Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘kamera’ Category

pada tanggal 15 januari 2009 kemarin, panasonic kembali merilis update firmware untuk kamera lumix DMC-LX3, ke versi 1.2. firmware dapat diunduh di situs panasonic, berikut daftar perbaikannya:

Date/Version Description
2009/1/15
Ver 1.2
  1. Improved white balance flash mode setting when DMW-FL220 is connected.
  2. Proper setting of shutter speed on iA mode and Scene mode when OIS is turned ON.
  3. Proper Exif information in the JPEG picture file.

Read Full Post »

fujifilm f31fd

f31fdsewaktu iseng melihat statistik blog ini, saya melihat ada satu URL referensi yang berasal dari blog pak budi rahardjo, yang ternyata adalah saran saya untuk pembelian kamera baru yang pada waktu itu dibutuhkan beliau. ketika saya baca ulang, saya punya pemikiran bahwa apa yang saya tulis di sana seharusnya saya tulis ulang lagi di sini untuk kamera yang berbeda, yaitu fujifilm F31fd, yang merupakan pengganti dari F30 saya yang hilang dicopet orang.

batere tahan sangat lama. jika sehari memotret cuma 1 – 2 kali, sebulan juga belum tentu habis baterenya.

kualitas gambar sangat bagus untuk dalam ruangan / indoor. ini didukung oleh kemampuan ISO sampai dengan ISO 3200 di F31fd. noise-nya juga sangat tolerable di ISO setinggi itu.

tidak tipis, ketebalannya dalam keadaan lensa tertutup adalah 27.8 mm. ini mungkin jadi point minus. F31fd saya adalah pocket camera, tapi bukan super compact camera seperti jajaran casio exilim. walaupun bisa dikantongi, saya lebih memilih membeli sarung handphone untuk nokia 6600 misalnya yang bisa digantung di sabuk atau menggunakan carabiner untuk menjadi kantong kamera saya. tiap hari selalu saya bawa, bahkan sewaktu main skirmish airsoft pun saya tetap bawa, walaupun pernah pengalaman waktu merayap ternyata sempat terjatuh dari kantongnya, untung tidak hilang. sejak saat itu kalau skirmish saya pindahkan ke kantong yang lebih aman.

relatif rugged, seperti yang saya tulis di atas, saya selalu bawa ke mana-mana bahkan saat main airsoft. kekhawatiran lebih ke jatuh dan hilang, bukan jatuh dan rusak.

memori bisa ditambah, dalam artian dia menggunakan 😄 card. bukan kartu memori yang paling umum dipakai, jadi memang sepertinya jadi point minus. saya pakai yang ukuran 2 GB.

resolusi maksimal 6 Mpix untuk F31fd, cukup optimal untuk kebutuhan sehari-hari. toh nikon D70 yang saya pergunakan juga masih 6 Mpix.

harga sekitar 2 jutaan untuk F31fd, info ini saya dapatkan dari tokocamzone. ada juga yang lebih murah seperti F20, dan yang lebih mahal sedikit seperti F40fd yang sudah 8 Mpix, tapi menurut saya kalau mencari kamera kompak yang bisa kita atur manual untuk bukaan dan kecepatan rana, maka F20 dan F40 bukan pilihan, karena keduanya full auto.

luas layar LCD juga ikut berpengaruh. layar LCD yang terlalu kecil, kurang dari 2″ misalnya, akan menyembunyikan fakta kualitas gambar. makin besar layar, makin bagus. f31fd ini sendiri memiliki layar 2.5″.

dari sekian jenis kamera yang pernah saya pakai (canon, nikon, pentax, sony), hanya fuji seri F ini yang benar-benar terbukti kualitas gambarnya untuk dalam ruangan / indoor dan tanpa flash. contoh hasil foto dari f31fd bisa dilihat di koleksi foto flickr saya, seperti yang ada di sebelah kanan blog saya ini.

