Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘linux’ Category

hari ini saya diminta tolong oleh rekan kerja saya untuk melakukan konversi berkas rekaman CCTV yang menggunakan berkas DV4. setelah saya coba cari menggunakan google serta mencoba-coba sendiri, tampaknya ffmpeg (sekarang diubah namanya menjadi avconv) maupun handbrake tidak mampu melakukan konversi/transcoding, padahal berkas yang sama bisa dimainkan dengan media player classic di windows.

hasil dari mediainfo menyatakan bahwa berkas tersebut menggunakan format AVC:

mediainfo DV4

percobaan transcoding menggunakan ffmpeg maupun handbrake menghasilkan berkas yang terlalu kecil. hasil pencarian google juga tidak menunjukkan hal yang jelas, dan karena sudah menjelang pulang kantor, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan aplikasi windows (gratis) yang bernama Super®.

super

tujuan saya menggunakan Super® adalah melakukan konversi berkas DV4 ke dalam format yang lebih mudah ditangani, dalam hal ini saya memilih MP4. dengan memilih Output Container MP4 lalu centang Stream Copy agak tidak perlu melakukan transcoding atas format yang pada dasarnya sudah AVC, Super® menghasilkan berkas MP4 yang lebih mudah saya kelola dengan default framerate 25 FPS.

Screen Shot 2013-05-31 at 5.31.55 PM

sekarang saya bisa langsung menggunakan ffmpeg/avconv untuk memotong-motong video (misalnya mulai dari menit 12 detik 49 selama 3 menit: ffmpeg -i input.mp4 -ss 00:12:49 -t 00:03:00 output.mp4), dan menggunakan mmg dari paket mkvtoolnix untuk melakukan penggabungan video sekaligus mengubah framerate sesuai dengan hasil rekaman asli CCTV tadi, setelah saya coba-coba angka yang cocok adalah 10 FPS.

Screen Shot 2013-05-31 at 5.44.45 PM

dari hasil penggabungan itu didapatkan berkas mkv (matroska), yang kemudian saya konversi kembali ke mp4: ffmpeg -i input.mkv -vcodec copy output.mp4. voila! berkas DV4 berhasil saya ubah ke MP4 tanpa sekalipun melakukan transcoding yang memakan waktu, sehingga semua proses di atas bisa dilakukan dengan cepat, dan semuanya menggunakan aplikasi non komersial alias tidak berbayar. anyway, di bawah adalah hasil videonya, rekaman pasangan maling yang menyaru seolah-olah calon penyewa apartemen rekan kantor namun lalu mencuri isi apartemen seperti TV, tabung gas, peralatan makan dan lain-lain.

Read Full Post »

triple boot macbook

update

saya sudah menulis petunjuk triple boot terbaru khusus untuk macbook air keluaran akhir tahun 2010. petunjuk di bawah ini tidak berlaku untuk MBA 2010, karena masalah rEFIt yang kurang kompatibel dengan MBA generasi terbaru.

komputer mac generasi sekarang sudah menggunakan prosesor intel x86, sehingga banyak yang menamakannya sebagai macintel. macintel ini karena pada dasarnya menggunakan kode instruksi x86, bisa menjalankan secara native sistem operasi windows. saya akan menjelaskan cara agar sebuah macbook bisa melakukan triple boot ke sistem operasi mac os x, linux dan windows. seharusnya petunjuk ini juga bisa digunakan untuk komputer macintel selain macbook.

persiapan

syarat nomer 1: sebuah mac yang sudah berprosesor intel. syarat berikutnya: mengerti sistem operasi windows dan linux, dan berani membuka terminal untuk mengetikkan perintah command line. syarat esensial lainnya adalah mempunyai cd/dvd boot mac ataupun eksternal bootable harddisk, atau lebih bagus lagi punya lebih dari satu mac, untuk berjaga-jaga jika oleh suatu sebab mac gagal boot. langkah berikutnya tergantung pada kondisi mac target.

jika mac dalam kondisi baru

ini paling mudah, karena kondisi harddisk masih kosong dan semua file terletak secara fisik di awal partisi. buka terminal, lalu ketik perintah “diskutil list“. hasilnya kira-kira seperti ini (pada harddisk 250 GB):

$ diskutil list
/dev/disk0
   #:                       TYPE NAME                    SIZE       IDENTIFIER
   0:      GUID_partition_scheme                        *232.9 Gi   disk0
   1:                        EFI                         200.0 Mi   disk0s1
   2:                  Apple_HFS Scorpio                 232.7 Gi   disk0s2

perhatikan bahwa partisi HFS ada di /dev/disk0s2.

langkah berikutnya adalah menentukan batas besar partisi:

$ diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 limits
For device disk0s2 Scorpio:
	Current size:	204010946560 bytes
	Minimum size:	80508096512 bytes
	Maximum size:	204010946560 bytes

terlihat bahwa besar partisi minimum untuk Mac adalah sekitar 80 GB.

