Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘hack’ Category

rooting X10 Mini Pro

baru dua minggu ini saya mencoba sebuah telpon genggam bersistem operasi android, yaitu sony ericsson X10 Mini Pro. versi android yang terpasang adalah 1.6 donut, dan saat saya beli masih belum ada cara untuk rooting, sampai akhirnya muncul artikel Root for X10 mini. berikut ini adalah sadurannya:

  1. unduh exploid_x10mini.zip lalu ekstraksi di komputer anda
  2. anda butuh Android SDK. bagi pengguna windows sepertinya harus memasang USB driver. saya sendiri menggunakan mac, dan cukup menggunakan android SDK dengan plugin development untuk donut 1.6
  3. untuk memudahkan proses rooting yang memanfaatkan kelemahan hot-plug, coba unduh dulu dari market aplikasi OnOff untuk WiFi
  4. pastikan bahwa android SDK sudah terpasang dengan benar di komputer anda. pada dasarnya android SDK ini menggunakan bahasa pemrograman java, jadi seharusnya bisa dijalankan di mac, windows dan linux. perintah yang dibutuhkan adalah perintah adb, di mac saya ada di folder /Applications/android-sdk-mac_86/tools/. pastikan perintah adb ini bisa dijalankan di komputer anda sebelum melanjutkan
  5. langkah berikutnya berasumsi semua berkas hasil ekstraksi dari epxloid_x10mini.zip dan perintah adb berada di folder yang sama di komputer anda, dan anda sudah berada di dalam folder tersebut, dan bisa mengetikkan perintah adb (di linux dan mac berarti di dalam terminal, di windows berarti di dalam DOS command prompt)
  6. colokkan kabel USB ke X10 mini/pro dan komputer, lalu di X10 pilih Charge phone.
  7. di dalam terminal/DOS command prompt, ketikkan perintah ini:
    adb push Superuser.apk /sdcard/Superuser.apk
    adb push su /sdcard/su
    adb push exploid /sqlite_stmt_journals/exploid
    adb push busybox /sqlite_stmt_journals/busybox
    adb shell
    cd sqlite_stmt_journals
    chmod 755 exploid
    chmod 755 busybox
    
  8. tepat setelah menjalankan perintah berikut ini, matikan lalu nyalakan kembali WiFi di X10 Mini/Pro:
    ./exploid
    
  9. jalankan rootshell
  10. isi kata sandi dengan rootnow
  11. prompt akan berubah dari $ menjadi #, itu tanda kalau sudah berhasil menjadi root. jalankan lagi perintah sebagai berikut:
    ./busybox cp /sdcard/Superuser.apk /system/app/
    ./busybox cp /sdcard/su /system/bin/
    ./busybox cp busybox /system/bin/
    chmod 4755 /system/bin/su
    rm /system/bin/rootshell
    
  12. exit – untuk keluar dari rootshell
  13. exit – untuk keluar dari adb shell

untuk verifikasi: jalankan adb shell lalu ketikkan perintah su, akan muncul pertanyaan apakah diijinkan untuk memberikan akses root.

hal yang saya lakukan setelah berhasil rooting adalah menghapus aplikasi VIVAnews dan California Gold Rush; saya juga lagi pikir-pikir untuk menghapus TimeScape. saya juga sudah memasang aplikasi MarketEnabler dan berhasil mengubah setting dari Indonesia ke US T-Mobile, sehingga saya bisa mengakses aplikasi di market android selain yang free.

Read Full Post »

hacking the WDTV

wdtv
WDTV adalah sebuah media player buatan Western Digital. salah satu keunggulan dari WDTV ini adalah murah (USD 99 di negara asalnya, sekitar 1.25 juta rupiah di situs rakitan.com (entah mengapa WDTV ini ditaruh dalam daftar harga HDD 3.5”):
harga-wdtv
dengan harga semurah itu, WDTV ini bisa memainkan file MKV 1080p, alias Full HD. konektor yang tersedia adalah Composite dan HDMI. kekurangannya adalah belum bisa melakukan decoding audio DTS, hanya bisa passthrough atau dengan script mkvdts2ac3, menambahkan track AC3 ke dalam MKV tersebut. kekurangan lain yang tampak jelas dibandingkan dengan NMT, Networked Media Tank adalah tidak adanya koneksi ke jaringan lokal.

untunglah banyak bermunculan hack firmware WDTV di internet yang bisa mengatasi kekurangan tidak bisa terkoneksi ke jaringan lokal, dan yang sudah saya coba adalah WDLXTV. setelah mengunduh firmware WDLXTV, saya juga mengunduh tambahan aplikasi:

  • NFS plugin, agar bisa terkoneksi ke shared NFS dari media server (saya tidak memilih samba karena relatif berat dan lambat)
  • pureftpd plugin, agar bisa transfer file langsung ke WDTV
  • dropbear SSH plugin, agar bisa melakukan SSH ke WDTV

hal berikutnya adalah mencari USB Ethernet, dan kebetulan rakitan.com menjualnya juga dengan harga murah, 65 ribu rupiah:
harga-usb-to-ethernet

chip yang dipergunakan pada USB murah meriah tersebut kebanyakan adalah MCS7830, yang memang sudah didukung oleh WDLXTV ini. untuk memastikannya, coba saja ditancapkan dulu ke sebuah linux box dan ketikkan perintah lsusb, nanti akan ditampilkan chip yang dipergunakan.
usb-to-ethernet

langkah berikutnya adalah melakukan flashing firmware WDLXTV ini, caranya cukup mudah, unzip semua file firmware tadi ke dalam USB drive yang biasa dipergunakan untuk WDTV ini, nanti akan muncul menu untuk menawarkan update firmware, ikuti saja terus (hati-hati jangan sampai di tengah proses terjadi mati listrik). plugin-plugin di atas bisa sekalian ditaruh ke dalam USB drive tadi. jika prosesnya lancar, maka WDTV akan terupdate menjadi WDLXTV.

matikan lagi WDTV (tidak cukup mematikan dengan remote, harus cold reset alias mencabut power dari WDTV), tancapkan USB Ethernet-nya dan sambungkan ke jaringan lokal yang sudah ada DHCP servernya. untuk troubleshooting, lihat log dari server DHCP, apakah ada permintaan alokasi IP dari WDTV ini. selain itu, ini juga satu-satunya cara untuk mengetahui IP yang didapatkan oleh WDTV. jika berhasil mendapatkan IP, kita bisa konek ke WDTV via jaringan. proses booting WDLXTV akan menjadi relatif lebih lama ketimbang WDTV versi normal, bisa memakan waktu 1 sampai 2 menitan, jadi silakan bersabar dulu.

misalnya WDTV mendapatkan IP 192.168.0.123, lakukan telnet 192.168.0.123, user root dan password-nya kosong. segera ganti password anda, dan untuk sesi berikutnya jika sudah ditambahkan dropbear SSH, kita bisa melakukan SSH ke WDTV.
ssh-wdtv

saya memakai file server ubuntu jaunty di rumah. berdasarkan forum WDTV, tampaknya yang paling efisien untuk transfer file di jaringan bagi WDTV ini adalah NFS. samba sebenarnya juga bisa, namun saya setelah coba sendiri memutar film 1080p, dengan menggunakan samba rada keteteran untuk adegan aksi yang cepat, sementara jika menggunakan NFS, WDTV bisa memutarnya dengan mulus. silakan setting NFS sesuai dengan petunjuk di help.ubuntu.com ini.

setelah selesai setting NFS server, silakan sunting file net.mounts untuk menambahkan NFS share mana saja yang akan diakses oleh WDTV. file ini bisa ditaruh di dalam USB drive yang nanti ditancapkan ke WDTV, atau ditaruh secara permanen di flash memory WDTV di dalam folder /conf (menggunakan plugin pureftpd tadi).

agar bisa menampilkan share ini di WDTV, ubah setting WDTV agar Media Library = On (seharusnya tidak perlu, tapi saya belum mencobanya kembali), lalu masuk ke menu View Folders, nanti seharusnya muncul share yang sudah didefinisikan dalam net.mounts. selamat, sekarang anda bisa memutar langsung file yang ada di dalam jaringan melalui WDTV ini! đŸ™‚

sekedar catatan, firmware WDLXTV ini masih belum terlalu stabil. untuk menjaga kestabilannya, saat ingin berhenti memutar film, yakinkan untuk menekan tombol STOP di remote (pada firmware normal, biasanya kita bisa menekan tombol BACK untuk kembali ke menu, namun jika ini dilakukan pada WDLXTV saat memutar film, biasanya sistem menjadi tidak stabil). kemudian, USB drive yang berisi file-file plugin tadi tidak bisa dicopot selama WDTV teraliri listrik (bukan sekedar OFF dari remote). saran dari saya adalah carilah USB drive terkecil (baik fisik maupun ukuran besar memorinya) yang nanti akan terus menempel selamanya di WDTV ini. kemudian, jika WDLXTV ini menjadi tidak stabil, satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan cold reset (mencopot aliran listrik dari WDTV).

untuk menguji kecepatan USB Ethernet 10/100 murahan yang saya pakai, saya melakukan ini:

# time cat revenge-of-the-nerds.avi > /dev/null
real	2m 26.73s
user	0m 0.50s
sys	1m 28.73s
# ls -al revenge-of-the-nerds.avi 
-rwxrwxrwx    1 default  default 735094784 Feb 16 05:39 revenge-of-the-nerds.avi

dari hasil di atas, bisa dilihat kecepatan transfernya adalah sekitar 38.22 Mbps atau 4.77 MB/detik, masih cukup cepat untuk memutar file MKV 1080p. saya sudah berencana mencoba menggunakan Belkin Gigabit Ethernet USB, mungkin bisa mencapai kecepatan transfer yang lebih tinggi lagi. sayangnya gigabit switch yang saya pergunakan, TP-LINK SG1008 ternyata tidak mendukung jumbo frames (MTU = 9000). saran saya, jika ingin membeli gigabit switch, cari yang sudah mendukung jumbo frames (misalnya TP-LINK SG1008D, ini versi desktop yang lebih baru ketimbang versi rak milik saya tadi) agar kecepatan transfer bisa jauh lebih besar.

