Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘mac’ Category

hari ini saya diminta tolong oleh rekan kerja saya untuk melakukan konversi berkas rekaman CCTV yang menggunakan berkas DV4. setelah saya coba cari menggunakan google serta mencoba-coba sendiri, tampaknya ffmpeg (sekarang diubah namanya menjadi avconv) maupun handbrake tidak mampu melakukan konversi/transcoding, padahal berkas yang sama bisa dimainkan dengan media player classic di windows.

hasil dari mediainfo menyatakan bahwa berkas tersebut menggunakan format AVC:

mediainfo DV4

percobaan transcoding menggunakan ffmpeg maupun handbrake menghasilkan berkas yang terlalu kecil. hasil pencarian google juga tidak menunjukkan hal yang jelas, dan karena sudah menjelang pulang kantor, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan aplikasi windows (gratis) yang bernama Super®.

super

tujuan saya menggunakan Super® adalah melakukan konversi berkas DV4 ke dalam format yang lebih mudah ditangani, dalam hal ini saya memilih MP4. dengan memilih Output Container MP4 lalu centang Stream Copy agak tidak perlu melakukan transcoding atas format yang pada dasarnya sudah AVC, Super® menghasilkan berkas MP4 yang lebih mudah saya kelola dengan default framerate 25 FPS.

Screen Shot 2013-05-31 at 5.31.55 PM

sekarang saya bisa langsung menggunakan ffmpeg/avconv untuk memotong-motong video (misalnya mulai dari menit 12 detik 49 selama 3 menit: ffmpeg -i input.mp4 -ss 00:12:49 -t 00:03:00 output.mp4), dan menggunakan mmg dari paket mkvtoolnix untuk melakukan penggabungan video sekaligus mengubah framerate sesuai dengan hasil rekaman asli CCTV tadi, setelah saya coba-coba angka yang cocok adalah 10 FPS.

Screen Shot 2013-05-31 at 5.44.45 PM

dari hasil penggabungan itu didapatkan berkas mkv (matroska), yang kemudian saya konversi kembali ke mp4: ffmpeg -i input.mkv -vcodec copy output.mp4. voila! berkas DV4 berhasil saya ubah ke MP4 tanpa sekalipun melakukan transcoding yang memakan waktu, sehingga semua proses di atas bisa dilakukan dengan cepat, dan semuanya menggunakan aplikasi non komersial alias tidak berbayar. anyway, di bawah adalah hasil videonya, rekaman pasangan maling yang menyaru seolah-olah calon penyewa apartemen rekan kantor namun lalu mencuri isi apartemen seperti TV, tabung gas, peralatan makan dan lain-lain.

Read Full Post »

selamat jalan, Steve

Thanks Steve

image by Jonathan Mak Long


hari ini, atau 5 oktober 2011 waktu amerika, Steve Jobs yang lebih dikenal sebagai pendiri Apple, meninggal di usianya yang ke 56. saya tidak pernah bicara dengan beliau, bentuk kontak yang ada hanyalah lewat berbagai produknya yang telah saya pakai. namun berbeda dengan produk lain, produk dari Apple ini membekas di dalam hati, dan pada akhirnya membuat saya merasa kehilangan ketika mendengar berita Jobs telah tutup usia.

saya pertama kali melihat produk Apple adalah di laboratorium komputer jurusan Informatika ITB, berupa sebuah Macintosh Classic. dan seperti pada umumnya mahasiswa yang seumur hidupnya cuma pernah mengenal IBM PC compatible, hal paling pertama yang ditanyakan adalah bagaimana cara menyalakannya. dan ternyata jawabannya pun membuat saya lumayan takjub waktu itu: bisa dinyalakan langsung lewat keyboard-nya. takjub karena buat orang yang sudah terbiasa mencari tombol on/off di badan komputernya, menyalakan komputer langsung dari keyboard selain merupakan hal yang tidak biasa, juga merupakan sebuah kepraktisan tersendiri. dan Steve Jobs memang dikenal suka mendesain produknya secara sederhana dan elegan.

pengalaman unik tersebut tidak serta merta membuat saya memakai produk Apple. status sebagai mahasiswa yang belum berpenghasilan, sementara hampir tidak ada produk Apple yang bisa dibilang murah, serta praktis tidak ada kebutuhan untuk memakai sebuah Mac di perkuliahan membuat produk Apple hanyalah sebuah produk eksklusif dan mahal di mata saya waktu itu.

sampai akhirnya saya bekerja pun, notebook pertama yang saya beli adalah sebuah IBM Thinkpad X20 bekas. produk Apple yang akhirnya pertama kali saya beli adalah iPod Nano generasi pertama, dengan ukuran 4 GB. pertimbangan saya dahulu adalah harga flash memory di akhir tahun 2005 masih mahal, namun harga iPod Nano ini bisa dibilang lebih murah ketimbang membeli USB flashdisk ukuran 4 GB di waktu itu. jadilah saya pertama kali memiliki sendiri sebuah produk Apple, yang ternyata bukanlah sebuah awal yang baik, karena casing ipod nano generasi pertama itu terkenal sangat mudah tergores. hanya dalam waktu dua minggu iPod Nano saya sudah baret-baret, sementara mencari casing pelindung untuk sebuah produk yang baru pertama kali muncul bukanlah hal yang mudah.

namun ternyata saya tidak kapok. di tahun 2006, melihat ada yang menawarkan sebuah iBook 800 Mhz bekas dengan harga yang lumayan terjangkau, saya putuskan untuk membelinya. saya masih ingat perjalanan pulang dari Mal Taman Anggrek menggunakan motor GL Pro dengan kardus iBook yang saya letakkan di atas tangki motor, dan pegangannya saya ikat ke badan supaya tidak jatuh. dari sinilah saya belajar menggunakan antarmuka grafis Mac OS X, yang diperkuat dengan akses langsung ke CLI (command line interface) melalui aplikasi Terminal. bisa dibilang saya lebih banyak belajar tentang CLI di mac ketimbang di linux ataupun di windows, padahal Mac lebih dikenal dengan GUI (graphical user interface) yang indah. akses mudah ke CLI ini yang saya duga membuat banyak programmer, seperti saya, suka menggunakan Mac.