jika anda menggunakan Tiger, perintah di bawah ini bisa dipergunakan (membagi partisi menjadi 190 GB untuk Mac, 22 GB untuk Linux, dan 20 GB untuk Windows; angka-angka ini boleh anda ganti sesuka anda selama total jumlahnya tidak melebihi besar harddisk anda):

diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 190G Linux Linux 22G "MS-DOS FAT32" Windows 20G

namun jika anda menggunakan Leopard, partisi “Linux” sudah tidak didukung lagi. pilihan yang tepat untuk kebutuhan ini adalah UFS:

diskutil resizeVolume /dev/disk0s2 190G UFS Linux 22G "MS-DOS FAT32" Windows 20G

yang perlu diperhatikan adalah limit banyaknya partisi fisik yang bisa dibuat dalam 1 harddisk adalah 4 buah. satu partisi sudah diambil untuk EFI, satu untuk mac os x, jadi tinggal sisa dua partisi yang bisa dibuat. lalu, jika ingin memasang windows, partisi khusus untuk windows harus dibuat sebagai partisi paling terakhir.

jika pada proses resize partisi ini mendadak OS froze (mouse tidak bisa bergerak, tidak ada tanda kehidupan di layar), maka proses ini bisa dipastikan sudah gagal. anda harus boot dari dvd installer mac dan melakukan repair disk untuk memperbaiki terlebih dahulu kegagalan proses resize tadi. dan sewaktu masih dalam kondisi boot dari dvd, buka terminal dan ulangi lagi perintah membagi partisi di atas (sesuaikan dengan dvd yang dipergunakan, apakah tiger atau leopard).

jika proses berjalan mulus, maka perintah diskutil tadi akan memberikan pesan berhasil. namun jika perintah diskutil tadi gagal dan memberikan pesan seperti ini:
Resizing encountered error No space left on device (28) on disk
berarti harddisk anda tidak dalam kondisi “bersih”, ada file yang tersimpan di tengah atau dekat ujung belakang partisi. ini bisa terjadi karena mac os x dengan HFS-nya menghindari menyimpan file pada ruang bekas file yang sudah terhapus, untuk menghindari fragmentasi pada harddisk. kalau anda mengalami hal ini, maka sudah saatnya lanjut ke langkah berikutnya.

jika mac sudah lama dipakai

definisi sudah lama dipakai ini sangat luas, dari pernah menyimpan file sebesar 4 giga misalnya di dalam harddisk, sampai pernah membuat dual boot ke windows dengan menggunakan bootcamp. intinya, mac bukan dalam kondisi baru dibuka dari dusnya. atau anda sampai di sini karena mengalami error “no space left” di atas.

tujuan kita sekarang ini adalah membuat partisi tunggal mac dan melakukan pemampatan alokasi file, sehingga semua file bisa diletakkan di awal partisi. jadi, jika kondisi mac anda sekarang ini adalah dual boot menggunakan bootcamp, silakan pergunakan bootcamp untuk menghapus partisi windows dan digabungkan lagi menjadi satu partisi besar mac.

untuk memampatkan partisi ini, saya menggunakan iDefrag. jika anda bisa menemukan aplikasi pemampat lain yang bersifat gratis, silakan informasikan di komentar di bawah. yang menjadi masalah adalah agar bisa melaksanakan pemampatan ini, harddisk yang ingin dimampatkan tidak boleh online, atau dengan kata lain, harus unmounted. ada banyak cara untuk bisa melakukan hal ini, antara lain:

  • menggunakan bootable USB flashdisk yang sudah dilengkapi dengan aplikasi iDefrag tadi. aplikasi dasboot seharusnya bisa membuat sebuah USB flashdisk ataupun sebuah ipod menjadi bootable device (untuk ipod, dasboot bisa membuat sistem operasi ipod-nya tetap aktif sekaligus juga menjadi bootable ipod). sayangnya di sistem saya yang menggunakan leopard, dasboot tidak bisa berfungsi dengan baik. baik dvd installer maupun cd bootable diskwarrior yang saya punya tidak bisa dikenali. walaupun begitu, saya tetap menuliskan cara menggunakan dasboot ini, karena mungkin saja dasboot masih bisa dipergunakan di tiger.
  • menggunakan cd bootable iDefrag itu sendiri. saya tidak menempuh jalur ini karena saya memang tidak punya cd bootable iDefrag.
  • boot mac ke mode target disk, caranya dengan menekan tombol T saat boot. setelah itu tancapkan via firewire ke mac yang lain, lalu jalankan iDefrag. tentu saja cara ini mempersyaratkan anda punya lebih dari satu mac.
  • gunakan bootable eksternal harddisk. saya menempuh cara ini, karena saya masih punya harddisk lama saya yang berkapasitas 80 GB dan bersistem operasi tiger. untuk mac baru yang sudah berprosesor intel, bisa melakukan boot baik dari firewire maupun dari USB. jalankan iDefrag dari external harddisk ini.

terus terang saya butuh 3 hari sampai akhirnya menemukan solusi di atas. saya menuliskan pengalaman saya ini agar orang lain tidak perlu mumet memikirkan hal ini sampai 3 hari. 🙂

instalasi windows

setelah selesai melakukan partisi ulang, unduh dan instalasi refit. refit akan berfungsi sebagai boot manager yang dinamis, dia bisa mengenali partisi bootable baik dari harddisk maupun dari keping cd/dvd dan external media yang tersambung melalui USB dan firewire.