Read Full Post »

mengubah MAC address

wireless cardMAC address adalah Media Access Control address, singkatnya adalah alamat fisik yang dipergunakan pada lapis kedua dari 7 lapisan model OSI. lalu mengapa kita perlu mengubah MAC address? kadang pada situasi tertentu, sebuah jaringan lokal “mengunci” MAC address yang kita pergunakan. misalnya, pada sebuah hotspot yang mencatat MAC address yang kita pergunakan dan memberikan jatah dua jam akses gratis, tapi kita ingin bisa mengakses lebih dari dua jam, kita bisa mengubah MAC address kita sendiri sehingga kita bisa mendapatkan lagi tambahan jatah dua jam. atau, pada jaringan yang membatasi hak akses pada MAC address yang terdaftar, kita bisa mendapatkan hak akses tersebut dengan mengubah MAC address sesuai dengan yang ada dalam daftar.

pada Mac OS X tiger (10.4.x), hal ini mudah dilakukan, yaitu dengan menggunakan perintah ifconfig:

sudo ifconfig <interface> lladdr <alamat>

interface adalah network port yang ingin kita ubah MAC address-nya (misalnya en1), alamat diisi dengan alamat MAC address yang baru (misalnya 00:16:cb:ba:4a:0c). tapi sebelum melakukan perubahan MAC address, ada baiknya dicatat dulu MAC address yang asli, agar kita bisa mengembalikan ke alamat aslinya dengan perintah yang sama jika diperlukan. cara lain untuk mengembalikan ke MAC address yang asli adalah dengan melakukan reboot.

pada windows XP, kita bisa menggunakan utiliti Macshift. untuk Mac OS X sebelum tiger dan sistem operasi lainnya, bisa dibaca pada artikel The Tech-FAQ, How do I change a MAC address?

catatan: artikel ini aslinya saya tulis di blog hacker, saya tulis kembali di sini dengan sedikit penambahan tentang cara mengembalikan ke MAC address yang asli.

Read Full Post »

RDPbanyak pengusaha warnet di indonesia yang memanfaatkan teknologi PXES thin client untuk membuat warnet yang hemat dari segi investasi perangkat keras, karena hanya dengan satu komputer yang cukup gegas lalu sisanya menggunakan komputer tua tanpa harddisk alias diskless sudah bisa membuat warnet yang tiap work station memiliki kecepatan setara dengan komputer yang paling gegas tadi.

implementasi paling sederhana adalah semuanya menggunakan linux; ini adalah cara yang paling murah. namun warnet tipe ini kurang bisa bersaing dengan warnet yang menggunakan microsoft windows, karena memang masyarakat awam lebih mengenal windows ketimbang linux. implementasi berikutnya adalah menggunakan windows 2000 server atau windows 2003 server dengan tambahan servis terminal server. solusi ini walaupun menjawab kebutuhan masyarakat awam akan microsoft windows, namun sangat mahal jika harus membeli lisensi windows 2000/2003 server, belum lagi jika harus membeli client access license. kebanyakan implementasi warnet seperti ini memanfaatkan masa percobaan 90 hari untuk terminal services, lalu jika masa percobaan berakhir maka server windows 2000 server tadi di-install ulang dari awal.

pinuxer berusaha menjawab masalah di atas dengan menggunakan windows XP SP2 dan patch yang mengembalikan ke kondisi servis terminal server windows XP saat masih beta. namun entah mengapa patch yang tersedia di sana hanya mengijinkan maksimum 3 user untuk login, 2 dari remote dan 1 secara lokal. saya sudah mencoba melakukan modifikasi policy dengan menjalankan gpedit.msc, namun tidak membuahkan hasil.

terinspirasi dari tulisan pinuxer di atas, saya coba googling, dan ternyata ada pihak lain yang menyediakan patch yang mirip. saya sudah mencoba patch ini, dan ternyata sukses, saya bisa membuat windows XP SP2 menjadi sebuah terminal server tanpa limitasi koneksi (sejauh ini saya baru mencoba sampai 6 koneksi). dalam kondisi default, user bisa melakukan multiple session login. jika bukan ini yang diinginkan, jalankan gpedit.msc lalu masuk ke Local Computer Policy - Computer Configuration - Administrative Templates - Windows Components - Terminal Services, lalu set untuk Enabled pada bagian Restrict Terminal Services users to a single remote session.

agar bisa memanfaatkan terminal server ini, windows XP tidak bisa menjadi anggota sebuah domain, lalu fasilitas Fast User Switching harus diaktifkan. sebaiknya buat user sebagai Limited User, dan jangan lupa daftarkan user tersebut dalam daftar siapa saja yang berhak melakukan remote connection.

dilihat dari harga lisensi, windows XP jauh lebih murah ketimbang windows 2000 server, dan tidak perlu ada lisensi CAL. namun yang masih belum jelas adalah apakah patch ini tidak melanggar peraturan yang berlaku. dan terakhir, sekedar disclaimer, resiko anda tanggung sendiri, saya tidak bertanggung jawab jika patch ini malah merugikan anda.

Read Full Post »