belakangan saya memiliki berbagai macam produk Apple. ciri khusus dari semua produk Apple adalah sederhana dan elegan. belum pernah saya menemukan komputer desktop ataupun notebook dengan tombol maupun lampu indikator yang lebih sedikit ketimbang keluaran Apple. orang mungkin akan mencibir melihat sebuah smartphone ataupun tablet dengan hanya satu tombol dan tanpa keyboard sama sekali, namun seperti kata Steve Jobs, kebanyakan orang tidak tahu apa yang mereka mau sampai diperlihatkan barangnya.

saya bahkan pada awalnya termasuk yang tidak mau membeli iPad, karena saya tidak tahu mau dipakai buat apa. namun ketika pada sebuah acara keluarga melihat para keponakan menggunakan iPad untuk bermain game, yang jauh lebih interaktif dan batere tahan lama ketimbang game device khusus seperti PSP, saya akhirnya membeli sebuah iPad juga. memang benar kata Steve, akhirnya saya tahu apa yang saya mau setelah diperlihatkan sendiri penggunaannya.

melihat berbagai kesuksesan Apple di bawah pimpinan Steve Jobs, membuat saya melontarkan kekhawatiran saya di tahun lalu: apakah Apple akan tetap bisa sukses tanpa Steve? kini beliau sudah berpulang, akan kita lihat apakah Apple akan tetap bisa mengeluarkan produk sehebat seperti sewaktu Steve masih ada.

selamat jalan, Steve.

Read Full Post »

artikel tahun 2008 saya tentang triple boot di macbook ternyata tidak berlaku untuk macbook air 13″ (MBA) yang baru saya beli. problem utamanya adalah jika sudah ada partisi bootable selain Mac OS X pada media penyimpan internal, dalam hal ini SSD MBA, walaupun di layar rEFIt sudah memilih USB installer OS yang lain, MBA akan selalu boot ke partisi bootable internal tadi. ini menyebabkan jika saya sudah install Windows 7 misalnya ke MBA, maka saya tidak bisa install Linux; demikian juga sebaliknya, jika saya sudah install Linux, maka saya tidak bisa install Windows.

solusi yang saya temukan setelah googling juga kebanyakan menyarankan untuk menggunakan USB superdrive yang dijual Apple khusus untuk MBA, namun setelah 5 hari mengutak-utik, akhirnya saya menemukan ide untuk melakukan chainloading. awalnya saya mencoba chainloading dari instalasi ubuntu yang sudah ter-install ke USB installer windows, hasilnya adalah USB installer windows bisa berjalan, windows bisa terinstall, namun setelah itu tidak bisa boot baik ke windows maupun linux.

setelah prosesnya dibalik, install windows terlebih dahulu, pasang chainloading ke USB installer ubuntu dengan bantuan easyBCD, akhirnya saya bisa membuat MBA 2010 saya bisa triple boot tanpa perlu mempergunakan USB superdrive. langkah-langkah selengkapnya sudah saya tulis di blog yangcanggih.com.

Read Full Post »

usaha saya melakukan instalasi windows 7 di iMac 27″ core i5 di rumah, selalu gagal saat reboot kedua proses instalasi; layar selalu blank sehabis menampilkan logo startup windows.

iMac generasi terbaru sekarang mempunyai DisplayPort yang berfungsi ganda: menambahkan layar eksternal yang bisa dipergunakan oleh iMac, atau membuat layar iMac bisa dipergunakan oleh sebuah mac yang lain (misalnya MacBook menggunakan layar iMac). rupanya ini yang menyebabkan layar blank; driver windows menganggap layar yang aktif adalah DisplayPort, sehingga layar di iMac menjadi blank. ini tentu saja tidak menjadi problem jika ada monitor eksternal yang sedang ditancapkan ke iMac, namun saya saat ini belum punya monitor eksternal tersebut.

untuk mengatasinya, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. instalasi terlebih dulu boot manager refit. sebenarnya ini tidak wajib, namun refit sangat mempermudah dalam melakukan pilihan booting, setiap kali boot akan tampil pilihan menu apakah boot ke mac, windows, cd instalasi, atau jika ada, boot lewat bootable USB device.
  2. boot dengan DVD installer windows 7 (atau jika ada, lewat USB installer). ikuti langkah-langkah instalasi di layar.
  3. saat proses instalasi melakukan reboot yang pertama kali, biarkan iMac booting melalui partisi windows di harddisk internal. diamkan saja proses instalasi tetap berlanjut, sampai nanti dia akan melakukan reboot lagi.
  4. saat proses instalasi melakukan reboot yang kedua, paksa iMac melakukan booting ke DVD installer windows 7 (atau USB installer). setelah memilih bahasa dan klik Next, pilih Repair your computer.
  5. windows akan melakukan scanning partisi; pilih partisi yang baru saja di-install windows 7 tadi, lalu klik Next.
  6. pada layar System Recovery Options, klik pilihan yang paling bawah: Command Prompt.
  7. dalam Command Prompt, pindah dulu ke drive C: dengan mengetikkan c:<enter>, lalu pindah ke folder driver dengan mengetikkan cd Windows\System32\drivers<enter>
  8. sekarang tergantung pada kartu grafis iMac anda. jika menggunakan NVidia, ketikkan perintah del nvlddmkm.sys<enter>; jika menggunakan ATi, ketikkan perintah del atikmdag.sys<enter>. kalau anda tidak tahu iMac anda menggunakan kartu grafis apa, hapus kedua file tersebut dengan mengikuti dua petunjuk tadi.
  9. setelah berhasil, keluar dari Command Prompt dengan mengetikkan perintah exit<enter>.
  10. klik tombol Restart, dan kali ini pilih boot lewat partisi windows di harddisk. jika langkah-langkah sebelumnya dijalankan dengan benar, seharusnya boot kali ini layar iMac tidak akan blank, dan anda bisa melanjutkan proses instalasi.