baru langkah berikutnya adalah instalasi windows. untuk kepentingan triple boot ini, windows driver cd dari bootcamp (dvd installer leopard juga menjadi dvd driver windows) belum diperlukan, yang penting adalah instalasi windows beres terlebih dahulu, masalah driver bisa belakangan. masukkan cd instalasi windows xp sp2 (atau vista) ke dalam cd/dvd drive, dan jika sebelumnya anda sudah memasang refit, saat boot akan muncul pilihan boot dari partisi mac atau dari keping cd/dvd instalasi windows. jika karena sesuatu hal menu pilihan boot ini tidak muncul, atau anda tidak menggunakan refit, saat boot tahan tombol C untuk boot melalui cd/dvd.

lakukan instalasi windows seperti biasa, dengan memilih partisi paling terakhir / paling bawah, yang sudah kita namakan “Windows” dan bertipe FAT32. jika partisi paling akhir bukan FAT32, berarti anda telah melakukan kesalahan pada langkah sebelumnya, silakan diulangi kembali. untuk instalasi windows ini, kita bisa memilih tetap menggunakan FAT32 atau dikonversi menjadi NTFS. saya pribadi memilih untuk dikonversi ke NTFS.

setelah instalasi selesai, biarkan saja kondisi windows seperti apa adanya, instalasi driver bisa kita lakukan belakangan setelah instalasi linux.

instalasi linux

untuk sistem operasi yang ketiga dan juga yang terakhir, saya memilih linux ubuntu hardy heron. jika anda memilih distribusi linux lainnya juga silakan, yang penting adalah ketika ditanyakan soal partisi untuk instalasi, pilih mode manual, lalu pilih partisi yang dinamakan “Linux” tadi (di tiger akan bertipe “Linux”, di leopard akan bertipe “UFS”), pilih tipenya ext3, dan mount di /. jangan buat partisi swap, ini akan kita buat belakangan. kita tidak bisa membuat partisi swap saat ini karena total partisi fisik sudah berjumlah 4, sehingga kita tidak bisa lagi menambah sebuah partisi fisik yang baru. setelah instalasi selesai, grub akan mengenali partisi windows dan menambahkannya dalam daftar sistem operasi yang bisa dipilih saat boot.

sudo tidak bisa dijalankan

ketika boot ke partisi windows, windows akan memperlakukan hardware time sebagai local time, bukan sebagai universal time. akibatnya ketika berpindah dari sistem operasi windows ke linux atau mac os x, jam akan selalu berubah. ini sebenarnya bukan masalah besar, karena tiap sistem operasi bisa melakukan sinkronisasi waktu dengan menggunakan ntp, namun jika oleh suatu hal saat boot ke linux tidak ada akses network, dan sistem operasi yang aktif sebelumnya adalah windows, maka jam akan maju 7 jam ke depan (jika menggunakan WIT, western indonesia time yang lebih cepat 7 jam ketimbang UTC/GMT). dalam kondisi ini jika kita menggunakan perintah sudo, akan muncul pesan kesalahan sudo:timestamp too far in the future. saya menemukan solusinya dengan mengetikkan perintah sudo -K.

membuat swap file

jalankan perintah ini di linux (gunakan sudo jika diperlukan):

dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1024 count=2048000
mkswap /swapfile
swapon /swapfile

tambahkan entri berikut ini di /etc/fstab:

 /swapfile               swap                    swap    defaults        0 0

jika semua berjalan lancar, maka pada reboot berikutnya akan muncul layar refit seperti ini:

anehnya, walaupun partisi windows jelas dikenali oleh refit, jika kita memilih boot dari partisi windows, akan masuk dulu ke grub dan kita harus memilih lagi secara manual agar bisa boot ke windows.

jika memang memilih untuk tidak memasang refit, maka untuk memilih boot dari partisi mana bisa dilakukan dengan menahan tombol option saat reboot.

linux driver

driver mac untuk linux bisa dibaca di artikel How to install Ubuntu on a MacBook. khusus untuk macbook saya (generasi pertama yang masih menggunakan prosesor intel core duo), jalur headphone masih tidak bisa mengeluarkan suara, lalu isight baru bisa menyala setelah cold reboot. setting trackpad juga masih belum menemukan yang perilakunya sama seperti setting trackpad yang biasa saya pergunakan di mac os x, sehingga saya lebih suka menggunakan mouse bluetooth. petunjuk menggunakan mouse bluetooth di linux bisa dibaca dalam artikel HOWTO: Bluetooth Keyboard and Mouse. yang menarik adalah compiz (pada hardy heron) langsung bisa aktif di macbook, yang menggunakan 3D accelerator intel GMA 950.

windows driver

bagi yang masih menggunakan tiger, dan pernah menggunakan bootcamp beta, bisa menggunakan windows driver yang sempat dibuat. namun jika harus membuat cd driver lagi, bootcamp assistant sudah tidak bisa dijalankan lagi, karena sudah expired. tapi ini bukan masalah, salinan dari cd driver windows masih bisa ditemukan di:

/Application/Utilities/Boot Camp Assistant.app/Contents/Resources/diskimage.dmg

salin file ini ke tempat lain, dan gunakan Disk Utility untuk membuat cd driver dari file ini.

bagi yang masih memakai tiger dan belum pernah menggunakan bootcamp, bootcamp beta sudah expired dan tidak bisa diunduh lagi dari apple. silakan anda cari sendiri bootcamp beta khusus untuk tiger, atau unduh bootcamp 2.1 (yang sepertinya cuma update driver, dan anehnya tidak bisa dijalankan di instalasi windows xp saya), pilih sesuai dengan jenis windows yang akan dipasang (windows xp, vista 32 bit, atau vista 64 bit; sayangnya tidak ada pilihan untuk xp x64).

