Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘indonesiana’ Category

Javanese Postmodernism

You don’t have to cry. If everyone is crying, it will become a flood. I feel very calm because the cows, the house, and everything, Allah lent it to me. So now He’s taking it back, and that’s okay. As long as Allah gives me health, happiness & patience, I will start again.

— Merapi refugee

Read Full Post »

hari ini, 23 juli 2009, diperingati sebagai hari anak nasional. saya menulis sedikit tulisan yang masih berhubungan dengan anak-anak di blog bloggerdanhacker, silakan menikmati.

Read Full Post »

WE WILL NOT GO DOWN

WE WON’T BE COWERING IN TERROR.

WE SHALL OVERCOME.

WE SHALL PREVAIL!

wewillsurvive2

versi budi wibowo:

we will not go down

tautan

Read Full Post »

Those folks who try to impose analog rules on digital content will find themselves on the wrong side of the tidal wave.
— Mark Shuttleworth

belakangan ini mencuat di pemberitaan kasus dipenjarakannya seorang ibu rumah tangga, yang mempunyai 2 anak balita dan bahkan salah satunya masih menyusui ASI, akibat dia dikenakan pasal 27 UU ITE tentang pencemaran nama baik. karena ancaman hukuman pidana dari pasal 27 ini adalah maksimal 6 tahun penjara, maka otomatis pihak yang berwajib bisa langsung memenjarakan ibu tersebut tanpa perlu menunggu proses pengadilannya selesai terlebih dahulu.

kasus di atas sangat jelas memperlihatkan rasa keadilan yang sepertinya sudah dibuang jauh-jauh. juga langkah bodoh pihak dokter maupun rumah sakit yang merasa namanya dicemarkan, dan memakai alasan akibat tulisan ibu tersebut, pihak rumah sakit mengalami kerugian karena menurunnya jumlah pasien dan pembatalan beberapa kontrak bisnis. tidak perlu seorang jenius untuk bisa melihat bahwa justru tindakan memenjarakan ibu tersebut akan melipat-gandakan jumlah orang yang pasti tidak akan mau ke rumah sakit atau dokter tersebut, seperti yang tergambar pada kartun di kompas edisi hari ini (jumat 5 juni 2009):
dokter vs pasien

dan datanglah gelombang pasang itu, dalam bentuk sebuah “Cause” di facebook, yang sampai tulisan ini saya buat, sudah menjaring 152.300 pendukung:

152-ribu

tulisan ini saya tutup dengan kutipan komentar dari Sammy Jankis di forum JakChat:
Omni’s lawyer, Heribertus Hartojo, alleged that Prita’s email had caused the firm substantial financial losses from patient boycotts and frozen business deals.

Well, if her email didn’t cause substantial financial loss, then Omni’s triple flame-broiled whopper of bone-headed moves certainly will!

Service Business 101: If you piss on the shoes of a consumer, for God’s sake DON’T make it public by turning said consumer into a martyr.

Read Full Post »

partai-gajahada seseorang yang menganggap saya bodoh karena tidak bisa membedakan antara mana jumlah pengunjung dengan mana jumlah pendukung “Say NO to Megawati“:

Yeileh ternyata ngaku pada pinter tenyata bodoh smua termasuk pemilik blog ini yg membesar2kan berita .itukan statistic yg berarti data pengunjung weleh,apalagi statistik file dpt di edit dg start 20.000 ato sesuka penulis script dan jumpin 2 ato sterusnya 1pengunjung dg 4 jumping wuakaka itu statistik bkan member

tidak cukup menulis hanya satu komentar, dia juga menulis 6 komentar tambahan lainnya yang sudah saya hapus, karena isinya hanya mencaci-maki dan sumpah serapah kepada saya. sepertinya orang ini begitu melihat grafik MRTG langsung mengira itu hanya “statistik”, dan bukan pencacah jumlah pendukung SNTM (Say NO to Megawati). lebih ekstrim lagi dia mengira itu hanyalah jumlah pengunjung halaman, dan bukan jumlah pendukung SNTM.

di bawah ini adalah kode web scraper untuk halaman SNTM (yang sudah dihapus) buatan andika yang ditulis di milis id-gmail:

#!/bin/bash
TMPHTML=/tmp/$$.html
TMPTXT=/tmp/nomega.txt
/usr/bin/wget -O $TMPHTML -o /dev/null \
  -U "Mozilla/5.0 (X11; U; Linux x86_64; en-US; rv:1.9.0.8) Gecko/2009032712 Ubuntu/8.10 (intrepid) Firefox/3.0.8" \
  http://www.facebook.com/pages/Say-NO-to-Megawati/54621826839
/usr/bin/links -dump $TMPHTML | grep "pendukung\[" | head -1 > $TMPTXT
rm $TMPHTML

kalimat “statistik file dpt di edit dg start 20.000 ato sesuka penulis script” sepertinya dipengaruhi oleh grafik pencacahan yang baru dimulai ketika jumlah pendukungnya sudah 50 ribu lebih, namun oleh orang ini diinterpretasikan itu hasil karangan si pembuat script:
mega-day

berhubung memang halaman SNTM sudah dihapus, saran saya adalah silakan coba cek grup SNTM, lihat hasil pencacahannya di bagian Current, dan bandingkan langsung dengan situs grup SNTM tersebut (scroll agak ke tengah halaman, lihat bagian Anggota). karena pencacahan dilakukan setiap 5 menit sekali, angka Current di halaman pencacahan akan selalu ≤ angka Anggota di situs grup SNTM.