karena driver untuk kartu grafis dihapus, proses instalasi akan berlanjut dengan resolusi layar paling rendah, 640×480. ini bukan merupakan problem, anda tinggal memasukkan dvd instalasi leopard setelah proses instalasi windows 7 selesai, dan melanjutkan dengan melakukan instalasi driver boot camp. jika anda masih menggunakan boot camp 3.0, segera lakukan update ke boot camp 3.1.

referensi

Read Full Post »

di milis id-mac hari ini muncul sebuah pertanyaan:

Mau nanya, saya ada buat bootcamp dengan alokasi untuk bootcampnya jadi 32GB. Ternyata setelah di install jendela dan bbrp sw yg khusus jendela, spacenya kurang. Apa partisinya bisa di tambah? Kalau bisa caranya bagaimana ya? Atau harus di partisi ulang, yg berarti harus install jendela semua dari awal?
Tolong pencerahannya dan terima kasih sebelumnya.

pertama, disclaimer. cara yang akan saya tuliskan di bawah ini menuntut pengetahuan pemakaian terminal, dan juga familiarity dengan linux ubuntu. jadi kalau tidak pernah main-main dengan terminal, lebih baik berhenti membaca.

kalau ternyata tulisan saya masih dibaca, disclaimer sekali lagi: saya tidak bertanggung-jawab atas kerusakan/kehilangan data yang mungkin terjadi. akan sangat lebih baik anda backup dulu semua data anda (baik mac maupun windows).

hal-hal yang dibutuhkan:

  • sebuah livecd ubuntu, yang dipakai dalam tutorial ini adalah versi 9.04 alias ubuntu jaunty
  • aplikasi refit, untuk memunculkan boot menu

yang pertama perlu dilakukan adalah memperkecil partisi mac. ini dicapai dengan cara:

  1. boot ke mac
  2. buka terminal
  3. ketik perintah “diskutil list“. ini contohnya di macbook saya:
    $ diskutil list
    /dev/disk0
      #:                       TYPE NAME                    SIZE       IDENTIFIER
      0:      GUID_partition_scheme                        *232.9 Gi   disk0
      1:                        EFI                         200.0 Mi   disk0s1
      2:                  Apple_HFS Scorpio                 190.0 Gi   disk0s2
      3:       Microsoft Basic Data WinBook                 33.4 Gi    disk0s3
  4. yang perlu dicatat adalah nama device tempat partisi “Apple_HFS” berada. pada contoh di atas, berarti ada pada “/dev/disk0s2
  5. langkah berikutnya adalah mencari tahu batasan seberapa besar partisi tersebut bisa di-resize, dengan mengetikkan perintah “diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 limits“. ganti “/dev/disk0s2” sesuai dengan catatan di #4. hasilnya kira-kira seperti ini:
    $ diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 limits
    For device disk0s2 Scorpio:
           Current size:   204010946560 bytes
           Minimum size:   153055330304 bytes
           Maximum size:   204010946560 bytes
  6. dari hasil #5, bisa dilihat partisi mac masih bisa diperkecil sampai dengan kira-kira 150-an GB (tapi ini sangat tergantung pada kondisi fragmentasi hdd anda). misalnya saat ini partisi mac anda adalah seperti di atas, dan anda ingin menambahkan sekitar 20 GB untuk partisi windows, maka anda butuh menciutkan partisi mac sebesar 20 GB, dengan perintah seperti ini: “diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 180G“, sesuaikan nama partisi dan besar partisi yang diinginkan dengan kebutuhan anda
  7. jika #6 berhasil dilakukan sampai selesai, silakan restart mac anda, lalu skip ke #9. lama proses tergantung pada besar data yang dipindahkan, saya pernah menciutkan partisi sebesar 60 GB memakan waktu sekitar 5 jam
  8. jika gagal, berarti partisi mac anda mengalami fragmentasi dan ada file-file yang terletak di ujung luar partisi yang tidak bisa dipindahkan oleh diskutil. saya tidak akan membahas ini, yang bisa saya bantu hanyalah gunakan aplikasi defrag seperti iDefrag untuk melakukan defragmentasi (harus boot pakai cd iDefrag), atau coba lakukan resizing volume ini melalui dvd installer leopard
  9. jika proses resize telah berhasil, saya sarankan untuk menginstall aplikasi refit, agar saat boot kita bisa memilih mau boot ke partisi mana (refit bahkan bisa dipergunakan untuk boot ke external device)

demikian langkah untuk memperkecil besar partisi mac. langkah berikutnya adalah memperbesar partisi windows dengan memanfaatkan ruang kosong yang tersedia akibat proses penciutan partisi mac tadi:

  1. masukkan livecd ubuntu ke dalam mac anda. reboot, dan saat refit muncul, pilih boot dari cd ubuntu tersebut. jika anda menggunakan macbook/mbp, disarankan untuk memasang USB mouse, karena trackpad mac di ubuntu terasa aneh pemakaiannya (terlalu sensitif, gampang terjadi salah klik)
  2. setelah masuk ke desktop ubuntu, klik menu System – Administration – Partition Editor
  3. cari partisi windows anda. biasanya ditandai dengan dengan label/bingkai (frame) warna hijau dan pada kolom “File System” tertulis “ntfs“. kalau langkah-langkah sebelumnya dijalankan dengan benar, seharusnya di sebelah kiri blok partisi windows tersebut ada “ruang kosong”, hasil penciutan partisi mac anda. klik kanan partisi windows ini, klik “Resize/Move“, lalu perbesar partisi ini sesuai dengan ruang kosong yang ada tadi, lalu klik tombol “Resize/Move“. klik tombol “Apply” yang ada di atas. tunggu proses resize selesai

voila, partisi windows anda sudah bertambah besar! sekarang shutdown desktop livecd ubuntu anda, lalu coba boot ke mac atau ke windows.