bagi pemakai leopard, dvd installer leopard juga berfungsi sebagai dvd driver windows, silakan langsung digunakan.

kondisi saat saya membuat triple boot ini:

  • macbook black 2.0 GHz generasi pertama, masih intel core duo, 2 GB RAM, dan 250 GB hdd, yang sudah terpakai sekitar 90 GB.
  • harddisk internal menggunakan sistem operasi leopard 10.5.2 (sekarang sudah ada update ke 10.5.3).
  • menggunakan bootable harddisk eksternal 80 GB yang berisi sistem operasi tiger, memanfaatkan iDefrag untuk memampatkan harddisk internal 250 GB.
  • menggunakan perintah diskutil resizeVolume dari tiger, dengan pembagian 190 GB mac, 22 GB linux dan 20 GB windows.
  • menggunakan refit sebagai boot manager, dan menggunakan driver windows yang berasal dari bootcamp beta di tiger.

interoperabilitas: masalah jam yang berubah-ubah

dalam keadaan standar, windows memperlakukan hardware time sebagai local time, sementara baik mac os x maupun linux dalam keadaan standar memperlakukan hardware time sebagai universal time (UTC/GMT). maka dari itu setiap kali berpindah sistem operasi dari windows ke linux/mac dan sebaliknya, jam sistem akan selalu berubah.

untuk memperbaiki berubah-ubahnya jam, saya menemukan solusinya di UbuntuTime, yaitu dengan memaksa windows memperlakukan waktu hardware sebagai waktu UTC. caranya adalah dengan membuat file teks fixtimeutc.reg, dan isikan dengan teks sebagai berikut:

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\TimeZoneInformation]
     "RealTimeIsUniversal"=dword:00000001

simpan lalu dobel klik file fixtimeutc.reg tadi.

interoperabilitas: akses file dari linux ke hfs/plus dan ntfs

di linux ubuntu hardy heron, fuse dan ntfs-3g sudah merupakan paket standar instalasi. untuk melakukan proses baca tulis ke partisi NTFS semudah memilih menu Places lalu klik volume partisi NTFS, partisi tersebut akan terpasang di /media/[nama volume].

untuk mencari partisi hfs/hfs+ ada di mana, gunakan parted dan perintah print:

$ sudo parted
GNU Parted 1.7.1
Using /dev/sda
Welcome to GNU Parted! Type 'help' to view a list of commands.
(parted) print                                                            

Disk /dev/sda: 250GB
Sector size (logical/physical): 512B/512B
Partition Table: gpt

Number  Start   End    Size    File system  Name                     Flags
 1      20.5kB  210MB  210MB   fat32        EFI System Partition     boot 
 2      210MB   204GB  204GB   hfs+         Untitled                      
 3      204GB   228GB  23.6GB  ext3         Linux Native_Untitled_2       
 4      228GB   250GB  22.1GB  ntfs         DOS_FAT_32_Untitled_3         
                                                          
(parted) quit                                                             
Information: Don't forget to update /etc/fstab, if necessary.

untuk membaca partisi hfs/hfs+ bisa menggunakan perintah mount seperti ini:

sudo mount -t hfsplus /dev/sda2 /mnt

menurut HOWTO hfsplus, partisi hfs+ hanya bisa ditulis jika fitur journalling-nya dimatikan.

interoperabilitas: akses file dari windows ke hfs/hfs+ dan ext3

agar windows dapat mengakses partisi mac, bisa digunakan aplikasi macdrive.

untuk partisi ext3, akses baca tulis bisa dilakukan dengan menggunakan Ext2 IFS for Windows. untuk alternatif lainnya, bisa dibaca di Ext3 in windows, walaupun kebanyakan hanya menawarkan read only.

interoperabilitas: akses file dari mac os x ke ext3 dan ntfs

mac os x secara default bisa membaca partisi ntfs, walaupun belum bisa menulisinya. untuk bisa menulis ke partisi ntfs, bisa dipergunakan aplikasi paragon ntfs, atau alternatif gratisnya adalah kombinasi macfuse dan ntfs-3g.

sementara untuk membuat mac bisa baca/tulis ext3, sebenarnya ada petunjuk di artikel How to mount ext3 partition on Mac OS X Leopard startup ?, namun saya belum sempat mencobanya sendiri.

referensi

Read Full Post »

vodafone wireless routerpada hari kamis 14 februari kemarin (ya, tepat saat valentine), wireless router vodafone yang saya pergunakan tiba-tiba rusak. sudah saya coba matikan lalu nyalakan kembali, yang terlihat hanyalah lampu LED merah menyala kedap-kedip, tak terlihat indikasi bahwa router tersebut berhasil booting.

saya malas melakukan komplain ke toko, karena terus terang saja saya pernah membongkar router ini untuk mengetahui apa saja isinya, yang tentunya merusak semua stiker garansi yang ada. tapi saya juga ingin berhemat, tidak ingin membeli lagi router yang sejenis, yang harganya mencapai di atas 1 juta rupiah. akhirnya saya putuskan untuk mencoba membuat sendiri router wireless dengan berbagai perangkat yang saya miliki.