untuk menjadi anggota grup tersebut, silakan mendaftar menjadi anggota facebook terlebih dulu. langkah selanjutnya adalah membuka situs grup SNTM di browser anda, lalu klik “Gabung ke Grup ini“:

klik-gabung

setelah selesai mengklik tautan itu, anda sudah tergabung ke dalam grup SNTM. dan itu benar-benar menjadi anggota, yang ditulis jumlahnya di situs grup tersebut, bukan sekedar “pengunjung“. sebagai contoh untuk grafik pengunjung, di bawah ini adalah grafik statistik pengunjung blog saya, yang terlihat naik turun:
statistik

kalau sudah dijelaskan panjang lebar begini dan masih juga belum mengerti, setidaknya sekarang saya tahu tingkat kepandaian para pendukung megawati ini.

Read Full Post »

setelah halaman facebook “Say NO to Megawati” dihapus, karena sepertinya terjadi kekacauan seperti pengunggahan foto-foto porno, tampaknya yang mencari tempat menyalurkan aspirasi untuk tidak memilih megawati sebagai presiden beralih ke grup “Say NO to Megawati“, dengan jumlah pendukung yang telah mencapai lebih dari 28 ribu orang saat saya menulis artikel ini:
facebook-mencari-grup-megawati1
karena ini adalah sebuah grup facebook, dan bukan halaman, bisa diurus oleh banyak orang, sehingga bisa mencegah “pencemaran” yang mudah terjadi pada sebuah halaman facebook. dan seperti biasa, sudah ada yang membuatkan pencacah jumlah pendukung grup ini:
counter-pendukung-say-no-to-mega-di-facebook2

Read Full Post »

halaman Say NO to Megawati pagi ini ketika saya cari sudah tidak ada lagi. berdasarkan counter, halaman tersebut dihapus sekitar hampir pukul 1 malam tadi, dengan pendukung sejumlah 97.177 orang:
counter
sampai saat ini saya belum mengetahui alasan dihapusnya halaman tersebut.

UPDATE

menurut grup Say NO to Megawati di facebook, halaman tersebut memang sengaja dihapus. saya memperkirakan bebasnya orang-orang meninggalkan komentar yang kurang sopan dan tidak berhubungan dengan topik turut berkontribusi atas keputusan dihapusnya halaman itu.

Read Full Post »

berdasarkan statistik demografi facebook, jumlah anggota facebook sampai dengan tanggal 15 maret 2009 yang berasal dari indonesia adalah 1.446.320 orang, dari australia adalah 4.807.460 orang, dan dari turki adalah 8.899.800 orang.

facebook-demography

sekarang coba kita lihat dari peringkat kunjungan situs facebook berdasarkan negara dari alexa. indonesia berada di peringkat ke 6, turki ke 8, dan australia ke 11.

alexa

terlihat walaupun pengguna facebook dari indonesia lebih sedikit daripada australia dan bahkan turki, namun pengguna facebook dari indonesia jauh lebih aktif ketimbang australia dan turki. apakah ini menunjukkan bahwa memang kebanyakan anggota facebook dari indonesia tidak punya pekerjaan? 😀

ini adalah statistik aslinya:
[clearspring_widget title=”AllFacebook.com Demographic Stats” wid=”49487c157da35b0b” pid=”49d8fdfea3679f45″ width=”520″ height=”400″ domain=”widgets.clearspring.com”]

UPDATE

karena menurut bapak quicklinker indonesia alexa itu so tahun 2000, mari kita cek via google trends, apakah hasil statistiknya berbeda:

google-trends

ternyata memang berbeda, peringkatnya bergeser naik, indonesia jadi naik peringkat ke 4, turki ke 6, dan australia ke 8. alasan saya memilih turki dan australia adalah memilih secara acak negara yang akses ke facebook-nya lebih kecil namun jumlah anggota facebook-nya lebih banyak. jadi australia dan turki bisa saja digantikan dengan negara lain dengan kondisi yang sama, misalnya kanada dan perancis:
vs-kanada-perancis
terlihat penduduk kanada yang aktif di facebook berjumlah 11.303.280 orang, sementara penduduk perancis berjumlah 7.773.980 orang, namun dari segi peringkat akses ke facebook menurut google trends, indonesia tetap berada di peringkat lebih tinggi ketimbang kanada yang berada di urutan ke 5, dan perancis yang berada di urutan ke 7.