Read Full Post »

begitu ada berita bahwa google merilis chrome di mac, saya segera mengunduh dan mencobanya. tulisan ini saya buat dengan browser chrome di mac, dan untuk versi development, sudah lumayan bagus, walaupun ada beberapa bug seperti yang terlihat di bawah ini:
chrome on mac

Read Full Post »

semalam selagi iseng mencari solusi sinkronisasi address book di ubuntu, saya malah baru mendapatkan informasi kalau address book di leopard sudah bisa sinkron dengan yahoo, dan khusus untuk 10.5.3, sudah bisa sinkron dengan google dengan sedikit trik (ya, saya basbang).

untuk sync dengan yahoo amat mudah, tinggal aktifkan aplikasi address book, buka preferences (klik Address Book pada menu bar, lalu klik Preferences…), lalu centang Synchronize with Yahoo!, lalu klik tombol Yahoo…, isikan informasi account yahoo anda.

fasilitas sinkronisasi dengan google sebenarnya dikhususkan untuk pengguna iphone dan ipod touch, namun dengan sedikit hacking, fasilitas ini bisa digunakan bagi yang tidak memiliki iphone/ipod touch. berikut langkahnya:

  1. buka terminal, lalu pindah ke folder ~/Library/Preferences/.
  2. lakukan backup file com.apple.iPod.plist:
    cp com.apple.iPod.plist ~/Desktop
  3. konversi file tadi ke file teks:
    plutil -convert xml1 com.apple.iPod.plist
  4. edit file tersebut dengan teks editor, saya sendiri menggunakan smultron:
    smultron com.apple.iPod.plist
  5. salin bagian yang berisi informasi tentang ipod, kira-kira yang harus disalin adalah seperti ini:
    		<key>000A27001B4568FA</key>
    		<dict>
    			<key>Connected</key>
    			<date>2008-06-05T11:35:50Z</date>
    			<key>Device Class</key>
    			<string>iPod</string>
    			<key>Family ID</key>
    			<integer>9</integer>
    			<key>Firmware Version</key>
    			<integer>318</integer>
    			<key>Firmware Version String</key>
    			<string>1.1.3</string>
    			<key>ID</key>
    			<string>000A27001B4568FA</string>
    			<key>Serial Number</key>
    			<string>YM6496JLX9A</string>
    			<key>Software Version</key>
    			<integer>135495680</integer>
    			<key>Updater Family ID</key>
    			<integer>19</integer>
    			<key>Use Count</key>
    			<integer>46</integer>
    		</dict>

    sisipkan tepat di bawah baris </dict> tadi, lalu ubah sedikit baris paling atas <key> ke angka yang sedikit berbeda (dari 000A27001B4568FA ke 000A27002B4568FA misalnya), dan ubah Family ID (dalam contoh angka 9) ke 10001.

  6. simpan file tersebut, lalu konversi balik ke bentuk semula:
    plutil -convert binary1 com.apple.iPod.plist
  7. sekarang buka address book, masuk ke menu preferences, lalu centang Synchronize with Google, lalu klik tombol Google…, isikan informasi account google anda
  8. seharusnya sekarang address book sudah bisa disinkronisasi dengan google 🙂

semua langkah di atas berjalan di mac os x leopard 10.5.3, dan sinkronisasinya menggunakan aplikasi iSync.

Read Full Post »

w880i

terus terang saya sudah kesal dengan matrix. selain soal jam jaringan 3G-nya yang di banyak area diset di GMT+1, di kawasan yang sibuk akses internetnya luar biasa lambat, kalau tidak bisa dibilang mati total. padahal saya berlangganan paket internet retail, jadi seharusnya sudah membayar premium untuk akses internet, namun apa lacur, saat benar-benar dibutuhkan malah tidak bisa akses internet sama sekali.

adanya paket internet unlimited dari telkomsel flash membuat saya berpaling ke telkomsel. paket telkomsel yang termurah, paket basic, selain lebih murah (Rp 125 ribu), di kecepatan 256 Kbps jelas jauh lebih cepat ketimbang CBN via XL unlimited yang cuma 64 Kbps tapi biaya bulanannya Rp 350 ribu. jadi saya beralih dari CBN ke telkomsel flash; namun sayangnya, nomor matrix saya ini sudah saya pakai sejak tahun 2000, jadi sayang jika harus menutup matrix.

paket basic unlimited internet telkomsel flash ini sendiri sangat cocok dipergunakan di E61 saya. karena masih UMTS, belum HSDPA, kecepatan maksimal E61 adalah di 384 Kbps, masih di atas kecepatan paket basic yang cuma 256 Kbps. jadi saya merencanakan untuk mencari sebuah telpon genggam kedua untuk matrix. syarat yang saya tetapkan untuk telpon kedua ini antara lain:

  • tipis dan ringan
  • resolusi layar minimal 320 x 240 (atau sebaliknya, 240 x 320), untuk memudahkan browsing
  • mudah berintegrasi dengan mac, seperti isync dan dipergunakan sebagai modem
  • harus ada bluetooth

akhirnya terpilihlah sony ericsson w880i. saya mendapatkannya sebagai hadiah ulang tahun saya. 🙂

dengan dimensi 102 x 46.5 x 9.4 mm, dan berat cuma 71 gram, ini adalah telpon tertipis dan teringan yang pernah saya miliki. selama 3 hari menggunakan telpon ini, berikut adalah kesan dari saya:

  • suara dari speaker-nya terdengar lebih cempreng ketimbang nokia E61 saya.
  • keypad atau tombol yang hanya berupa garis tipis menyulitkan untuk mengetikkan SMS. untungnya saya menggunakan bluephoneelite untuk mengetikkan SMS.
  • isync plugin bisa didapatkan di jonathan’s blog atau david forster blog.
  • walaupun resolusi layarnya sudah 240×320, mirip dengan E61 yang 320×240, namun besar layar w880i yang cuma 1.8" ternyata kurang nyaman untuk browsing, masih lebih nyaman layar E61 yang memang lebih besar, 2.2".
  • sebagai bonus, w880i bisa langsung dipergunakan sebagai remote control untuk mac.