merlin U630pertama tentu saja saya butuh modem 3G. dulu saya pernah menggunakan telpon genggam nokia E61 saya sebagai modem 3G, tapi tentu saja ini adalah solusi yang mahal, lagipula saya sudah terbiasa menggunakan E61 untuk komunikasi sehari-hari. jawabannya terletak di dalam router yang rusak ini: di dalamnya terdapat modem 3G pc-card novatel UMTS U630 merlin. setelah saya coba modem U630 ini masih bisa dipergunakan.

thinkpad x20barang kedua yang saya butuhkan adalah sebuah komputer yang bisa menggunakan modem pc-card, dan juga irit dalam pemakaian listrik, karena fungsinya sebagai wireless router yang akan menyala secara terus-menerus. thinkpad x20 yang saya miliki memenuhi kriteria ini. kondisi thinkpad x20 ini sudah tidak terlalu mulus; ada retakan kecil di bagian kanan di atas slot harddisk, dan juga rel slot harddisk-nya sudah patah, layar LCD sudah tidak berfungsi lagi, dan baterenya juga sudah tidak bisa menyimpan listrik. tentu saja kondisi ini malah membuatnya makin cocok untuk dijadikan router wireless.

dlink dwl-700apbarang ketiga yang saya butuhkan — dan yang tak kalah penting — adalah sebuah access point. sewaktu router vodafone saya masih berfungsi, jangkauan sinyalnya tergolong lemah, sewaktu saya bongkar dulu juga terlihat kalau wireless-nya menggunakan antena internal kecil. supaya wireless router vodafone ini bisa menjangkau semua komputer yang ada di rumah, dulu saya sempat membeli dlink DWL-700AP yang saya fungsikan sebagai repeater. sekarang setelah router vodafone rusak, access point dlink ini bisa saya manfaatkan kembali ke fungsi aslinya, yaitu sebagai access point.

thinkpad x20 ini sebelumnya sudah terpasang ubuntu gutsy, dengan fungsi utama sebagai leecher torrent. sekarang fungsinya akan saya tambah sebagai sebuah wireless router, sekaligus berfungsi sebagai cache proxy. langkah pertama adalah membuat x20 ini bisa tersambung ke cbn menggunakan modem 3G, untungnya saya pernah mencatat bagaimana menggunakan wvdial untuk melakukan hal ini dengan modem bluetooth; untuk modem pc-card diperlukan sedikit modifikasi, mengganti rfcomm ke ttyS1. berikut adalah wvdial.conf yang saya pergunakan:

    [Dialer Defaults]
    Phone = *99***1#
    Username = user@cbn.net.id
    Password = password
    New PPPD = yes
    Stupid Mode = 1
    Dial Command = ATDT

    [Dialer CBN]
    Modem = /dev/ttyS1
    Baud = 460800
    Dial Command = ATDT
    Init2 = ATZ
    Init3 = ATM0
    Init4 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”cbn.net.id”
    FlowControl= crtscts
    Modem Type = Analog Modem

kemudian agar tiap kali booting komputer akan selalu dial, pada baris terakhir /etc/init.d/rc.local ditambahkan perintah wvdial CBN &.

setelah berhasil membuat komputer selalu melakukan koneksi melalui modem, sekarang komputer dibuat agar menjadi router, dan sekali lagi untungnya saya pernah mencatat bagaimana cara membagi koneksi internet di ubuntu:

  1. mulai dengan melakukan konfigurasi network, saya di rumah menggunakan 10.0.0.1.
  2. edit file /proc/sys/net/ipv4/ip_forward (sudo nano /proc/sys/net/ipv4/ip_forward), ganti angka 0 menjadi 1.
  3. jalankan perintah sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE.
  4. lakukan instalasi dnsmasq dan ipmasq: sudo apt-get install dnsmasq ipmasq.
  5. restart dnsmasq: /etc/init.d/dnsmasq restart.
  6. konfigurasikan ipmasq agar dijalankan setelah network aktif: dpkg-reconfigure ipmasq
  7. tambahkan baris net.ipv4.ip_forward = 1 ke dalam file /etc/sysctl.conf: sudo nano /etc/sysctl.conf.
  8. instalasi dhcp server: sudo aptitude -y install dhcp3-server. setting yang saya pergunakan pada /etc/dhcp3/dhcpd.conf adalah:
    subnet 10.0.0.0 netmask 255.255.255.0 {
      range 10.0.0.100 10.0.0.200;
      option domain-name-servers 10.0.0.1, 202.158.3.7, 202.158.3.6;
      option domain-name "cbn.net.id";
      option routers 10.0.0.1;
      option broadcast-address 10.0.0.255;
      default-lease-time 600;
      max-lease-time 7200;
    }
  9. di klien saya tinggal konfigurasikan untuk setting IP secara otomatis.

dlink DWL-700AP saya koneksikan ke port ethernet thinkpad x20, lalu saya konfigurasikan untuk menggunakan enkripsi WPA2-PSK (pre-shared key, agar relatif lebih mudah untuk bisa terkoneksi ke access point).