Read Full Post »

photorec

photorecbagi pemilik kamera digital, kadang tanpa diduga hasil jepretan di media memory card hilang atau tidak bisa diakses. photorec bisa menyelamatkan foto di dalam media yang mengalami kerusakan tersebut, bahkan jika sudah dilakukan reformat. kelebihan dari photorec ini adalah sifatnya yang open source dan multi-platform, bisa dijalankan di DOS, windows, linux, keluarga BSD, sun solaris dan mac os x.

Read Full Post »

F31 fdsetelah kamera fuji F30 hilang dicopet, saya kehilangan banyak momen yang seharusnya bisa saya abadikan lewat foto. akhirnya saya putuskan untuk membeli kamera fujifilm F31 fd, yang merupakan versi perbaikan dari F30.

F31 ini ukuran dimensinya sama seperti pendahulunya, F30. secara fisik yang terlihat berbeda adalah adanya tombol face detection di bagian belakang kamera, di pojok kanan bawah, lalu di sisi kiri kamera di atas tempat konektor USB dan charger adalah port infra merah. lalu di bagian depan, bagian yang menonjol untuk tempat jari memegang kamera kini ditambahkan semacam plastik hitam, mungkin supaya tidak terlalu licin. lalu yang paling terlihat bedanya adalah bodi kamera yang terbuat dari metal berwarna lebih gelap ketimbang F30 yang berwarna perak lebih terang.

sewaktu menuliskan artikel tentang kerusakan macbook, saya memotret enclosure USB yang baru saya beli, namun tidak bisa melakukan transfer foto ke macbook karena kedua port USB sedang dipergunakan oleh enclosure tersebut (agar pasokan listrik untuk menyalakan harddisk mencukupi, enclosure tersebut menempati dua port yang ada). agar bisa melakukan transfer foto, saya menancapkan konektor USB dari F31 ke desktop ubuntu saya. perangkat USB dikenali, namun muncul pesan kesalahan sebagai berikut:

An error occurred in the io-library ('Could not claim the USB device'): Could not claim interface 0 (Operation not permitted). Make sure no other program or kernel module (such as sdc2xx, stv680, spca50x) is using the device and you have read/write access to the device.

setelah melakukan googling, saya menemukan solusi dari pesan kesalahan tersebut. pertama, lakukan lsusb, hasilnya adalah:

$ lsusb
Bus 002 Device 002: ID 05e3:0502 Genesys Logic, Inc. GL620USB GeneLink USB-USB Bridge
Bus 002 Device 001: ID 0000:0000
Bus 001 Device 004: ID 04cb:01c1 Fuji Photo Film Co., Ltd
Bus 001 Device 001: ID 0000:0000

angka 04cb menyatakan vendor (Fuji Photo Film), angka berikutnya 01c1 menyatakan ID dari produk. buka file /etc/udev/rules.d/45-libgphoto2.rules lalu sebelum baris LABEL="libgphoto2_rules_end" saya tambahkan baris berikut:

SYSFS{idVendor}=="04cb", SYSFS{idProduct}=="01c1", MODE="0660", GROUP="plugdev"

setelah itu saya tancap lagi konektor USB F31 tadi dan sekarang ubuntu sudah bisa mengambil foto langsung dari kamera.

Read Full Post »

F30setelah membaca sebuah posting tentang link review F30 di milis kameradigital:

ada beberapa hal yang memang patut diperhatikan:

  • default brightness LCD viewer-nya memang sangat terang, agak menipu karena ternyata foto under exposed. seperti yang dituliskan dalam bart’s blog, saya juga menurunkan brightness levelnya ke -2. tapi ini bukan berarti sesuatu hal yang jelek, karena dengan setting LCD paling terang, anda jadi akan tetap bisa mempergunakan LCD pada kondisi terang benderang di luar ruangan pada siang hari.
  • jika kamera dalam keadaan hidup dan terkoneksi ke komputer, mencabut kabel USB akan membuat lensa otomatis keluar. solusi sementara dari saya adalah mematikan terlebih dahulu kamera sebelum mencabut kabel.
  • i-flash memang bagus pada F30 ini. saya bisa menggunakan flash tanpa ragu background akan terlalu gelap pada keadaan temaram. tentu saja kalau saya ingin kondisi yang lebih alami saya akan mematikan flash.
  • membandingkan hasil kamera pocket semacam F30 dengan DSLR semacam canon 20D memang tidak fair, namun seperti yang bisa dilihat sendiri, dalam keadaan ISO tinggi hasil dari kamera pocket tidak mengecewakan, dan tidak butuh banyak post-processing seperti pada DSLR. jadi memang cocok buat yang tidak mau ambil pusing untuk mengolah lagi hasil foto.