Read Full Post »

pada hari sabtu kemarin, tanggal 7 juni 2008 ada acara temu darat milis id-mac di food central, lantai basement pacific place. saya diundang ke acara ini untuk memberikan tips dan trik mengenai keamanan nirkabel.

sebenarnya saya sendiri kurang percaya diri kalau sampai dijadikan narasumber, cuma berhubung jim geovedi sedang sibuk pindahan rumah di waktu yang bersamaan, akhirnya dengan semangat berbagi ilmu pengetahuan saya menyanggupi permintaan untuk memberikan tips dan trik ini.

keamanan hotspot publik

banyak tempat publik seperti cafe dan restoran menawarkan akses internet melalui hotspot. ada yang gratis, ada pula yang berbayar seperti hotspot CBN dan IM2 di Cilandak Town Square. akses internet ini, baik berbayar maupun gratisan, tentu menambah daya tarik pengunjung ke lokasi tersebut. namun banyak masyarakat awam yang tidak menyadari bahwa akses internet di publik hotspot tanpa enkripsi ini rentan terhadap penyadapan oleh sniffer paket, yang bisa menangkap paket-paket data tak terenkripsi yang terpancar dalam gelombang radio wifi. dengan bermodalkan kartu nirkabel (wireless) yang bisa masuk ke monitor mode, dan perangkat lunak packet sniffer semacam wireshark, kismet/kismac dan semacamnya, oknum yang tidak beritikad baik dapat mengumpulkan paket-paket data yang berseliweran di publik hotspot ini dan mengumpulkan berbagai macam informasi yang seharusnya tidak bisa dilihat oleh orang lain, seperti isi percakapan instant messenger (pengirim pesan instan), isi mail, dan bahkan informasi login & password.

untuk mencegah informasi tersebut bocor, saya menganjurkan untuk selalu menggunakan enkripsi jika sedang menggunakan koneksi internet nirkabel dari hotspot publik.

layar login dan password

untuk mencegah informasi login dan password jatuh ke tangan orang yang tidak berhak, selalu yakinkan link saat ingin login menggunakan protokol https:

perhatikan url selalu diawali dengan “https://” dan di browser muncul lambang gembok (di safari ada di sudut kanan atas).

layanan mail

jika anda mengunduh mail anda dengan protokol POP3, usahakan untuk menggunakan TLS (Transport Layer Security), yang populer melakukan hal ini adalah gmail yang menggunakan TLS untuk akses POP3-nya. jika anda lebih suka membaca mail lewat browser seperti gmail, usahakan agar selalu menggunakan enkripsi HTTPS. saya menggunakan ekstensi firefox Better Gmail 2 untuk melakukan hal ini:

setting agar selalu menggunakan enkripsi:

pengirim pesan instan

untuk pengirim pesan instan, gunakan perangkat lunak yang mendukung off-the-record messaging. adium yang populer di mac sudah mendukung hal ini.

menggunakan tunneling atau VPN

jika di tempat anda bekerja menyediakan akses VPN sekaligus akses proxy seperti HTTP dan atau SOCKS, manfaatkanlah hal ini. sebagai contoh, saya memasang squid di komputer kantor, lalu dengan memanfaatkan VPN kantor, saya bisa mengalihkan trafik berinternet melalui proxy server di komputer kantor tadi. karena memang melalui VPN, paket data yang lewat otomatis sudah terenkripsi. saya menggunakan tunnelblick agar bisa terkoneksi dengan mudah dengan OpenVPN kantor.

bagaimana jika kantor tidak menyediakan akses VPN? kita bisa menggunakan server yang disediakan oleh Harry Sufehmi untuk membentuk sebuah tunneling. berikut langkah-langkahnya:

  1. catat alamat IP yang anda gunakan sekarang ini melalui layanan whatismyip. ini digunakan belakangan untuk meyakinkan bahwa kita sudah berhasil memanfaatkan fasilitas tunneling ini.
  2. buka terminal. ketikkan perintah berikut ini:
    ssh -o "CompressionLevel=9" -C -D 9999 -p 222 -N net@cepat.abangadek.com

    jika baru pertama kali login ke sana, akan muncul pesan yang diakhiri dengan pertanyaan “Are you sure you want to continue connecting (yes/no)?“, jawab dengan yes, lalu saat ditanyakan password, jawab dengan cepat123. jika setelah mengisikan password tidak ada pesan kesalahan, selamat, anda sudah berhasil melakukan koneksi tunneling ke server harry di singapura. jangan tutup window terminal ini selama anda masih ingin memanfaatkan koneksi tunneling ini.

  3. petunjuk untuk setting firefox ada di situs harry. untuk mac os x, silakan buka system preferences, klik network, lalu lebih baik buat sebuah lokasi yang baru, kita namakan “abangadek” misalnya, dengan memilih Location lalu klik Edit Locations, klik tanda “+” lalu namakan “abangadek”. ganti lokasi ke “abangadek” yang barusan dibuat tadi, dalam daftar antarmuka jaringan klik AirPort, klik Advanced…, klik tab Proxies, pada “Configure Proxies:” pilih Manually, pada kotak “Select a protocol to configure:” berikan tanda centang pada SOCKS Proxy, lalu pada isian SOCKS Proxy Server isikan localhost, lalu di kolom sebelah kanannya isikan angka 9999. klik OK, klik Apply,
  4. periksa lagi alamat IP anda ke situs whatsismyip. jika anda melakukan langkah-langkah di atas dengan benar, seharusnya IP anda sudah berubah ke 203.211.138.181.
  5. jika sudah selesai menggunakan fasilitas tunneling ini, anda boleh mengembalikan network location ke pilihan semula, dan window terminal tadi boleh ditutup. setiap kali membuka akses tunneling ini, anda tinggal mengubah network location ke profil yang sudah kita buat di atas (profil “abangadek”).

bagi-bagi cd ubuntu

saya juga memanfaatkan acara ini untuk membagi-bagikan cd ubuntu yang saya pesan dari shipit.ubuntu.com. banyak rekan dari milis id-mac yang setengah tidak percaya bahwa saya mendapatkan cd dan stiker ubuntu itu secara gratis. 🙂

pembagian door prize

door prize kali ini adalah buku terbaru dari dirgayuza, yaitu panduan menggunakan mac os x leopard. saya diminta untuk mengambil kupon undian dua kali, karena nomor yang pertama saya ambil, nomor 16, ternyata milik sabil yang menjadi pembawa acara, yang segera diprotes oleh rekan-rekan milis yang lain. 🙂

pengambilan kupon yang kedua, nomor 25, adalah milik irawati, anggota baru milis yang kalau tidak salah malah belum punya mac.