koneksi internet yang saya pergunakan adalah CBN wireless 3G via XL yang unlimited, sayangnya koneksinya dibatasi kecepatannya di 64 Kbps (dan sepertinya paket layanan ini sudah tidak tersedia lagi untuk pelanggan baru). agar browsing internet bisa sedikit terbantu, saya membuat sebuah intercepting transparent proxy dengan menggunakan squid. langkah pertama tentu saja instalasi squid, sudo aptitude -y install squid. dengan dibantu oleh jay, inilah konfigurasi squid saya yang mencontek petunjuk bagaimana membuat transparent proxy menggunakan squid 3 (yang saya pergunakan adalah squid 2.6, namun ternyata konfigurasi squid 3 bisa dipergunakan juga):

http_port 3128 transparent
icp_port 0

cache_mem 128 MB
dns_nameservers 127.0.0.1
cache_swap_low 90
cache_swap_high 95
cache_dir aufs /var/spool/squid 40000 16 256
logfile_rotate 10

cache_effective_user proxy
cache_effective_group proxy

cache_peer proxy.cbn.net.id parent 8080 0 no-query no-digest

visible_hostname squid.diva-valen.com
cache_mgr sigantengkalem@yahoo.com

hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
cache deny QUERY

acl apache rep_header Server ^Apache
access_log /var/log/squid/access.log squid
hosts_file /etc/hosts
ftp_user ftp@diva-valen.com

refresh_pattern ^ftp:           1440    20%     10080
refresh_pattern ^gopher:        1440    0%      1440
refresh_pattern .               0       20%     4320

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl daleman src 10.0.0.1/255.255.255.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl SSL_ports port 443 563
acl SSL_ports port 873          # rsync
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 563 # https, snews
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 631 # cups
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl Safe_ports port 901 # SWAT
acl purge method PURGE
acl CONNECT method CONNECT
acl FTP proto FTP

http_access allow manager localhost daleman
http_access deny manager

http_access allow purge localhost
http_access deny purge
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports

http_access allow daleman
http_access allow localhost
http_access deny all

http_reply_access allow all
icp_access allow all

forwarded_for off

always_direct allow all
coredump_dir /var/spool/squid

langkah terakhir tentu saja untuk mencegat semua akses web agar bisa dibelokkan terlebih dahulu ke squid:

sudo iptables -t nat -A PREROUTING -i eth0 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128

selesailah sudah, saya akhirnya mendapatkan wireless router yang “baru”, yang mempunyai lebih banyak keunggulan ketimbang wireless router vodafone:

  • otomatis berusaha melakukan koneksi. router vodafone tidak memiliki fasilitas ini.
  • intercepting transparent proxy. sulit melakukan hal ini dengan router vodafone.
  • DHCP server yang jauh lebih stabil. entah kenapa pada router vodafone, jika mendapatkan IP di range 10.0.0.200 ke atas, routing tidak berjalan dengan benar, alias tidak akan bisa terkoneksi ke internet.

satu-satunya fasilitas yang belum sempat saya pelajari adalah menggantikan fungsi print server yang tadinya tersedia pada router vodafone. namun saya rasa hal ini adalah hal yang trivial, tinggal saya sempatkan waktu lagi untuk mempelajari bagaimana caranya.

Read Full Post »

compiz fusion

di dalam serial dragon ball, dua pendekar bisa bergabung menjadi satu, dan gabungannya ini (disebut fusion) membentuk seorang pendekar yang sangat kuat.

compiz fusionketika saya sedang membaca artikel tentang bagaimana membuat linux meniru antarmuka mac os x, saya baru mengetahui bahwa ternyata beryl, yang tadinya merupakan fork dari compiz, telah dihentikan pengembangannya dan sekarang digabung kembali ke compiz, membentuk compiz fusion.

setelah memasang kembali compiz, hal pertama yang saya perhatikan adalah window decorator yang sudah saya setting sehingga mirip mac os x tidak hilang atau berubah ke default, hal yang saya alami ketika masih memakai beryl. lalu ketika masuk ke mode screensaver, ternyata screensaver berjalan secara transparan, dan desktop (bukan cuma sekedar desktop snapshot, tapi live desktop) masih bisa terlihat secara samar-samar di belakang. definitely a jaw dropping sight.

TAUTAN

Read Full Post »

saya mengambil mail dari account gmail saya dengan fetchmail di komputer kantor. biasanya pada jam luar kantor aturan firewall membolehkan akses keluar ke port 995, namun beberapa minggu ini ternyata aturannya sudah berubah, port 995 selalu ditutup sekarang. setelah mencari-cari bagaimana cara untuk “mengitari” firewall ini, saya menemukan beberapa artikel, antara lain tulisan dari maseko mengenai http tunnel. di dalam artikel tersebut ada dua layanan yang dibahas, yaitu http-tunnel.com dan your-freedom.net.

http-tunnel.com

http-tunnel.com menyediakan layanan akses server http tunnel yang gratis namun terbatas, tampaknya yang dibatasi adalah kecepatan transfer data dan ketersediaan layanan. dari percobaan selama seminggu mempergunakan layanan http-tunnel.com, akses tercepat terjadi pada hari minggu dan senin, sewaktu masih hari libur di amerika; kecepatan transfer data bisa mencapai 14 kilobytes per detik. di hari lainnya kecepatan transfer data cukup lambat, paling tinggi 5 kilobytes per detik. program klien dari http-tunnel ini juga tampaknya masih buggy, masih suka crash tanpa sebab yang jelas. selain layanan gratis, http-tunnel.com menyediakan layanan yang berbayar, dengan kelebihan kecepatan transfer data yang lebih cepat dan ketersediaan layanan yang lebih terjamin, walaupun begitu saya tidak terlalu menganjurkan menggunakan layanan ini, mengingat program kliennya yang masih buggy. untuk mengatasi masalah klien yang buggy ini, saya menggunakan aplikasi system scheduler dari splinterware versi gratis. dengan system scheduler ini, saya menjadwalkan selang beberapa waktu untuk memeriksa apakah klien http-tunnel.com ini masih aktif atau sudah crash, kalau sudah crash maka system scheduler akan secara otomatis menjalankan kembali klien tersebut.

