Please ped off

Please ped off

Ped off“? Apakah mungkin yang dimaksud adalah peel off?

Box dibuka, tampak belakang Nexian 8Mini

Box dibuka, tampak belakang Nexian 8Mini

Tampak belakang. Saya tidak tahu apakah bagian belakangnya ini benar terbuat dari aluminum ataukah plastik bertekstur dengan warna metal aluminum.

Bagian bawah Nexian 8Mini, polos

Bagian bawah Nexian 8Mini, polos

Bagian bawah tablet polos, tidak colokan ataupun tombol.

Bagian atas

Bagian atas

Bagian atas adalah tempat hampir semua colokan yang terdapat pada tablet ini, kecuali slot MicroSD. Dari kanan ke kiri (dilihat dari belakang) terdapat gril untuk speaker tablet, lalu lubang untuk mikrofon, colokan mini HDMI, colokan audio 3.5 mm, colokan listrik DC 5 V, dan terakhir adalah colokan micro USB. Di bawah colokan-colokan tadi terdapat kamera belakang 2 megapiksel, dan di sebelahnya terdapat lubang untuk reset. Saya sudah coba menusuk lubang reset ini, tablet langsung mati (power off).

Slot MicroSD

Slot MicroSD

Di samping kiri tablet dekat dengan kamera belakang, terdapat slot MicroSD (yang dilabeli dengan lambang TF). Walaupun di dalam manualnya dijelaskan ukuran yang didukung sampai 32 GB, saya sempat mencoba mengisi dengan MicroSD dari Samsung Galaxy Note 2 saya yang berukuran 64 GB, dan Nexian 8Mini ini mengenali keberadaan kartu ini namun meminta untuk diformat. Kartu MicroSD dari Galaxy Note 2 ini saya format ke ExFAT, dan tampaknya 8Mini dalam kondisi stok ROM belum mendukung format ExFAT.

Tombol Power dan Volume

Tombol Power dan Volume

Di sisi kanan 8Mini terdapat tombol power/lock dan tombol volume.

Isi Kotak

Isi Kotak

Di dalam paket Nexian 8Mini kita akan mendapatkan:

  1. Kabel USB ke colokan power DC 5 V
  2. Kabel USB host/OTG (On The Go)
  3. Kabel micro USB
  4. Adaptor AC ke USB
  5. Buku manual
  6. Kartu garansi
  7. Brosur lokasi tempat klaim garansi, tersebar di Jawa, Bali, Lombok, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan bahkan sampai Timor Leste

Semua kabel dan adaptor yang didapatkan berwarna putih, senada dengan warna tabletnya.

Bagian depan tablet sama sekali tidak terdapat hard button, semua tombol navigasi mengandalkan soft button pada layar. Dalam kondisi mati total sampai menyala dan bisa dipergunakan membutuhkan waktu sekitar 22 detik.

Read Full Post »

Acer Liquid Metal

Acer Liquid Metal adalah smartphone android 2.2 froyo buatan Acer. Saya diberikan kesempatan untuk menggunakannya selama seminggu, dan berikut ini adalah foto maupun tangkapan layar dari Acer Liquid Metal.

kotak acer liquid metalempat buah brosurliquid metal di dalam kotakcara membuka kotakkelengkapan acer liquid metalatas bawah kiri kanansisi belakang dan cover batereliquid metal, iphone 4, N97 miniketebalan liquid metal vs iphone 4LED indikator batere & mailHome screenApp historyNotifikasi normalNotifikasi Jam/KalenderNotifikasi koneksi USBNotifikasi KonektivitasUpdate di marketAplikasi marketUpdating appLock screen 1Lock screen 2Lock screen 3Lock screen 4Lock screen 5Virtual keyboard portraitVirtual keyboard landscapeBrowserGMail portraitGMail landscapePapago! X5MusicAMusicA in actionHasil pencarian MusicAScroll terlalu cepatKonek ke AUPEO!Warna: Rindu IniKLa ProjectAUPEO! Gin BlossomsMenu SettingsAboutDolby Mobile offDolby Mobile onGin Blossoms: Follow You DownNemo Player di notifikasi4 NotifikasiUlang Tahun ElshintaHUT Elshinta

Hasil review saya, sebenarnya Liquid Metal ini tidak mengecewakan, hanya saja kualitas foto dan video yang rendah merupakan nilai minus.