menggunakan GPG di mac

dekat akhir acara ada rekan yang menanyakan bagaimana cara komunikasi mail yang benar-benar aman. saya menyarankan untuk menggunakan GPG, Gnu Privacy Guard. sayangnya menggunakan GPG ini relatif tidak terlalu mudah, walaupun ada antarmuka grafis MacGPG dan ditambah tutorial yang cukup membantu di artikel zeitform Configuring GnuPG (Mac OS X). saya menggunakan ekstensi firefox FireGPG dan plugin Mail.app GPGMail untuk keperluan menggunakan GPG sehari-hari. ini contoh penggunaan FireGPG:

dan ini adalah GPGmail:

sumber foto

Read Full Post »

triple boot macbook

update

saya sudah menulis petunjuk triple boot terbaru khusus untuk macbook air keluaran akhir tahun 2010. petunjuk di bawah ini tidak berlaku untuk MBA 2010, karena masalah rEFIt yang kurang kompatibel dengan MBA generasi terbaru.

komputer mac generasi sekarang sudah menggunakan prosesor intel x86, sehingga banyak yang menamakannya sebagai macintel. macintel ini karena pada dasarnya menggunakan kode instruksi x86, bisa menjalankan secara native sistem operasi windows. saya akan menjelaskan cara agar sebuah macbook bisa melakukan triple boot ke sistem operasi mac os x, linux dan windows. seharusnya petunjuk ini juga bisa digunakan untuk komputer macintel selain macbook.

persiapan

syarat nomer 1: sebuah mac yang sudah berprosesor intel. syarat berikutnya: mengerti sistem operasi windows dan linux, dan berani membuka terminal untuk mengetikkan perintah command line. syarat esensial lainnya adalah mempunyai cd/dvd boot mac ataupun eksternal bootable harddisk, atau lebih bagus lagi punya lebih dari satu mac, untuk berjaga-jaga jika oleh suatu sebab mac gagal boot. langkah berikutnya tergantung pada kondisi mac target.

jika mac dalam kondisi baru

ini paling mudah, karena kondisi harddisk masih kosong dan semua file terletak secara fisik di awal partisi. buka terminal, lalu ketik perintah “diskutil list“. hasilnya kira-kira seperti ini (pada harddisk 250 GB):

$ diskutil list
/dev/disk0
   #:                       TYPE NAME                    SIZE       IDENTIFIER
   0:      GUID_partition_scheme                        *232.9 Gi   disk0
   1:                        EFI                         200.0 Mi   disk0s1
   2:                  Apple_HFS Scorpio                 232.7 Gi   disk0s2

perhatikan bahwa partisi HFS ada di /dev/disk0s2.

langkah berikutnya adalah menentukan batas besar partisi:

$ diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 limits
For device disk0s2 Scorpio:
	Current size:	204010946560 bytes
	Minimum size:	80508096512 bytes
	Maximum size:	204010946560 bytes

terlihat bahwa besar partisi minimum untuk Mac adalah sekitar 80 GB.

jika anda menggunakan Tiger, perintah di bawah ini bisa dipergunakan (membagi partisi menjadi 190 GB untuk Mac, 22 GB untuk Linux, dan 20 GB untuk Windows; angka-angka ini boleh anda ganti sesuka anda selama total jumlahnya tidak melebihi besar harddisk anda):

diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 190G Linux Linux 22G "MS-DOS FAT32" Windows 20G

namun jika anda menggunakan Leopard, partisi “Linux” sudah tidak didukung lagi. pilihan yang tepat untuk kebutuhan ini adalah UFS:

diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 190G UFS Linux 22G "MS-DOS FAT32" Windows 20G

yang perlu diperhatikan adalah limit banyaknya partisi fisik yang bisa dibuat dalam 1 harddisk adalah 4 buah. satu partisi sudah diambil untuk EFI, satu untuk mac os x, jadi tinggal sisa dua partisi yang bisa dibuat. lalu, jika ingin memasang windows, partisi khusus untuk windows harus dibuat sebagai partisi paling terakhir.

jika pada proses resize partisi ini mendadak OS froze (mouse tidak bisa bergerak, tidak ada tanda kehidupan di layar), maka proses ini bisa dipastikan sudah gagal. anda harus boot dari dvd installer mac dan melakukan repair disk untuk memperbaiki terlebih dahulu kegagalan proses resize tadi. dan sewaktu masih dalam kondisi boot dari dvd, buka terminal dan ulangi lagi perintah membagi partisi di atas (sesuaikan dengan dvd yang dipergunakan, apakah tiger atau leopard).

jika proses berjalan mulus, maka perintah diskutil tadi akan memberikan pesan berhasil. namun jika perintah diskutil tadi gagal dan memberikan pesan seperti ini:
Resizing encountered error No space left on device (28) on disk
berarti harddisk anda tidak dalam kondisi “bersih”, ada file yang tersimpan di tengah atau dekat ujung belakang partisi. ini bisa terjadi karena mac os x dengan HFS-nya menghindari menyimpan file pada ruang bekas file yang sudah terhapus, untuk menghindari fragmentasi pada harddisk. kalau anda mengalami hal ini, maka sudah saatnya lanjut ke langkah berikutnya.

jika mac sudah lama dipakai

definisi sudah lama dipakai ini sangat luas, dari pernah menyimpan file sebesar 4 giga misalnya di dalam harddisk, sampai pernah membuat dual boot ke windows dengan menggunakan bootcamp. intinya, mac bukan dalam kondisi baru dibuka dari dusnya. atau anda sampai di sini karena mengalami error “no space left” di atas.

tujuan kita sekarang ini adalah membuat partisi tunggal mac dan melakukan pemampatan alokasi file, sehingga semua file bisa diletakkan di awal partisi. jadi, jika kondisi mac anda sekarang ini adalah dual boot menggunakan bootcamp, silakan pergunakan bootcamp untuk menghapus partisi windows dan digabungkan lagi menjadi satu partisi besar mac.