your-freedom.net

http tunnel berikutnya adalah your-freedom.net. mirip seperti layanan sebelumnya, tersedia layanan gratis dengan batasan kecepatan transfer data sebesar 64 kilobit per detik, dan jatah koneksi 6 jam per hari dan 18 jam per minggu, dan tiap jam koneksi akan diputus dari server. walaupun layanan versi gratisnya tampaknya lebih kaku ketimbang http-tunnel.com, kliennya jauh lebih stabil dan merupakan aplikasi java, sehingga bisa dijalankan di berbagai platform yang mendukung java (sejauh ini saya sudah coba di windows xp dan mac os x). versi layanan berbayarnya tidak terkena batasan koneksi dan menjanjikan kecepatan transfer data yang lebih tinggi. saya tidak melanjutkan lagi menggunakan layanan your-freedom ini karena limitasi jatah waktu koneksinya yang terlalu ketat bagi saya.

desproxy

desproxysetelah sekian lama mencari, akhirnya saya menemukan desproxy. desproxy merupakan aplikasi http tunnel yang memanfaatkan koneksi http proxy, dan tidak membutuhkan server di luar jaringan lokal. kelebihan dari desproxy ini sekaligus merupakan kekurangannya; desproxy benar-benar memanfaatkan jalur http proxy yang tersedia tanpa perlu adanya server penyedia layanan http tunnel, namun itu berarti koneksi keluar sepenuhnya tergantung pada aturan yang diberlakukan pada http proxy yang dipergunakan. namun sejauh ini, kebutuhan saya agar bisa mengakses port 995 ternyata tidak dibatasi oleh http proxy kantor.

desproxy merupakan aplikasi multi-platform, bisa dijalankan di linux, *bsd (termasuk mac os x), sun solaris, dan bahkan windows dengan memanfaatkan cygwin. berikut adalah cara menjalankan desproxy di sistem operasi ubuntu feisty fawn:

  1. unduh source desproxy.
  2. unzip source tersebut (tar xvfz source.tar.gz).
  3. lakukan kompilasi dan instalasi: masuk ke folder desproxy, ./configure, make, sudo make install.
  4. jalankan desproxy sebagai socks server, misalnya http proxy server ada di 192.168.1.1 port 80 dan kita ingin menggunakan port 1080 sebagai port socks proxy: desproxy-socksserver 192.168.1.1 80 1080.
  5. sekarang kita membutuhkan socks client agar fetchmail bisa menggunakan socks proxy ini. sebenarnya fetchmail bisa langsung menggunakan socks proxy, tergantung pada parameter saat kompilasi, namun fetchmail yang tersedia dalam repositori ubuntu tidak mendukung socks proxy. ada banyak pilihan socks proxy, yang saya pakai adalah dante: sudo aptitude install dante-client.
  6. sunting file dante.conf: sudo nano /etc/dante.conf. untuk keperluan dasar, tambahkan ini:

    resolveprotocol: fake
    route {
    from: 0.0.0.0/0 to: 0.0.0.0/0 via: 127.0.0.1 port = 1080
    proxyprotocol: socks_v5
    }

  7. jalankan fetchmail: socksify fetchmail. lihat syslog (tail -f /var/log/syslog) untuk memastikan proses fetchmail berjalan.

sayang desproxy tidak dilanjutkan pengembangannya lagi sejak 8 agustus 2004. tapi pada kondisinya sekarang ini, desproxy sudah cukup memenuhi kebutuhan saya untuk mengambil mail gmail pada jaringan yang menutup port 995.

Read Full Post »

bluetoothsemenjak modem novatel merlin U630 saya mengalami kerusakan, saya memanfaatkan nokia E61 saya sebagai modem pengganti untuk sementara waktu.

di sistem operasi mac os x, caranya sangat mudah. tinggal ambil modem script yang sesuai di situs ross barkman, lalu pairing dan pilih modem script dari barkman tadi, isi dial number dengan nama APN, misalnya “cbn.net.id”.

di sistem operasi windows XP SP2 agak lebih rumit. setelah dilakukan pairing, di windows hanya akan muncul “Standard Modem over Bluetooth link“. klik modem properties, klik tab Advanced, lalu isikan kolom Extra initialization commands dengan AT+CGDCONT=1,"IP","APN". APN di sini diganti dengan nama APN yang dipakai, misalnya “cbn.net.id”. setelah itu, harus dibuat sebuah koneksi internet yang baru, dengan dial number *99# (khusus untuk nokia). terus terang, cara windows ini walaupun sedikit lebih rumit tapi jauh lebih tidak fleksibel, karena kalau ganti ISP maka kita harus menyunting Extra initialization commands lagi untuk mengganti APN.

sekarang di sistem operasi ubuntu feisty fawn. perlu saya informasikan bahwa saya menggunakan komputer headless untuk feisty desktop ini, jadi saya sepenuhnya bergantung pada CLI melalui SSH. yang dibutuhkan dari ubuntu adalah aplikasi bluetooth dan wvdial, dan keduanya secara default sudah terpasang pada instalasi feisty desktop. berikut adalah cara pairing sampai berhasil melakukan dial:

  1. sunting file hcid.conf, sudo nano /etc/bluetooth/hcid.conf. yang perlu diubah adalah pada bagian options, set security auto, dan passkey "1234", ubah angka 1234 sesuai dengan selera anda. ini maksudnya adalah ketika kita inisiasi pairing dari device, ubuntu akan secara otomatis menerima dengan passkey yang sudah kita tentukan tadi.
  2. lakukan pairing dari device, dalam hal ini nokia E61. ketika di device ditanyakan passkey, isi dengan passkey yang sudah kita tentukan di langkah sebelumnya.
  3. langkah berikutnya adalah mencari tahu MAC address dari nokia E61, yang sudah diset mode discoverable, menggunakan perintah hcitool scan. catat alamat yang didapatkan, sebagai contoh alamat MAC nokia E61 saya adalah 00:12:D1:85:5E:A7.
  4. cari tahu channel number yang digunakan oleh device untuk dialup networking, sdptool browse 00:12:D1:85:5E:A7. di bagian “Service Name: Dial-up Networking“, lihat “Protocol Descriptor List:” dan “RFCOMM“, akan ada tulisan “Channel:“, catat angka channel ini.
  5. sunting file rfcomm.conf, sudo nano /etc/bluetooth/rfcomm.conf. isikan seperti ini:

    rfcomm0 {
    bind yes;
    device 00:12:D1:85:5E:A7;
    channel 2;
    comment "Bluetooth PPP Connection";

    }

  6. restart servis bluetooth, sudo /etc/init.d/bluetooth restart. lalu cek dengan perintah rfcomm, hasilnya seharusnya kira-kira seperti ini: rfcomm0: 00:12:D1:85:5E:A7 channel 2 clean.
  7. sunting file wvdial.conf, sudo nano /etc/wvdial.conf, lalu isikan seperti ini (ganti bagian username, password dan APN dengan yang sesuai dengan anda sendiri):

    [Dialer Defaults]
    Phone = *99#
    Username = user@cbn.net.id
    Password = password
    Stupid Mode = 1
    Dial Command = ATDT

    [Dialer E61]
    Modem = /dev/rfcomm0
    Baud = 460800
    Dial Command = ATDT
    Init2 = ATZ
    Init3 = ATM0
    Init4 = AT+CGDCONT=1,"IP","cbn.net.id"
    FlowControl= crtscts
    Modem Type = Analog Modem

  8. langkah berikut ini tidak wajib. jika ISP yang anda pakai tidak mendukung Compression Control Protocol, tambahkan setting ini di file .ppprc, nano ~/.ppprc, dan tambahkan baris noccp.

fiuh. kalau semuanya lancar, seharusnya kita sudah bisa terkoneksi ke internet, tinggal menjalankan wvdial E61. selamat mencoba!

referensi:

Read Full Post »

berylsaya sehari-harinya adalah pengguna sistem operasi windows, linux dan mac. biasanya kalau ditanyakan seberapa bagus antarmuka grafis dari ketiga sistem operasi tersebut, secara subjektif urutannya adalah mac, windows dan linux yang paling buntut. namun ketika window manager untuk linux seperti beryl muncul, urutannya menjadi berubah total, masih secara subjektif saya akan mengurutkan menjadi linux, mac dan paling buntut adalah windows (ini berdasarkan pengalaman terakhir di windows XP, saya sendiri belum pernah mencoba windows vista versi retail).

sebenarnya tahun lalu saya sudah mencoba window manager compiz, namun karena masih sangat buggy akhirnya saya tinggalkan. setelah memperhatikan bahwa yang sekarang sedang hangat dibicarakan adalah beryl, akhirnya saya beranikan diri untuk mencoba kembali window manager 3D ini.

berdasarkan info dari andy di milis id-ubuntu, cara termudah untuk instalasi beryl adalah:

Beryl langsung working out of the box di Feisty hanya dengan beberapa langkah saja:
– Install Nvidia restricted driver
– sudo nvidia-xconfig –add-argb-glx-visuals
– sudo apt-get install beryl emerald-themes
– Restart X (Ctrl + Alt + Backspace)
– Sudah deh tinggal aktifkan saja si Beryl

setelah saya lakukan hal di atas, beryl bisa diaktifkan namun ternyata window decorator-nya hilang! setelah saya coba googling, akhirnya saya menemukan bahwa colordepth harus 24 bit, sementara feisty saya masih 16 bit. yang harus dilakukan adalah menyunting file /etc/X11/xorg.conf dan mengubah bagian Screen di baris DefaultDepth dari 16 ke 24. memang agak aneh harus sampai manual menyunting konfigurasinya, sementara saya lihat di fedora untuk mengubah colordepth bisa dilakukan melalui antarmuka grafis.

karena saya menggunakan gnome, maka saya juga menambahkan beryl window decorator heliodor yang memang didesain untuk terintegrasi dengan gnome. semua ini saya pasang di komputer tua saya: Athlon 900+ MHz, memori 384 MB dan kartu grafis GeForce4 MX440 64 MB. walaupun manfaat beryl sejauh ini cuma eye candy, oleh karena beryl, linux + komputer yang lumayan tua masih berani ditandingkan dengan windows vista dari sisi eye candy juga.

Read Full Post »

Older Posts »