jika indonesia dihilangkan dari statistik, maka peringkat dari 4 negara adalah:

  peringkat jumlah pengguna     peringkat jumlah akses  
  1. kanada
  2. turki
  3. perancis
  4. australia
  1. kanada
  2. turki
  3. perancis
  4. australia

tapi begitu indonesia dimasukkan, dari segi jumlah penduduk yang aktif menggunakan facebook indonesia berada di peringkat paling rendah di antara 5 negara, namun dari segi banyaknya akses (berdasarkan google trends) indonesia berada di tingkat paling tinggi di antara 5 negara:

  peringkat jumlah pengguna     peringkat jumlah akses  
  1. kanada
  2. turki
  3. perancis
  4. australia
  5. indonesia
  1. indonesia
  2. kanada
  3. turki
  4. perancis
  5. australia

jadi kesimpulannya, penduduk indonesia jauh lebih aktif ketimbang penduduk kanada, perancis, turki dan australia dalam mengakses dan memanfaatkan facebook.

Read Full Post »

dari dua buah milis yang saya ikuti, pagi ini saya melihat ke sebuah halaman di facebook yang berjudul “Say NO to Megawati“. sewaktu saya klik link untuk bergabung, jumlah pendukungnya masih di bawah 30 ribu orang. sesudah selesai saya bergabung, jumlahnya sudah menembus 30 ribu orang. dan bahkan sewaktu saya menulis entri blog ini, jumlah pendukungnya sudah lebih dari 31 ribu orang. benar-benar sebuah halaman facebook yang fantastis, dalam 2 hari sudah mendapatkan 31 ribu dukungan lebih, dan ini terjadi di weekend. seorang teman memperkirakan besok nanti ketika para karyawan sudah masuk kerja dan mendapatkan akses internet, jumlah pendukung halaman ini akan melesat jauh lebih banyak lagi.

say no to megawati

terlihat dari tangkapan layar di atas, jumlah pendukung halaman “Say NO to Megawati” amat sangat jauh melebihi jumlah pendukung halaman lain yang mengusung topik tentang Megawati, baik itu mendukung maupun menolak.

saya sendiri pernah mencetuskan dalam sebuah milis, memangnya siapa sih (di milis tersebut) yang masih mau memilih megawati, dan kalau memang mau memilih beliau, apa alasannya? sampai hari ini saya masih belum membaca satupun alasan untuk memilih beliau. seorang rekan milis mengangkat topik tersebut ke politikana, dan sempat menjadi halaman paling populer saat diterbitkan.

bagaimana dengan anda sendiri, akankah anda memilih megawati?

TAUTAN

UPDATE

halaman Say NO to Megawati ini ternyata sudah dihapus sekitar hampir pukul 1 pagi tanggal 7 april 2009, dengan total pendukung terakhir sejumlah 97.177 orang.

Read Full Post »

melawan arus

melawan arus

foto di atas saya ambil tanggal 25 november 2008 yang lalu, di jalan garuda, kemayoran, jakarta. tampak para pengendara motor masuk ke jalur yang berlawanan arah, untuk menghindari kemacetan.

saya sendiri sehari-hari mengendarai motor untuk transportasi ke tempat kerja. fenomena lain yang saya perhatikan dan cukup menggelitik pemikiran saya adalah, beberapa pengendara motor selalu siap untuk menekan klakson. bagi anda yang sering mengarungi jalan raya kota jakarta, coba anda perhatikan sendiri para pengendara motor itu, anda akan menemukan beberapa yang jempol kirinya melayang di atas tombol klakson. seakan klakson jauh lebih penting ketimbang rem. fenomena yang mirip pernah dituliskan dalam artikel Land of the Honkers, namun lebih menyoroti para pengemudi mobil.

ini saja belum cukup, sering saya melihat para pengendara motor naik ke trotoar dan malah mengklakson pejalan kaki di atas trotoar. sekali lagi hal yang mirip pernah saya baca di artikel Mind the Zebra, namun ini dilakukan oleh para pengemudi mobil ke penyebrang jalan yang melintasi zebra cross.

tanpa berpikir panjang, kita bisa dengan mudah menyalahkan para pengendara motor dan pengemudi mobil yang tidak mematuhi peraturan lalu-lintas dan etika berlalu-lintas. namun gunnar myrdal menyatakan pemerintahan juga punya andil dalam tidak memberikan sanksi terhadap para pelanggar peraturan ini, sehingga muncul istilah soft states:

Pemerintahan di negara-negara itu dinilainya ”terlalu lembek” (ia menemukan istilah soft states), alias tidak mampu menerapkan disiplin sosial. Reformasi akan sulit diwujudkan karena korupsi dan inefisiensi merajalela. ”Tanpa ada disiplin sosial, sulit bagi negara-negara itu untuk bisa berkembang cepat,” katanya (Time, 15 Maret 1968).

seingat saya beberapa tahun yang lalu ada motto “kedisiplinan nasional”, entah apakah sudah masuk jaman reformasi atau masih jaman orba. namun yang namanya motto ya tetap motto, tidak pernah menjadi kenyataan.

Read Full Post »

Older Posts »