Read Full Post »

pagi ini saya mengambil barang kiriman dari dealextreme, yaitu sebuah telpon genggam GSM YT55. telpon ini buatan cina, dan dibuat khusus untuk kaum lanjut usia, seperti yang tertulis di kotaknya, ‘Senior phone’.

kotaknya

telpon ini saya beli di dealextreme seharga USD 47.90, setara dengan 431 ribu rupiah, dan ongkos kirimnya gratis. sesampainya di jakarta, ternyata masih terkena bea sebesar 56 ribu rupiah, sehingga total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar 487 ribu rupiah. memang jika dibandingkan dengan harga telpon genggam buatan cina yang dijual di sini, seperti nexian misalnya, harganya relatif lebih mahal. hanya saja saya tidak menemukan telpon genggam yang memang khusus didesain untuk dipergunakan oleh lanjut usia, seperti keypad yang besar, layar dengan huruf yang besar dan mudah terbaca, serta sistem penggunaannya yang sederhana. kabarnya ada distributor yang akan memasukkan tipe telpon genggam GSM yang sama, namun dengan harga yang lebih mahal ketimbang beli online. hal yang wajar menurut saya, karena jika berjualan di indonesia, harus menyiapkan garansi dan pusat layanan perbaikan telpon.

unit

pilihan warna yang tersedia adalah hitam dan putih, dan saya memilih yang berwarna putih. seperti yang terlihat, ukuran tombolnya besar, dengan layar LCD monokrom 1.8″.

user manual

walaupun di situs dealextreme dinyatakan user manual-nya berbahasa cina, namun untungnya yang saya dapatkan ternyata berbahasa inggris. saat unit pertama kali dinyalakan, bahasa yang muncul adalah bahasa perancis, cukup menyulitkan saya untuk mencari menu mengubah bahasa ke dalam bahasa inggris. pilihan bahasa yang ada adalah inggris, perancis, spanyol, italia, portugis, jerman, rusia dan arab. anehnya malah tidak ada pilihan bahasa cina.

batere BL-5C batere 1200mAH

batere di dalam paket adalah standar nokia BL-5C dengan kapasitas tertulis 1200 mAH.

charger & adaptor colokan

charger di dalam paket menggunakan colokan listrik model amerika, namun disediakan juga adaptor untuk colokan model eropa, yang umum dipergunakan di indonesia. colokan charger ke telponnya sendiri mengikuti standar colokan nokia yang kecil.

handsfree pouch

di dalam paket juga disertakan handsfree dan pouch berwarna hitam.

tampak belakang

dari belakang, terlihat saklar SOS yang bisa dikonfigurasikan untuk mengirim SMS dengan pesan yang sudah ditentukan sebelumnya ke nomor-nomor tertentu, lalu menelpon nomor-nomor yang ditentukan sesuai dengan prioritas, sekaligus juga membunyikan alarm. di sebelah kanan telpon ada saklar untuk senter 2 LED, dan saklar untuk keylock.

bagian atas

di bagian atas ada dua lampu LED yang berfungsi sebagai senter, di tengah ada colokan charger, dan paling kanan ada colokan handsfree 3.5mm. di bagian bawah telpon ada lubang mikrofon dan lubang untuk memasang gantungan/lanyard.

radio FM & volume

di sebelah kiri ada saklar untuk menyala-matikan radio FM, dan juga tombol volume.

kompartemen batere & simcard

keseluruhan bodi telpon terbuat dari plastik, terasa ringan, dan tekstur di bagian belakang telpon membantu membuat telpon tidak terasa licin sewaktu dipegang.

berfungsi sebagai senter walau HP mati

senter LED tetap bisa dinyalakan walaupun telpon tidak aktif.

coba pakai indosat matrix backlight mati

YT55 ini hanya bisa menampung 100 buah nomor di memori internal, ditambah dengan kemampuan memori SIMcard. kartu matrix yang saya punya untuk mencoba telpon ini bisa menyimpan 250 nomor, total jendral berarti ada 350 nomor yang bisa disimpan. tidak ada kemampuan internet, tidak ada koneksi data baik kabel (serial, USB) maupun nirkabel (bluetooth, IR). ini benar-benar murni telpon GSM hanya untuk panggilan suara dan SMS. untuk SMS sendiri, huruf yang bisa diketik semuanya kapital. speed dial ada di tombol * dan #, masing-masing dengan lambang wanita dan pria. lalu di tengah percakapan, tombol 0 dengan lambang volume speaker bisa ditekan yang lama untuk menaikkan volume langsung ke maksimum. sistem menu yang dianut meniru sistem menu nokia.

kekurangan yang sempat saya rasakan adalah untuk mengubah panggilan ke mode speakerphone, akan lebih mudah jika ada tombol khusus, ketimbang harus menekan OK terlebih dahulu lalu memilih mode speakerphone. juga tidak ada cara untuk memasukkan ring tone buatan sendiri, walaupun ini sebenarnya tidak terlalu masalah, karena ada puluhan pilihan ring tone yang tersedia. foto-foto selengkapnya bisa dilihat di flickr saya.