Read Full Post »

fujifilm finepix f30sejak hari kamis lalu saya memiliki kamera digital fujifilm finepix F30. sejak dulu saya menginginkan kamera yang bisa menghasilkan foto yang bagus, dan F30 ini merupakan salah satu kamera digital yang sangat bagus kualitas fotonya. mampu memotret sampai sensitivitas ISO 3200, merupakan kamera digital pocket pertama yang memiliki kemampuan tersebut. bobotnya yang ringan dan bentuknya yang kecil membuat kamera ini praktis dibawa setiap saat. aslinya kamera ini tidak disertakan tas / sarung, namun karena bentuknya yang kecil, saya bisa menggunakan sarung handphone generik yang lentur dan cuma seharga 30 ribu rupiah, sehingga sekarang saya bisa selalu membawanya ke mana-mana dengan menggantungkannya di sabuk celana.

sebelumnya saya punya sejarah yang lumayan panjang dengan kamera digital. yang bisa dibilang kamera digital serius pertama yang saya miliki adalah canon powershot G2. kemudian saya mencari kamera yang lebih kecil, akhirnya saya membeli canon powershot S50, namun bobotnya masih lumayan berat. kemudian karena tergoda megapixel yang besar dan kemampuan mechanical zoom, saya jual G2 tadi dan membeli sony DSC F828. namun ternyata megapixel yang besar dan mechanical zoom ini tidak terlalu berguna untuk pemotretan dalam kondisi low light, akhirnya saya jual F828 dan membeli nikon D70. D70 ini adalah kamera terbaik yang pernah saya miliki, sayangnya bobotnya yang berat membuatnya tidak praktis untuk dibawa-bawa setiap saat. dengan pertimbangan bentuk yang kecil, tidak ada bagian yang bergerak dan ditambah waterproof, saya membeli pentax optio WP.

optio WP memang tahan air, dan bisa mengambil foto makro dalam jarak 1 cm, namun sangat parah kualitasnya untuk kondisi low light. akhirnya saya jual optio WP ini dan beralih ke F30. jadi, kamera digital yang saya miliki saat ini adalah canon S50, nikon D70 dan fuji F30. canon S50 masih saya simpan karena kualitas fotonya OK, bisa memotret dalam mode RAW dan saya juga sudah membelikan aksesoris lensa zoom 8x, sehingga jika digabungkan dengan zoom built-in 3x di S50, saya bisa mendapatkan zoom 24x, lumayan bagus untuk foto makro serangga dari jarak yang lumayan jauh. kelemahannya, bentuknya tidak terlalu kecil, berat, dan baterenya sudah mulai loyo.

kembali ke topik, sudah 5 hari sejak mendapatkan kamera ini, hasilnya sama sekali tidak mengecewakan. crisp, terang, dan warna yang tidak melenceng. bisa dilihat sendiri di flickr saya, foto dari F30 dan D70 sama-sama di ISO 800, di F30 nyaris tanpa noise sementara D70 sudah mulai kerepotan dengan noise. dan yang lebih hebat lagi, walaupun sejak beli belum pernah di-charge, indikator batere masih menunjukkan 2/3 dari kapasitas! benar-benar kamera yang irit batere untuk ukuran sekelasnya. all in all, F30 ini adalah salah satu gadget yang saya sangat puas memilikinya.

Read Full Post »