untuk memampatkan partisi ini, saya menggunakan iDefrag. jika anda bisa menemukan aplikasi pemampat lain yang bersifat gratis, silakan informasikan di komentar di bawah. yang menjadi masalah adalah agar bisa melaksanakan pemampatan ini, harddisk yang ingin dimampatkan tidak boleh online, atau dengan kata lain, harus unmounted. ada banyak cara untuk bisa melakukan hal ini, antara lain:

  • menggunakan bootable USB flashdisk yang sudah dilengkapi dengan aplikasi iDefrag tadi. aplikasi dasboot seharusnya bisa membuat sebuah USB flashdisk ataupun sebuah ipod menjadi bootable device (untuk ipod, dasboot bisa membuat sistem operasi ipod-nya tetap aktif sekaligus juga menjadi bootable ipod). sayangnya di sistem saya yang menggunakan leopard, dasboot tidak bisa berfungsi dengan baik. baik dvd installer maupun cd bootable diskwarrior yang saya punya tidak bisa dikenali. walaupun begitu, saya tetap menuliskan cara menggunakan dasboot ini, karena mungkin saja dasboot masih bisa dipergunakan di tiger.
  • menggunakan cd bootable iDefrag itu sendiri. saya tidak menempuh jalur ini karena saya memang tidak punya cd bootable iDefrag.
  • boot mac ke mode target disk, caranya dengan menekan tombol T saat boot. setelah itu tancapkan via firewire ke mac yang lain, lalu jalankan iDefrag. tentu saja cara ini mempersyaratkan anda punya lebih dari satu mac.
  • gunakan bootable eksternal harddisk. saya menempuh cara ini, karena saya masih punya harddisk lama saya yang berkapasitas 80 GB dan bersistem operasi tiger. untuk mac baru yang sudah berprosesor intel, bisa melakukan boot baik dari firewire maupun dari USB. jalankan iDefrag dari external harddisk ini.

terus terang saya butuh 3 hari sampai akhirnya menemukan solusi di atas. saya menuliskan pengalaman saya ini agar orang lain tidak perlu mumet memikirkan hal ini sampai 3 hari. 🙂

instalasi windows

setelah selesai melakukan partisi ulang, unduh dan instalasi refit. refit akan berfungsi sebagai boot manager yang dinamis, dia bisa mengenali partisi bootable baik dari harddisk maupun dari keping cd/dvd dan external media yang tersambung melalui USB dan firewire.

baru langkah berikutnya adalah instalasi windows. untuk kepentingan triple boot ini, windows driver cd dari bootcamp (dvd installer leopard juga menjadi dvd driver windows) belum diperlukan, yang penting adalah instalasi windows beres terlebih dahulu, masalah driver bisa belakangan. masukkan cd instalasi windows xp sp2 (atau vista) ke dalam cd/dvd drive, dan jika sebelumnya anda sudah memasang refit, saat boot akan muncul pilihan boot dari partisi mac atau dari keping cd/dvd instalasi windows. jika karena sesuatu hal menu pilihan boot ini tidak muncul, atau anda tidak menggunakan refit, saat boot tahan tombol C untuk boot melalui cd/dvd.

lakukan instalasi windows seperti biasa, dengan memilih partisi paling terakhir / paling bawah, yang sudah kita namakan “Windows” dan bertipe FAT32. jika partisi paling akhir bukan FAT32, berarti anda telah melakukan kesalahan pada langkah sebelumnya, silakan diulangi kembali. untuk instalasi windows ini, kita bisa memilih tetap menggunakan FAT32 atau dikonversi menjadi NTFS. saya pribadi memilih untuk dikonversi ke NTFS.

setelah instalasi selesai, biarkan saja kondisi windows seperti apa adanya, instalasi driver bisa kita lakukan belakangan setelah instalasi linux.

instalasi linux

untuk sistem operasi yang ketiga dan juga yang terakhir, saya memilih linux ubuntu hardy heron. jika anda memilih distribusi linux lainnya juga silakan, yang penting adalah ketika ditanyakan soal partisi untuk instalasi, pilih mode manual, lalu pilih partisi yang dinamakan “Linux” tadi (di tiger akan bertipe “Linux”, di leopard akan bertipe “UFS”), pilih tipenya ext3, dan mount di /. jangan buat partisi swap, ini akan kita buat belakangan. kita tidak bisa membuat partisi swap saat ini karena total partisi fisik sudah berjumlah 4, sehingga kita tidak bisa lagi menambah sebuah partisi fisik yang baru. setelah instalasi selesai, grub akan mengenali partisi windows dan menambahkannya dalam daftar sistem operasi yang bisa dipilih saat boot.

sudo tidak bisa dijalankan

ketika boot ke partisi windows, windows akan memperlakukan hardware time sebagai local time, bukan sebagai universal time. akibatnya ketika berpindah dari sistem operasi windows ke linux atau mac os x, jam akan selalu berubah. ini sebenarnya bukan masalah besar, karena tiap sistem operasi bisa melakukan sinkronisasi waktu dengan menggunakan ntp, namun jika oleh suatu hal saat boot ke linux tidak ada akses network, dan sistem operasi yang aktif sebelumnya adalah windows, maka jam akan maju 7 jam ke depan (jika menggunakan WIT, western indonesia time yang lebih cepat 7 jam ketimbang UTC/GMT). dalam kondisi ini jika kita menggunakan perintah sudo, akan muncul pesan kesalahan sudo:timestamp too far in the future. saya menemukan solusinya dengan mengetikkan perintah sudo -K.

membuat swap file

jalankan perintah ini di linux (gunakan sudo jika diperlukan):

dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1024 count=2048000
mkswap /swapfile
swapon /swapfile

tambahkan entri berikut ini di /etc/fstab:

 /swapfile               swap                    swap    defaults        0 0

jika semua berjalan lancar, maka pada reboot berikutnya akan muncul layar refit seperti ini:

anehnya, walaupun partisi windows jelas dikenali oleh refit, jika kita memilih boot dari partisi windows, akan masuk dulu ke grub dan kita harus memilih lagi secara manual agar bisa boot ke windows.

jika memang memilih untuk tidak memasang refit, maka untuk memilih boot dari partisi mana bisa dilakukan dengan menahan tombol option saat reboot.