Read Full Post »

Panasonic Lumix DMC-LX3

LX3 with built-in flash
kemarin malam saya akhirnya membeli kamera Panasonic Lumix DMC-LX3 di ITC Fatmawati. spesifikasi singkat:

  • 10.1 megapiksel, 1/1.63", densitas 24 megapiksel/cm2
  • lensa wide 24mm F2.0, optical zoom 2.5x
  • hotshoe untuk flash eksternal
  • kartu memori SD, mendukung SDHC

faktor yang membuat saya tertarik membeli kamera ini adalah lensanya yang lebar (24mm) dan cepat (fast lens, F2.0), membuat memotret di kondisi temaram (low light) menjadi lebih mudah. jika memang dibutuhkan pencahayaan yang kuat, ada hotshoe sehingga mempermudah memotret dengan teknik bounce flash, ditambah bentuknya yang ramping dan sedikit retro, membuat penampilannya unik di antara sekian banyak kamera digital pocket yang ada di pasaran.

berikut adalah sedikit perbandingan antara kamera F31fd dengan LX3. seperti pada F31fd, layar LCD LX3 pada kondisi default terlalu terang, sehingga preview di layar LCD agak menipu, sepertinya terang namun ketika ditransfer ke komputer ternyata cenderung gelap (under exposed). setelah setelan brightness LCD dikurangi 1, baru preview terlihat mendekati hasil foto. di bawah ini adalah contoh hasil pengambilan gambar, F31fd menggunakan mode Auto, dan LX3 menggunakan mode iA, intelligent Auto.

F31fd
Fuji F31fd bekas perang
LX3
LX3, lens extended
Colt 1911 Kimber, shot with F31fd western arms colt 1911 government SWAT II

terlihat perbedaan yang cukup mencolok, hasil foto menggunakan F31fd cukup terang sementara LX3 cenderung gelap (under exposed).

untuk kelas kamera pocket, atau sebagian orang menyebutnya sebagai P&S, point & shoot, hasil foto yang cenderung gelap ini tentu tidak diinginkan. untuk itu saya mencoba beberapa setting seperti mengubah EV (exposure value) dan menggunakan flash eksternal dengan teknik bounce flash. inilah hasilnya:

intelligent Auto night scene & bounce flash
Colt 1911 Kimber, second attempt Colt 1911 Kimber, night scene + external flash
auto, EV+1 auto, EV+1, bounce flash
Colt 1911 Kimber, EV+1 Colt 1911 Kimber, EV+1 + external flash

terlihat ketika dinaikkan EV-nya menjadi +1, hasil foto menjadi lebih terang, dan memang ini hasil yang saya inginkan.

keunggulan dari LX3 ketimbang F31fd antara lain:

  • LX3 bisa menggunakan eksternal flash, yang jauh lebih powerful ketimbang flash built-in di kamera
  • ukuran LCD LX3 sebesar 3" juga membuat preview gambar lebih jelas
  • banyak tombol khusus di LX3 yang bisa langsung dipergunakan untuk setting kamera, seperti aspek rasio gambar (pilihannya adalah 4:3, 3:2 dan 16:9), lalu memilih antara AF (Auto Focus), AF Macro dan MF (Manual Focus). sayangnya walaupun disediakan tombol MF, untuk melakukan fokus harus dengan menekan tombol joystick, bukan dengan memutar-mutar lensa. tombol khusus lainnya yang tersedia antara lain AF/AE lock, shooting mode (single/burst/continuous burst), dan tombol fokus untuk memilih area mana yang ingin fokus
  • lensa LX3 yang lebar (24mm) juga membuat foto dalam ruangan relatif lebih mudah menjangkau daerah yang lebih lebar ketimbang dengan F31fd saya yang lebih sempit (36mm)

kekurangan dari LX3 ketimbang F31fd antara lain:

  • fungsi auto dari LX3 cenderung gelap, walaupun bisa diperbaiki dengan mengubah EV
  • ukuran dimensi LX3 yang lebih besar, kantong kamera yang biasa saya pergunakan untuk menyimpan F31fd tidak cukup untuk menampung LX3 ini, ditambah lensa LX3 yang tetap menonjol di luar, membuatnya tidak mudah dikantongi
  • adanya berbagai tombol khusus di LX3 walaupun memang membuat akses setting menjadi lebih cepat, namun ada tombol yang menurut saya tidak perlu tombol khusus, seperti misalnya tombol untuk pindah mode preview ke mode kamera. ini merepotkan, karena kebiasaan di F31fd jika sedang preview dan ingin memotret kembali, bisa langsung menekan tombol shutter, sementara di LX3 tidak bisa, harus menekan tombol pindah mode tadi terlebih dulu
  • adanya tutup lensa di LX3 buat saya juga lumayan merepotkan, karena harus ada ritual membuka tutup lensa terlebih dulu setiap kali ingin memotret
  • dial di LX3 untuk memilih mode pemotretan, ukurannya yang besar membuatnya mudah tersenggol dan mengubah mode pemotretan secara tidak sengaja

demikianlah sepintas review dari saya yang baru sehari penuh menggunakan LX3 ini. walaupun tidak bisa langsung menggantikan F31fd, tapi dari segi fungsi dan fitur sebenarnya LX3 jauh lebih mumpuni, hanya tinggal faktor kebiasaan menggunakan kamera saja.

Read Full Post »

cassette tape mp3 player

tape mobil yang saya pakai sekarang ini masih tipe biasa, cuma ada radio AM/FM dan memainkan kaset. karena sudah mempunyai iPod, saya sudah mencoba menggunakan FM transmitter maupun cassette adapter. bagi saya, kualitas suara FM transmitter masih kalah ketimbang kaset, sementara menggunakan cassette adapter agak repot dengan kabelnya. sampai akhirnya saya menemukan sebuah mp3 player yang berbentuk seperti kaset biasa dan bisa berfungsi seperti kaset biasa ketika dimasukkan ke dalam tape mobil. benda ini saya temukan di Deal Extreme, yang berlokasi di Hong Kong. berhubung harganya yang relatif murah, di bawah USD17, dan ongkos kirim gratis, saya memesan satu buah. barang sampai kira-kira 3 minggu setelah pemesanan.

cassette mp3 player, front

cassette tape mp3 player ini bisa membaca kartu memori SD/MMC normal maksimum 2 GB. selain bisa dipergunakan sebagai kaset biasa, dia juga bisa menjadi mp3 player yang berdiri sendiri, sudah tersedia colokan audio 3.5mm. untuk mengisi batere, dipergunakan colokan mini USB 5 pin yang ada di sebelah colokan audio. saya pernah lupa mematikan kaset ini sewaktu parkir di kantor, dan sewaktu kembali ke mobil baterenya sudah habis. saya perkirakan daya tahan baterenya tidak sampai 6 jam dari terisi penuh.

mp3 cassette player, mini USB & audio port

setelah mencoba selama seminggu memakai kaset ini di mobil, kualitas suara memang lebih bagus ketimbang FM transmitter, setara dengan cassette adaptor belkin milik saya. kaset ini belum termasuk kartu memori SD/MMC. dan karena kapasitas maksimum cuma 2 GB, maka saya membeli kartu SD kapasitas 2 GB yang harganya cuma 40 ribuan rupiah. murah meriah!

yang menjadi masalah adalah sifatnya yang benar-benar seperti kaset, urutan lagu akan tetap sama tiap kali dimainkan di dalam tape mobil. saya tidak menemukan fungsi shuffle / memainkan lagu secara acak. lagu bisa diloncati dengan menekan fast forward atau rewind, namun berdasarkan review di Deal Extreme, ada yang tidak berhasil melakukannya. saya sendiri bisa meloncati lagu, namun agak sulit melakukannya. jika menekan fast forward terlalu sebentar, tidak terjadi apa-apa, namun jika terlalu lama, tape mobil seakan mendeteksi kaset sudah habis lalu berbalik arah memainkan lagu.

keluhan yang lain adalah ada beberapa lagu yang saat mulai dimainkan terhenti sejenak sekitar setengah sampai satu detik di awal, namun berjalan lagi dengan normal kembali. dan ini terjadi di lagu-lagu tertentu saja, saya masih belum menemukan apa penyebabnya. satu hal lagi, colokan mini USB yang sebenarnya berfungsi mengisi batere, jika saya tancapkan pada sistem operasi Mac OS X, dia tidak dikenali sebagai media penyimpan. hal yang sama saya coba di Linux, kaset ini langsung dikenali sebagai media penyimpan. namun karena murahnya barang ini, saya pikir hal ini masih bisa diterima. teman di kantor ada yang menunjukkan katalog benda yang sama dijual di Indonesia seharga 200 ribu lebih, sehingga memang masih lebih murah membeli langsung dari Hong Kong.

Read Full Post »