linux driver

driver mac untuk linux bisa dibaca di artikel How to install Ubuntu on a MacBook. khusus untuk macbook saya (generasi pertama yang masih menggunakan prosesor intel core duo), jalur headphone masih tidak bisa mengeluarkan suara, lalu isight baru bisa menyala setelah cold reboot. setting trackpad juga masih belum menemukan yang perilakunya sama seperti setting trackpad yang biasa saya pergunakan di mac os x, sehingga saya lebih suka menggunakan mouse bluetooth. petunjuk menggunakan mouse bluetooth di linux bisa dibaca dalam artikel HOWTO: Bluetooth Keyboard and Mouse. yang menarik adalah compiz (pada hardy heron) langsung bisa aktif di macbook, yang menggunakan 3D accelerator intel GMA 950.

windows driver

bagi yang masih menggunakan tiger, dan pernah menggunakan bootcamp beta, bisa menggunakan windows driver yang sempat dibuat. namun jika harus membuat cd driver lagi, bootcamp assistant sudah tidak bisa dijalankan lagi, karena sudah expired. tapi ini bukan masalah, salinan dari cd driver windows masih bisa ditemukan di:

/Application/Utilities/Boot Camp Assistant.app/Contents/Resources/diskimage.dmg

salin file ini ke tempat lain, dan gunakan Disk Utility untuk membuat cd driver dari file ini.

bagi yang masih memakai tiger dan belum pernah menggunakan bootcamp, bootcamp beta sudah expired dan tidak bisa diunduh lagi dari apple. silakan anda cari sendiri bootcamp beta khusus untuk tiger, atau unduh bootcamp 2.1 (yang sepertinya cuma update driver, dan anehnya tidak bisa dijalankan di instalasi windows xp saya), pilih sesuai dengan jenis windows yang akan dipasang (windows xp, vista 32 bit, atau vista 64 bit; sayangnya tidak ada pilihan untuk xp x64).

bagi pemakai leopard, dvd installer leopard juga berfungsi sebagai dvd driver windows, silakan langsung digunakan.

kondisi saat saya membuat triple boot ini:

  • macbook black 2.0 GHz generasi pertama, masih intel core duo, 2 GB RAM, dan 250 GB hdd, yang sudah terpakai sekitar 90 GB.
  • harddisk internal menggunakan sistem operasi leopard 10.5.2 (sekarang sudah ada update ke 10.5.3).
  • menggunakan bootable harddisk eksternal 80 GB yang berisi sistem operasi tiger, memanfaatkan iDefrag untuk memampatkan harddisk internal 250 GB.
  • menggunakan perintah diskutil resizeVolume dari tiger, dengan pembagian 190 GB mac, 22 GB linux dan 20 GB windows.
  • menggunakan refit sebagai boot manager, dan menggunakan driver windows yang berasal dari bootcamp beta di tiger.

interoperabilitas: masalah jam yang berubah-ubah

dalam keadaan standar, windows memperlakukan hardware time sebagai local time, sementara baik mac os x maupun linux dalam keadaan standar memperlakukan hardware time sebagai universal time (UTC/GMT). maka dari itu setiap kali berpindah sistem operasi dari windows ke linux/mac dan sebaliknya, jam sistem akan selalu berubah.

untuk memperbaiki berubah-ubahnya jam, saya menemukan solusinya di UbuntuTime, yaitu dengan memaksa windows memperlakukan waktu hardware sebagai waktu UTC. caranya adalah dengan membuat file teks fixtimeutc.reg, dan isikan dengan teks sebagai berikut:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\TimeZoneInformation]
     "RealTimeIsUniversal"=dword:00000001

simpan lalu dobel klik file fixtimeutc.reg tadi.

interoperabilitas: akses file dari linux ke hfs/plus dan ntfs

di linux ubuntu hardy heron, fuse dan ntfs-3g sudah merupakan paket standar instalasi. untuk melakukan proses baca tulis ke partisi NTFS semudah memilih menu Places lalu klik volume partisi NTFS, partisi tersebut akan terpasang di /media/[nama volume].

untuk mencari partisi hfs/hfs+ ada di mana, gunakan parted dan perintah print:

$ sudo parted
GNU Parted 1.7.1
Using /dev/sda
Welcome to GNU Parted! Type 'help' to view a list of commands.
(parted) print                                                            

Disk /dev/sda: 250GB
Sector size (logical/physical): 512B/512B
Partition Table: gpt

Number  Start   End    Size    File system  Name                     Flags
 1      20.5kB  210MB  210MB   fat32        EFI System Partition     boot 
 2      210MB   204GB  204GB   hfs+         Untitled                      
 3      204GB   228GB  23.6GB  ext3         Linux Native_Untitled_2       
 4      228GB   250GB  22.1GB  ntfs         DOS_FAT_32_Untitled_3         
                                                          
(parted) quit                                                             
Information: Don't forget to update /etc/fstab, if necessary.

untuk membaca partisi hfs/hfs+ bisa menggunakan perintah mount seperti ini:

sudo mount -t hfsplus /dev/sda2 /mnt

menurut HOWTO hfsplus, partisi hfs+ hanya bisa ditulis jika fitur journalling-nya dimatikan.

interoperabilitas: akses file dari windows ke hfs/hfs+ dan ext3

agar windows dapat mengakses partisi mac, bisa digunakan aplikasi macdrive.

untuk partisi ext3, akses baca tulis bisa dilakukan dengan menggunakan Ext2 IFS for Windows. untuk alternatif lainnya, bisa dibaca di Ext3 in windows, walaupun kebanyakan hanya menawarkan read only.

interoperabilitas: akses file dari mac os x ke ext3 dan ntfs

mac os x secara default bisa membaca partisi ntfs, walaupun belum bisa menulisinya. untuk bisa menulis ke partisi ntfs, bisa dipergunakan aplikasi paragon ntfs, atau alternatif gratisnya adalah kombinasi macfuse dan ntfs-3g.

sementara untuk membuat mac bisa baca/tulis ext3, sebenarnya ada petunjuk di artikel How to mount ext3 partition on Mac OS X Leopard startup ?, namun saya belum sempat mencobanya sendiri.

referensi

Read Full Post »

Older Posts »